5 April 2020

Pilkada Surabaya, PKS Rayu Koalisi PKB

Konfrontasi - Partai Keadilan Sejahtera akan mengajak Partai Kebangkitan Bangsa berkoalisi untuk memenangkan calon yang diusung bersama pada Pemilihan Kepala Daerah Surabaya 2015.

"Surabaya memerlukan konfigurasi politik yang baru. Siapa tahu koalisi PKS-PKB jawabannya. Ini koalisi alternatif," kata Sekretaris Umum DPD PKS Surabaya Achmad Zakaria di Surabaya, Selasa.

Pernyataan tersebut muncul setelah PKB pecah kongsi dari koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam pemilihan bakal calon Wali Kota Surabaya.

Zakaria menyatakan akan melakukan komunikasi politik dengan DPD PKS Jatim dan DPP PKS guna melaporkan perkembangan politik di Surabaya.

"Nanti Kami katakan bahwa semua partai di Surabaya cair dan berpeluang untuk bisa diajak koalisi termasuk PKB," kata anggota Komisi D DPRD Surabaya.

Mengenai bakal calon wali kota yang memiliki elektabilitas tinggi, pihaknya akan mengomunikasikan dengan partai-partai koalisi.

"Saat ini kami belum bisa sebut nama, siapa calon yang memiliki elektabilitas tinggi. Itu semua akan kita komunikasikan dengan partai koalisi," katanya.

Saat ditanya soal bakal calon wakil wali kota, Zakaria mengatakan dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu) Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pilkada tidak masuk bagian dari Pilkada, melainkan wakil langsung dipilih kepala daerah.

"Itu setelah calon kepala daerah terpilih. Soal siapa-siapanya calon wakil kepala daerah itu tergantung nanti ada pembahasan lagi. Saat ini jangan bicara soal wakil dulu, yang penting bagaiamana membangun Surabaya ke depan lebih baik," katanya.

Ia menegaskan bahwa koalisi PKB-PKS menarik untuk dibahas lebih lanjut. "Apalagi menurut Perpu, 10 kursi di dewan sudah memenuhi persyaratan untuk bisa mengusung calon wali kota. Kalau koalisi PKB-PKS sudah memenuhi karena sudah 10 kursi," katanya.

Ketua DPC PKB Surabaya Syamsul Arifin sebelumnya mengatakan pihaknya siap berpisah dengan PDIP. "Kita bukan berbicara partai. Ini soal menjaring calon yang kuat. Kalau yang kuat tidak didukung PDIP ya kita dukung," katanya.

Menurut dia, PKB tidak berpatokan dengan koalisi partai.

"Kita fleksibel untuk perubahan Surabaya yang lebih baik. Artinya kita lebih menekankan kearifan lokal," katanya.

Selain itu, Syamsul mengatakan pihaknya akan menjelaskan secara obyektif kepada DPW dan DPP PKB mengenai calon yang akan diusung. "Kita usung calon yang menang, bukan calon yang kalah," katanya.

Soal adanya kabar bahwa PDIP Surabaya tetap mengusung Tri Rismaharini asalkan tetap berpasagan dengan Wisnu Sakti Buana, pihaknya akan meninjau komitmen partai koalisi seperti apa.

"Lucu kalau kita sekadar pendukung tanpa komitmen yang jelas karena kita mengusung pemerintahan bukan mengusung ketua kelompok. Kalau yang diusung PDIP masak wakilnya juga diusung PDIP," katanya.

Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya Sukadar mengatakan pihaknya tidak mau berkomentar mengenai pecah kongsi PKB terkait Pilkada Surabaya 2015.

"Saya tidak mau komentar soal itu," katanya.

Menurut dia, pihaknya saat ini lagi persiapan melakukan musyawarah anak cabang (musancab) DPC PDIP Surabaya yang diperkirakan akan digelar pada Januari mendatang.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...