6 April 2020

Pengamat: Politik Tanpa Mahar Itu Cuma Isapan Jempol

KONFRONTASI-Tagline atau jargon Partai Nasdem "politik tanpa mahar" yang sering didengung-dengungkan dan dibangga-banggakan hanya isapan jempol.

Nagara Institute (NI) yang dibidani politisi Partai Demokrat Akbar Faizal memotret, Partai Nasdem adalah partai politik peringkat pertama yang terpapar dinasti politik hasil pemilihan anggota DPR 2019.

"Politik mahar Partai Nasdem ada pada dinasti politik. Jadi, 'politik tanpa mahar' hanya jargon semata, isapan jempo," kata Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies, Jerry Massie, Senin (17/2).

Temuan NI, sebanyak 17,22 persen hasil pileg DPR 2019 terpapar dinasti politik. Atau, sebanyak 99 dari 575 anggota legislatif terpilih memiliki hubungan dengan pejabat publik.

Partai Nasdem (33,90 persen), Partai Golkar (31,58 persen), PDI Perjuangan (21,18 persen), Partai Gerindra (18,52 persen), Partai Demokrat (18,18 persen), PAN (16,67 persen), PPP (13,28 persen), PKS (8 persen), dan PKB (5,17 persen).

Menurut Jerry, ujung dari kekhawatiran politik dinasti dan oligarki politik adalah korupsi, dan penguasaan ekonomi pada pihak-pihak tertentu. Dan muaranya akan berdampak buruk pada jalannya demokrasi.

Ditambahkan dia, sebenarnya politik dinasti tidak bisa dihindari sepenuhnya. Karena politik dinasti itu bukan hal yang haram. Tapi harus bisa dipastikan, yang melakukan praktik dinasti harus punya kemampuan, kualitas dan pengalaman.

"Itu masih bisa ditolerir. Bukan untuk memperluas kekuasaan, menutup-nutupi kebusukan, menyimpan rahasia negatif," tutup Jerry. (mr/rmol)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...
Senin, 6 Apr 2020 - 14:50
Senin, 6 Apr 2020 - 11:58
Senin, 6 Apr 2020 - 11:49
Senin, 6 Apr 2020 - 11:45
Senin, 6 Apr 2020 - 11:40
Senin, 6 Apr 2020 - 11:26