3 April 2020

Rizal Ramli: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tidak Bisa Tumbuh Pesat, Ini Persoalannya

KONFRONTASI- Mantan Menko Kemaritiman yang juga Ekonom senior sekaligus mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli angkat bicara soal pembangunan infrastruktur tanpa menambah utang negara.

Hal itu disampaikan Rizal Ramli saat menjadi narasumber dalam acara 'Indonesia Business Forum' di tvOne, Kamis (13/12/2018) malam.

Awalnya, pembawa acara menyinggung pernyataan Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Faldo Maldini yang mengatakan mungkin untuk membangun infrastruktur tanpa menambah utang negara.

Soal Sandiaga Janjikan Pembangunan Infrastruktur Tanpa Utang, Faldo Maldini: Jangan Dihakimi Dulu

Menanggapi hal itu, Rizal Ramli memberikan gambaran besar terlebih dahulu terkait pembangunan infrastruktur yang tidak berlandaskan utang.

Dirinya menyebut jika ada negara-negara yang dapat maju secara pesat tanpa berlandaskan utang.

"Saya berikan gambaran besar dulu, ada negara-negara yang bisa naik cepat tinggi sekali tidak berlandaskan utang, contohnya China, Jepang," ujar Rizal Ramli.

"Kebanyakan dari pinjaman dalam negeri dan yang kedua lebih banyak dengan terobosan kebijakan." 

Lalu, Rizal Ramli menyebut permasalahan Indonesia yang sangat tergantung utang sehingga mengakibatkan pertumbuhan ekonomi tidak secara pesat.

"Ada model kedua yaitu ala Bank Dunia seperti Indonesia hari ini. Yaitu kita model pembangunan yang sangat tergantung sama utang. Akibatnya ada remnya, ekonomi engggak bisa tumbuh lebih dari 6,5 persen,"

"Itulah yang menjelaskan kenapa pertumbuhan ekonomi Indonesia puluhan tahun itu hanya moderat 6-7 persen, negara lain bisa 12 persen, kenapa? Karena tidak berlandaskan utang, menggunakan mobilisasi di dalam negeri," jelas Rizal Ramli.

Sebelumnya diberitakan TribunWow.com, Faldo Maldini, memberikan tanggapannya soal pernyataan Sandiaga Uno yang menyebutkan akan menjalankan pembangunan infrastruktur tanpa menambah utang negara.

 

Hal tersebut disampaikan Faldo Maldini dalam acara Apa Kabar Indonesia Pagi yang tayang di tvOne pada Rabu (12/12/2018).

Faldo mengungkapkan jika kubu Prabowo-Sandi hanya berusaha menghadirkan ide-ide yang dapat dijadikan terobosan.

"Kita berusaha menghadirkan ide yang merupakan terobosan dari Pak Prabowo-Sandi. Ide-de terobosan ini sebenarnya masih luas sekali ruang untuk membuka itu. Tentu (ide-ide itu) realistis. Dan tidak sedikit juga ide-ide itu kemudian diadopsi oleh petahana," ungkap Faldo.

"Ya misalnya kita ngomong membangun infrastruktur tanpa utang. Ada beberapa skema yang sebenarnya telah dilakukan beberapa negara. Misalnya Public Private Partnership," jelasnya.

Tentu ini merupakan sebuah hal yang bisa diakomodir oleh pemerintah. Karena kita lihat memang kontribusi dari swasta atau BUMN dan BUMD, untuk pembangunan infrastruktur ini perlu kita genjot kembali," sambungnya.

Faldo lantas meminta agar tidak perlu menyalahkan soal Indonesia yang tidak memiliki cukup dana untuk melakukan berbagai kebijakan.

 

"Seadainya kita menyalahkan kita nggak punya uang banyak, tentu kita tidak bisa bercita-cita," ujarnya.

Untuk itu, ia meminta agar semua pihak mau mengembangkan pola pikir untuk memperkuat kemadirian Indonesia.

"Pola pikirnya kita perlu memperkuat kemadirian kita, memperkuat internal kita, kita punya beberapa bank BUMN," kata Faldo.

Ia bahkan mengungkapkan jika seandainya Indonesia memiliki bank Infrastruktur.

Bank ini bisa digunakan untuk skema financing infrastruktur. Dampaknya kita bisa mengurangi capital outflow keluar. Jadi uang digunakan di sini," jelas Wasekjen DPP PAN itu.

Faldo menuturkan, akan ada banyak dampak yang diberikan jika Indonesia memiliki bank Infrastruktur.

"Banyak, pertama tenaga kerjanya, selanjutnya bahan baku infrastrukturnya (bisa dari negeri sendiri)," papar Faldo.

Mengutip Tribunnews.com, calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengungkapkan akan terus melanjutkan pembangunan infrastruktur di sejumlah wilayah di Indonesia bila dirinya terpilih bersama capres Prabowo Subianto.

"Jadi InsyaAllah kita ingin negara ini tetap terus ingin membangun, tetapi dengan pendekatan berbeda," ujarnya di sela peresmian rumah pemenangan Prabowo-Sandiaga di bilangan Pesanggarahan, Jakarta Selatan, Sabtu (8/12/2018).

 

Sandi menjelaskan jika pendekatan yang berbeda itu adalah mengandalkan sektor swasta dengan penganggaran dana jangka panjang.

"Jangan membebani anggaran kita seperti sekarang ini. Kita ingin konsep kemitraan pemerintah ke depan juga melibatkan swasta dan masyarakat," lanjut Sandiaga Uno.

Najwa Shihab Terkejut Melihat Isi Rumah Jokowi di Paviliun Istana Bogor: Cuma Segini Saja, Pak?

 

Sandiaga Uno menegaskan pihaknya akan berusaha menekan utang negara untuk proses pembangunan infrastruktur

"Jadi InsyaAllah kita bangun infrastruktur dan segi-segi ekonomi tanpa membebani utang kita," katanya.


(sumber 2/konfrontasi/Tribunews)

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...