6 April 2020

Politikus Senior Dukung Setya Novanto Mundur Jadi Ketum Golkar

Konfrontasi - Ketua Umum Golkar Setya Novanto disebut ingin mundur dari jabatannya di Golkar dan DPR. Menurut politikus senior Partai Golkar, Happy Bone Zulkarnain, alangkah lebih baik jika keputusan itu dilaksanakan hari ini.

"Misal pak Setya Novanto bilang mau mundur tanpa berkata kapan akan mundur, lebih baik langsung bilang mundur hari ini karena lebih bijak, meninggalkan legacy (warisan)," ucap Happy dalam diskusi Polemik bertajuk 'Mencari Sosok Partai Golkar Masa Depan' di Warug Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/2017).

Happy kemudian mencontohkan Gubernur Bengkulu nonaktif Ridwan Mukti yang sebelumnya juga tertangkap tangan atas kasus korupsi. Dia seketika mengundurkan diri dari pemerintahan sekaligus dari jabatannya sebagai DPD I Golkar Bengkulu.

Menurut Happy, bila Novanto mundur secepatnya, segala keputusan partai akan segera bisa diambil. Sebab seluruh persetujuan politik yang berkaitan dengan tahun politik sudah semakin dekat. Hal tersebut membutuhkan tanda tangan Ketua Umum Golkar. Pendaftaran calon dari jalur parpol untuk pilkada akan dilakukan pada Januari mendatang.

Happy pun memberi dukungan kepada Airlangga Hartarto untuk maju di munaslub. Nama menteri perindustrian era Jokowi-JK itu memang banyak mendapat dukungan untuk bisa jadi ketum Golkar menggantikan Novanto yang kini ditahan karena menjadi tersangka dalam kasus korupsi e-KTP.

"Ini progres cukup bagus. Melki katakan hari ini. Kalau iya, Senin (4/12) bisa pleno, lalu munaslub. Aklamasi saja, kita pilih Airlngga," tegas Happy.

Keinginan Novanto mundur dari Ketua Umum Golkar keluar dari pernyataan Ketua DPD I Goljar NTT Melki Laka Lena. Dia berkata saat ini pembahasan soal mundurnya Novanto masih dibahas dengan orang-orang terdekat.

Desakan Novanto untuk menggunakan hak pribadi mengundurkan diri disebut semata untuk mengakhiri karir politik dengan terhormat. Novanto juga banyak didesak untuk mundur atau 'dimundurkan' dari kursi ketua DPR.

"Dan kali ini juga keluarga, pengacara, dan orang dekat Pak Novanto mencari waktu yang tepat. Mendorong pak Novanto di ujung perdebatan. Mudah-mudahan dia bisa mengambil sikap terbaik sebagai Ketua DPR dan Golkar, hanya ini masih dibahas di kalangan terdekatnya," tukas Melki Laka Lena.  (trpngsnyn/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...