6 April 2020

Mampukah Pasal Perzinaan Kurangi Angka Prostitusi?

KONFRONTASI-Perubahan pasal 285 KUHP dari pasal perselingkuhan menjadi pasal perzinaan ditolak Ketua komnas Perempuan Azriana. Menurutnya, pengubahan rumusan pasal zina dalam KUHP dinilai tidak relevan dengan upaya menurunkan angka kekerasan seksual.

"Keliru bila tindakan prostitusi, hamil di luar nikah akan beres dengan pasal perzinaan," kata Azriana di Komnas Perempuan, Jalan Latuharhari, Jakarta Pusat, Jumat (2/9/2016).

Menurut dia, prostitusi bukan perzinaan, melainkan kekerasan seksual. Begitu pula dengan menghindari tanggung jawab untuk menikahi perempuan yang telah dihamili.

"Perzinaan masuk dalam ranah agama. Tidak bisa diselesaikan dengan pidana. Berbeda dengan kekerasan seksual yang bisa diselesaikan dengan hukum pidana," terang Azriana.

Ia menyampaikan, untuk melindungi perempuan korban kekerasan seksual dibutuhan regulasi yang menyeluruh. Aturan itu harus bisa menjawab kompleksitas persoalan kekerasan seksual.

Menurut dia, kekerasan seksual tidak bisa dihentikan dengan hanya mengubah satu pasal, yakni 284 KUHP. Meskipun, ruang lingkupnya diperluas, dari dalam ikatan perkawinan menjadi siapa saja.

"Perubahan pasal 284 hanya akan menghukum korban eksploitasi seksual dan memberi ruang bagi pelaku kekerasan," tutur dia.

Azrina juga khawatir perubahan pasal akan merugikan hak konstitusional perempuan korban kekerasan seksual. Sebab, ruang lingkup menjadi luas.

"Misalnya ada perempuan diperkosa, lalu bisa saja perempuan itu ikut dihukum karena pelaku dapat mendalilkan pemerkosaan karena suka sama suka," terang dia.

Sebelumnya, Guru Besar IPB Euis Sunarti, menggugat sejumlah pasal perzinaan di KUHP. Ia merasa hak konstitusionalnya untuk mendapatkan perlindungan dan kepastian hukum sebagai individu dirugikan.

Ia berharap perilaku kumpul kebo dan homoseksual masuk delik pidana. Pasal yang diuji antara lain Pasal 284, 285, dan 292 KUHP. Namun, Komnas Perempuan menganggap gugatan Euis tidak memiliki legal standing.[mr/mtv]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...