1 April 2020

Kubu Jokowi Ragukan Orisinalitas Gagasan Prabowo-Hatta

KONFRONTASI-Gagasan dan konsep yang disampaikan pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto dan Hatta Radjasa pada saat dialog dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) kemarin malam, dipertanyakan orisinalitasnya.

Kubu Jokowi-JK menyebutkan orisinalitas konsep dan gagasan Prabowo-Hatta perlu diragukan. Sebab, konsep dan gagasan tersebut dinilai meniru hal yang telah pernah disampaikan Jokowi jauh-jauh hari sebelumnya.

Misalnya, menurut politisi PDI Perjuangan yang juga Anggota Komisi V DPR-RI, Nusyirwan Soejono, adalah apa yang disampaikan cawapres Hatta mengenai Negara Maritim dan implementasi penguatan transportasi laut.

Hal itu jelas-jelas menyontek apa yang sudah sejak awal disampaikan capres Jokowi, yang implementasinya adalah pembangunan jalur tol laut. "Konsep tol laut, konektivitas antar pulau sudah disampaikan pada debat terbuka maupun di acara lain dan jelas tercantum dalam visi-misi Jokowi-JK," ujar Nusyirwan.

Lebih lanjut, Nusyirwan mengingatkan, Jokowi sudah berkali-kali menyampaikan gagasan soal pembangunan tol laut. Ide besarnya adalah untuk mengurangi kesenjangan ekonomi di Indonesia bagian barat, tengah, dan timur. Sebab dengan tol laut, akan langsung mempermudah distribusi barang yang diyakini bakal mampu menurunkan komponen biaya logistik.

Hal itu akan berujung pada harga barang-barang yang sama dari ujung Indonesia Barat hingga Indonesia Timur. Sebab, sebagai contoh, selama ini harga semen di Pulau Jawa berkisar di puluhan ribu rupiah, sementara di Pulau Irian bisa membengkak hingga jutaan rupiah, hanya karena ongkos logistik yang tinggi.

Demikian pula tentang pasar tradisional, dimana sejak sebelum proses pencalonannya sebagai capres, Jokowi sudah menyampaikan gagasan tersebut kepada publik. Bahkan kini "blusukan" Jokowi ke pasar-pasar pun ditiru oleh Prabowo dan Hatta.

Nusyirwan menilai rakyat perlu mendapat pemahaman dari capres dan cawapres tentang apa yang akan dikerjakan apabila kelak terpilih. "Menjadi malapetaka bagi bangsa, apabila calon presiden dan calon wakil presiden bersama tim pemenangannya menyampaikan gagasan hanya dengan cara meniru, tidak orisinal," tandasnya.(BS)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...