4 April 2020

Komisi X DPR Minta Mendikbud Pertimbangkan Tutup Sekolah Selama Corona

Konfrontasi - Seiring bertambahnya warga Indonesia yang positif terinfeksi virus Corona, mitigasi bencana non-alam seperti wabah penyakit dinilai perlu dilakukan secara cepat di institusi pendidikan.

Anggota Komisi X DPR, Irine Yusiana Roba Putri, pun meminta Mendikbud Nadiem Makarim mempertimbangkan berbagai skenario dalam mitigasi wabah itu di lingkungan sekolah dan kampus.

“Mitigasi ini bukan berarti panik. Kita sudah lama melakukan mitigasi bencana gempa bumi misalnya, hal itu juga bisa kita terapkan di sekolah dan kampus untuk bencana non-alam seperti wabah Corona, seperti mengganti kelas fisik dengan kelas online atau tugas di rumah,” ujar Irine di Jakarta, Kamis (12/3/2020).

“Kalau wabah Corona ini semakin meluas, Pak Nadiem juga harus mempersiapkan skenario seperti penutupan sementara untuk sekolah dan kampus,” ujarnya.

Anggota Fraksi PDIP DPR itu mengatakan, beberapa sekolah internasional di Jakarta saat ini sudah mengganti pengajaran kelas fisik dengan kelas online alias daring, seperti halnya beberapa institusi pendidikan di luar negeri.

“Saya meminta menteri pendidikan untuk mulai mengomunikasikan skenario mitigasi seperti itu. Saya percaya, sebagai inovator, Pak Nadiem bisa melakukan inovasi pendidikan seperti itu,” ucapnya.

Dia menuturkan, hal yang tidak kalah penting adalah memikirkan skenario untuk sekolah dan kampus di luar Jawa, seperti di Indonesia Timur, yang infrastruktur teknologinya mungkin belum sebaik di Jakarta. Dengan begitu, kebijakan yang diambil untuk kawasan seperti itu nanti tidak melulu harus berwujud kelas daring real time.

“Bisa misalnya siswa mengumpulkan tugas kepada guru melalui email atau WhatsApp. Toh selama ini siswa dan guru sudah biasa berinteraksi lewat aplikasi chat. Ini hanya salah satu pilihan saja,” kata wakil rakyat dari Dapil Maluku Utara itu.

Menurut Irine, salah satu hal terpenting saat ini adalah mencegah penyebaran virus, supaya tidak semakin banyak yang terkena.

“Itulah mengapa banyak negara melakukan lockdown atau karantina, mengurangi acara kumpul banyak orang, dan lain-lain. Ini bukan panik, tapi langkah yang masuk akal untuk dilakukan,” ujarnya.

Mitigasi bencana non-alam, kata dia, sesuai arahan Presiden Joko Widodo yang menginstruksikan jajarannya supaya memiliki mitigasi dan skenario penanganan wabah penyakit yang matang. (inws/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...