3 April 2020

314.28 Rumah di Sumut Belum Teraliri Listrik

Konfrontasi - Sebanyak 314.285 rumah tangga di Sumatera Utara belum mendapatkan aliran listrik baik yang bersumber dari PT PLN dan non-PLN karena masih terbatasnya bahkan terjadi kekurangan energi di daerah itu.

"Data hingga Mei 2014 menunjukkan dari jumlah rumah tangga di Sumut yang sebanyak 3.222.604, jumlah pelanggan rumah tangga PLN ada 2.829.446 dan pelanggan non PLN 78.873 sehingga ada 314.285 rumah tangga lagi yang belum mendapat aliran listrik itu. Pemprov Sumut terus berupaya mengatasi itu," kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut, Arsyad Lubis di Medan, Jumat (5/12).

Dia menyebutkan, berdasarkan data PLN, kemampuan pasok energi listrik Sumut dewasa ini sudah 1.653,5 megawatt (MW), namun kemampuan itu menyamai energi yang dibutuhkan pada beban puncak sehingga sering menjadi kekurangan khususnya saat terjadi gangguan atau kerusakan pada pembangkit listrik di daerah itu.

"Pemprov Sumut sudah mendesak PLN untuk terus meningkatkan jumlah kemampuan pasokan untuk menanggulangi kekurangan dan kebutuhan yang terus bertambah. Apalagi potensi energi di Sumut masih cukup besar untuk diolah," katanya.

Dia menyebutkan, potensi energi air skala besar misalnya mencapai 3.005,300 MW yang berada di 66 lokasi disusul skala mini 89,698 MW (95 lokasi) dan mikro sebesar 3,343MW di 72 lokasi sehingga totalnya ada 3.098,341 MW.

Menurut Arsyad, dewasa ini pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Sumut sudah lumayan banyak seperti PLTA Asahan I dengan kapasitas 180 MW dan PLTA Asahan II sejumlah 603 MW di Kabupaten Toba Samosir serta PLTA Renun di Dairi dengan 82 MW dan PLTA Sipansihaporas di Kabupaten Tapanuli Tengah sebesar 50 MW.

Pembangkit listrik tenaga mini hidro (PLTM) juga semakin bertambah atau sudah 27,1 MW mulai PLTM Sibundong di Kabupaten Humbang Hasundutan 0,75 MW dan PLTM Silau -2 dengan kapasitas 7,5 MW di Kabupaten Simalungun Asahan III Menyangkut pembangunan PLTA Asahan III dengan Kapasitas 2 x 87 MW (174 MW) yang direncanakan untuk memenuhi kebutuhan listrik yang masih kurang di Sumut diakuinya masih terkendala dalam status lahan yang masuk dalam kawasan hutan lindung.

Adapun untuk pembangunan kantor, ujar Arsyad sudah selesai 100 persen.

"Saat ini pembangunan PLTA Asaham III itu masih menunggu persetujuan bersama Konsorsium SOL yang terdiri atas Medco sebesar 37,5 persen, Kyushu Electric (Jepang) 25 persen, Itochu Corporation (Jepang) 25 persen dan Ormat International Inc. (USA) 12,5 persen yang akan melakukan kerja sama dalam hal pembangunannya,"katanya. (akt)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...