3 April 2020

Said Mahyiddin M : Jangan Tenggelam dalam Simbol Budaya

Masih ada adat istiadat di Aceh yang perlu dikritisi karena bisa membuat manusia terus terbelakang. Masyarakat Aceh diseru agar tidak asyik dengan simbol jika perilaku tidak sesuai dengan dan semangat ajaran Islam.
Demikian antara lain materi disampaikan Ustad Said Mahyiddin Muhammad ketika bertindak selaku Khatib Shalat Idul Adha 1437 Hijriah di Lapangan Persada, Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Senin (12/9/2016) pagi.
Pengurus Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Aceh itu menyebutkan ada adat di Aceh dan dilaksanakan yang kadang kala sudah melebihi, malah menyimpang dari Alquran dan Sunnah Nabi Muhammad SAW.
"Islam tidak anti budaya, malah sangat menghormati, asalkan tidak melenceng dari Alquran dan Sunnah Nabi," tegas Ustad Said Mahyiddin Muhammad.
Salah seorang dosen pada Universitas Muhammadiyah Aceh ini mengingatkan umat Islam agar tidak tenggelam dengan simbol-simbol kalau hanya sekadar basa-basi.
"Tidak ada gunanya nama kantor-kantor pemerintah ditulis dengan bahasa arab, kemudian dinding ruangan kantor ditempelkan ayat kursi, kalau prilaku pegawainya koruptor semua. Biarlah ruangan rumah kita tidak ada khaligrafi, asalkan hati penghuninya ditanami ajaran Islam yang benar," katanya.
Prosesi Shalat Idul Adha 1437 Hdi Lapangan Persada Blangpidie, Abdya, Senin pagi, dimulai pukul 7.30 WIB, diikuti ribuan kaum muslimin di "kota dagang" itu.
Saat bersamaan prosesi Shalat Idul Adha juga berlangsung di Masjid Jamik Baitul Adhim Kota Blangpidie, juga diikuti ribuan jamaah.
Pelaksanaan Shalat Idul Adha di dua lokasi di Kota Blangpidie, berjalan tertib dan lancar, didukung cuaca sangat cerah. Sementara shalat i'd berlangsung, suasana kota 'dagang' Blangppidie lengang.(Juft/Serambi)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...