5 April 2020

Nasrullah Beberkan Sikap Iran soal Pilpres Lebanon

KONFRONTASI - Sekretaris Jenderal Hizbullah, Lebanon mengecam ledakan teror hari Jumat (29/1) di Masjid Imam Ridha as, Provinsi Al Ahsa, Arab Saudi dan menyebutnya sebagai bukti lain urgensi perang total melawan terorisme.

Dalam pidatonya yang disiarkan langsung TV Alalam (29/1), Sayid Hassan Nasrullah menyoroti acara pemakaman jenazah beberapa anggota Brigade Ezzedine Al Qassam, sayap militer Hamas dan menyampaikan belasungkawa kepada petinggi Hamas dan keluarga para syahid.

Nasrullah menegaskan, saya menyampaikan belasungkawa atas kesyahidan tujuh mujahid dan syuhada Intifada Al Quds kepada saudara-saudara saya di Hamas dan staf komandan Brigade Al Qassam.

Ia melanjutkan, saya juga menyampaikan salam kepada para perwira dan tentara serta mujahid, karena kesabaran, perjuangan dan tanggung jawab mereka dalam menjaga perbatasan Lebanon.

“Saya gembira dengan kesepakatan yang dicapai dan aktifnya kembali pemerintahan Lebanon, serta upaya kelompok-kelompok politik, terutama yang dilakukan Nabih Berri, Ketua Parlemen,” tambahnya.

Setelah itu, Sekjen Hizbullah menjelaskan soal pemilihan presiden Lebanon dan klaim beberapa pihak terkait intervensi Iran dalam masalah tersebut.

“Iran, dalam masalah nuklir atau masalah lainnya, selain isu nuklir, sama sekali tidak pernah menyinggung masalah presiden Lebanon,” ujarnya.

Sayid Hassan Nasrullah menuturkan, menuduh Iran telah menutup kasus pemilihan presiden Lebanon dan menggagalkannya, adalah sikap zalim. Iran sama sekali tidak ikut campur dalam masalah ini dan tidak akan pernah melakukan intervensi.

Iran, katanya, dalam perundingan dengan Kelompok 5+1 tidak pernah menyampaikan masalah pemilihan presiden Lebanon.

“Dalam lawatan Presiden Iran ke Italia dan Perancis, siapa yang menyaksikan masalah pemilihan presiden Lebanon disampaikan dalam negosiasi Iran dan Eropa,” tegas Nasrullah.[ian/irb]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...