4 April 2020

Houthi Abaikan Gencatan Senjata, Pasukan Yaman Merangsek ke Distrik Nihm

KONFRONTASI-Pasukan pemerintah Yaman berada dalam wilayah 40 kilometer dari Sanaa, ibu kota Yaman, pada Sabtu sementara mereka menekan para pemberontak Houthi karena mengabaikan gencatan senjata yang dimediasi PBB, kata sumber-sumber militer.

Mereka terus menekan di distrik Nihm, Provinsi Sanaa, setelah meraih kemajuan berarti di Provinsi Marib, sebelah timur ibu kota.

Pasukan yang setia kepada Presiden Abedrabbo Mansour Hadi, dan suku-suku yang bersekutu di kawasan itu, telah mengepung fasilitas militer Fardha di Nihm, sebelah timurlaut ibu kota.

Kendati posisinya sudah dekat Sanaa, sebagian besar kawasan itu berpegunungan.

Pada Jumat, para loyalis menguasai Hazm, ibu kota Provinsi Jawf, sebelah baratlaut Sanaa.

Pada Sabtu, mereka telah memperluas daerah yang dikuasainya di Jawf, dengan menguasai distrik Al-Ghayl dan Al-Maton, menurut sumber-sumber dalam milisi Perlawanan Rakyat pro-Hadi.

Dua kawasan jatuh setelah bentrokan-bentrokan antara pasukan yang bergerak maju dan pemberontak Houthi dukungan Iran dan tentara yang setia kepada mantan Presiden Ali Abdullah Saleh, kata Ameen al-Ukaymi, kepala suku dari Perlawanan Rakyat.

Pasukan pemerintah sekarang bergerak menuju barat. Di provinsi-provinsi Amran dan Saada terdapat benteng-benteng pemberontak, kata Ukaymi.

Sumber-sumber militer mengatakan pasukan pro-Hadi, yang didukung koalisi pimpinan Arab saudi, membawa perlengkapan termasuk tank-tank dan kendaraan lapis baja untuk memperkuat mereka ke Hazm pada Sabtu.

Operasi-operasi tersebut terjadi kendati gencatan senjata berlaku dan berulang-ulang dilanggar sejak diberlakukan pada Selasa, sementara pembicaraan yang disponsori PBB mulai berlangsung di Swiss.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan pada Jumat seluruh pihak perlu mematuhi gencatan senjata itu setelah kedua pihak berkali-kali melanggar gencatan senjata yang bertujuan untuk membantu pembicaraan tersebut.

Lebih 5.000 orang telah terbunuh -- sekitar setengah di antaranya warga sipil -- dan lebih 27.000 luka-luka sejak Maret, demikian PBB.[mr/tar]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...