6 April 2020

Tubuh Juga Sering Beri Peringatan yang Ditandai Bau Urin

KONFRONTASI  - JIKA Anda penyuka jengkol dan baru saja makan banyak tumbuhan tersebut, Anda tentu bisa membayangkan seperti apa bau urin Anda nanti. Ini menunjukkan bahwa bau urin berhubungan dengan apa yang dikonsumsi dan sinyal apa yang diberikan tubuh untuk kita ketahui. Walaupun sinyal bau dari urin tidak selalu berbahaya, tapi ada kondisi-kondisi yang memengaruhi perubahan bau urin, seperti dilansir dari Womenshealth, Senin (26/12/2016). Anda kurang minum air Ketika kurang minum, urin Anda akan berbau lebih tajam. Tak hanya itu, Anda akan melihat warna air kencing lebih gelap.

Jika ini terjadi, Anda harus segera cari air minum. Ada infeksi saluran kemih Kondisi ini bisa dideteksi ketika bau ammonia lebih terasa dari urin yang dikeluarkan. Bau seperti terbakar pada urin menunjukkan gejala Infeksi Saluran Kemih (ISK), yang biasanya diikuti dengan rasa sakit saat buang air kecil. Penyakit tersebut menular dan dapat dipicu PMS (Penyakit Menular Seksual).

Ada infeksi jamur Infeksi ''ragi'' yang sebabkan gatal bersamaan dengan bau khas "ragi" di urin muncul karena ketidakseimbangan bakteri di vagina. Walaupun infeksi ragi ada di vagina, uretra atau saluran kencing yang berdekatan akan beraroma sama. Ada faktor di gen yang tidak dapat diubah Genetik tertentu juga bisa memengaruhi aroma urin Anda.

Jika kencing berbau "asam" atau "amis" Anda mungkin memiliki kondisi yang disebut trimethylaminuria. Kondisi ini tidak dapat diubah dengan rajin mandi atau memakai pewangi apapun. Menurut Genome.gov, kondisi tersebut lebih sering terjadi pada wanita. Gejala dapat memburuk atau menjadi lebih terlihat selama pubertas, sebelum atau selama menstruasi, setelah konsumsi kontrasepsi oral, atau sekitar menopause.(Juft/Oke-Z)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...