3 April 2020

Nasib Rupiah Pekan Depan Ditentukan Brexit

Konfrontasi - Rupiah berhasil menguat 1,55 persen selama seminggu kemarin. Mengutip Bloomberg di pasar spot Jumat (11/1/2019), rupiah menguat 0,04 persen ke level Rp 14.047 per dollar Amerika Serikat (AS).

Sementara kurs refensi Jisdor Bank Indonesia, rupiah menguat 0,12 persen menjadi Rp 14.076 per dollar AS. Selama sepekan rupiah tercatat menguat 1,91 persen dari Jumat (4/1/2019) di angka Rp 14.350 per dollar AS ke angka Rp 14.076 per dollar AS.

Bagaimana dengan pekan depan? Apakah tren positif ini akan berlanjut?

“Pekan depan Inggris adalah sentimen terbesar pergerakan rupiah,” kata Direktur Utama, Garuda Berjangka, Ibrahim seperti dikutip dari Kontan.co.id, Minggu (13/1/2019). Pasalnya pada minggu depan tepatnya tanggal Selasa (15/1/2019), voting Brexit digelar.

Dia mengatakan, ada rumor yang mengatakan rupiah akan berada di level Rp 13.800 per dollar AS bahkan ada yang bilang cenderung terdepresiasi di Rp 14.200 per dollar AS pada pekan depan.

Dari pengamatan Ibrahim rupiah dapat melemah jika Inggris dapat memenangkan voting yakni keluar dari zona Uni Eropa (UE) tanpa prasyarat.

“Kemungkinan kalau parlemen Inggris menolak hubungan kedua belah pihak akan memanas,” katanya.

Tetapi jika sebaliknya atau masih tertunda kembali rupiah akan terapresiasi.

Pada perdagangan selama pekan depan Ibrahim memprediksi rupiah bergerak cukup lebar berada di kisaran Rp 13.900-Rp 14.250 per dollar AS. Karena akan ada beberapa beristiwa penting terkait keputusan voting Brexit dan kelanjulan perang dagang.

Sementara itu untuk Senin besok ia meramalkan rupiah masih cenderung menguat di rata-rata Rp 14.045 per dollar AS. Adapun support dan resistance berada di level Rp 13.990-Rp 14.100 per dollar AS.

“Harus diingat pertemuan perang dagang setingkat menteri dan wakil perdana menteri Chiina dan AS tanggal 27 mendatang perlu diwaspadai,” sebut dia. (kcm/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...