5 April 2020

Beras Raskin Masih Dibagikan di Papua

Konfrontasi -Perum Bulog Divisi Regional Papua menyatakan beras untuk rakyat miskin (raskin) hingga kini masih dibagikan di wilayah Papua dan Papua Barat.

"Jadi untuk 2015 ini masih jalan, yah nanti kita belum tahu juga 2016 rencana mau penghapusan pemberian (beras raskin-red), namun masih dalam proses pengurusan surat-surat pagunya dan lain-lain," kata Kepala Divisi Regional (Kadivre) Perum Bulog Papua Arif Madu, di Jayapura, Selasa (24/2).

Arif mengatakan, pihaknya belum mengetahui pasti kapan penghentian beras raskin dan belum tahu ke depannya seperti apa.

"Tahun ini masih jalan karena ini masa transisi sebenarnya program beras raskin mau distop 2015, tapi kalau langsung distop dan tidak mencari altrrnatif lain harga beras akan melonjak naik," katanya.

Ia mengatakan, jika umumnya masyarakat tidak mendapat beras raskin banyak yang akan ke pasar, dan jika itu terjadi namanya hukum pasar pasti harganya melonjak naik.

"Nah untungnya kalau kita di Papua sini kalau raskin masih disalurkan untuk masyarakat, kemudian TNI, PNS mendapat jata beras, jadi istilahnya ya harga beras ya stabil-stabil saja," tuturnya.

Menurut dia, pemerintah berencana menghentikan penyaluran beras raskin dan menggunakan "e-money"(uang elektronik) jadi semacam kartu yang digesek pada mesin EDC untuk membeli beras.

Ia menambahkan, proses mekanisme pengurusan beras raskin sesuai dengan SK Pagunya, dari pemkot akan terbitkan SPA (Surat Permintaan Alokasi) raskin bulan Januari misalnya, nanti didalam SK PAGU per kecamatan, per distrik nanti berdasarkan surat tersebut petugas dari masing-masing kelurahan yang akan bagi ke masyarakat mana yang masuk daftar penerima raskin.(akl/ar)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...