5 April 2020

Wah, Festival Bengawan Solo Dianggap Kurang Greget

KONFRONTASI - Festival Bengawan Solo (FBS) menjadi kalender rutin tahunan. Namun, hingga penyelenggaraan tahun kelima pada 10-12 April kemarin, belum mampu menyedot perhatian publik menjadi daya tarik wisatawan.

Sepi dan kurang gregetnya penyelenggaraan FBS menjadi sorotan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Solo Paulus Haryoto.

“Gelaran FBS 2015 yang belum bisa menarik wisatawan. Mestinya, panitia FBS mendatang lebih bisa mengemas gelaran supaya bisa menjadi daya tarik wisatawan,'' kata dia, Senin (13/4).

Ia menyayangkan, even FBS ke-5 2015 yang menelan dana APBD Rp 133,700 juta ini hanya mampu menarik  penonton warga sekitar alur Sungai Bengawan Solo saja. Sebagian besar warga Kota Solo ternyata tak banyak yang hadir.

Paulus Haryanto mengapresiasi penyelenggaraan FBS. Hanya saja, ia mengkritik cara pengemasannya yang tak mengena dari segi pengembangan industri pariwisata. Apalagi, ujarnya, sisi promosi juga kurang mengenai sasaran.

“Buktinya, wisatawan lokal saja tidak banyak yang datang. Apalagi, wisatawan regional, Nusantara, wisatawan asing, juga tak ada.Komisi IV, akan mencatat hal ini dan akan jadi evaluasi. Festival kali ini akan menjadi bahan evaluasi,” jelas Paulus.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo juga mengakui, Festival Bengawan Solo belum bisa menarik wisatawan. Lantaran kondisi Sungai Bengawan Solo belum sesuai kondisi zaman dulu di tahun 1960-an.

''Kami sudah koordinasi dengan Menteri PU (Pekerjaaan Umum), agar Bengawan Solo ini dikembalikan seperti dulu,'' katanya.

Meski berjalan lancar, gelaran Festival Bengawan Solo 2015, diwarnai insiden kecil. Gethek yang ditumpangi Rudy nyaris tenggelam.[rol]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...