3 April 2020

Sri Sultan HB X, Tak Mengakui Lembaga Dewan Saudara di Kraton

KONFRONTASI - Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB X, tidak mengakui
adanya lembaga Dewan Saudara di Kraton.

“Dewan saudara ki [itu] apa? Enggak ada organisasi Dewan Saudara di Kraton,” kata Sultan saat ditemui di Kepatihan, Jumat (22/5/2015) siang.

Dewan Saudara pertama kali dilontarkan oleh Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Hadisuryo, anak HB IX dari istri pertamanya, Gusti Raden Ayu (GRAy) Pintokopurnomo. Hadisuryo mengatakan Dewan Saudara yang berjumlah 15 orang (11 laki-laki dan empat perempuan) adalah putra-putri HB IX. Hadisuryo juga mengatakan Dewan Saudara yang mengangkat Sultan HB X karena HB IX tidak menunjuk penggantinya sebelum meninggal dunia.

Namun, HB X menyatakan pengangkatannya sebagai Raja Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat bukan atas peran Dewan Saudara melalui musyawarah keluarga saat itu. Menurutnya, musyawarah keluarga hanya sebagai penghormatan kepada saudaranya, bukan berbentuk Dewan Saudara.

Sebelum menjadi Raja, Sultan mengaku berinisiatif mengundang saudara-saudaranya dari masing-masing ibu yang berbeda.

“Saya berinisiatif memanggil adik-adik sewaktu suwargi [almarhum HB IX] wafat,” ungkapnya.

Meski tak mengakui adanya Dewan Saudara, HB X tidak mempersoalkan apabila pertemuan adk-adiknya itu disebut sebagai Dewan Saudara.

Nek nganggep [Kalau menganggapnya demikian] ya boleh saja,” ujar dia.

Sultan menambahkan pertemuannya dengan GBPH Hadisuryo bukan merupakan inisiatifnya,
melainkan inisiatif Hadisuryo. Raja yang memiliki nama kecil Bendoro Raden Mas Herjuno Darpito ini
juga membantah telah meminta GBPH Hadisuryo untuk menjembatani komunikasi dengan
adik-adiknya.

“Enggak ada [permintaan menjembatani komunikasi], dia yang ingin bertemu adik-adiknya mangga
silakan,” kata Sultan.

Saat disinggung tentang upaya penyelesaian polemik internal Kraton, Sultan pun menjawab tidak tahu.(Juft/Solo)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...