5 April 2020

Puisi : Luka Waktu dan Hari Ini Kita Belah Dada-dada

HARI INI KITA BELAH DADA-DADA

: maisya

bumi di mana kita melaut hanyut
cemas ganas gelombang. bak ia
serupa perahu anakku, melayar diri
pecahkan buih, karang-karang waktu
ribuan tahun, mengenang musim
mengintai cahaya di remang sejarah

bumi ini tanah airmata, anakku
serahim bunda sekisah semesta
di mana mata air cinta bermula
dari kesetiaan matahari, anggunnya
gunung-gunung berdiri
sunyinya lembah-lembah, sungai-sungai
memuarakan jutaan mimpi
yang terserak dan tersuruk
mengapung mabuk ombak-ombak
mengawang ambang bebayang
di batas itu ia mengukir, lalu cair

bumi ini segenap harap menguap, anakku
basah kering doa-doa taklah sia
langitkan pinta kayuh hidupmu
di mata Ayah matahari terbit
di dada Bunda bulan benderang

bumi kita Hari Ini merantaukan diri
biarkan jadi detik hamburi angkasa
di sembilan keberkahan usiamu, anakku
ia bukan pertanda satuan titik, sebuah
keniscayaan tunduk runduk di Sajadah Panjang
Doa Sunyi di jemari lembutmu
Kekuatan Cinta
hangatkan perahu kecil kita selalu
tak ada kata jeda mengayuh waktu
tanpa koma di titik penyeberangan
sesungguhnya itu, kelak!

hari ini kita belah dada-dada
langitkan doa-doa
selaut keberkahan di bumi cintaNya
maka berlayarlah!
genangkan usia, anakku.

Bogor, 19 Mei 2014.

 

LUKA WAKTU

luka waktu di pundak hari
erang lengking pagi
terbungkus hiruk
kikuk menepuk-tepuk

"di keramaian ini kita penonton sepi"
katamu setiap pagi

jarum jam jatuh satu-satu
lelehkan luka
nyeri ke dada

Bogor, 2013

- Oscar Amran, Penyair Senior saat ini tinggal dan Berkarya di Bogor. (Warih)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...