Skip to main content
x

BI Klaim Cadangan Devisa Cetak Rekor, Fuad Bawazier: Ingat Ya Utang Juga Tertinggi Sepanjang Sejarah

KONFRONTASI-Klaim Bank Indonesia (BI) bahwa cadangan devisa Indonesia saat ini terbesar sepanjang sejarah modern Indonesia dinilai berlebihan. Hal tersebut dikatakan ekonom senior Fuad Bawazier.

"Sebenarnya berlebihan atau lebay atau agak konyol atau dibesar-besarkan sebab itu sudah sepantasnya karena naiknya utang dalam valas/ capital inflows, dan anjloknya import karena turunnya daya beli/ turunnya pertumbuhan ekonomi. Naiknya cadangan valas ini bukan karena naiknya ekspor," ungkapnya dalam pernyataannya kepada redaksi

Fuad juga mengingatkan bahwa cadangan devisa tersebut juga tak berarti jika utang RI terus menggunung. 

"Ingat ya Utang negara kini juga terbesar sepanjang masa RI. Mau tahu apa lagi yang terbesar dalam sejarah ekonomi Indonesia? Defisit APBN juga terbesar sepanjang masa. Mau lagi? Skandal skandal korupsi BUMN seperti Asuransi Jiwasraya, ASABRI dan di BPJS Ketenagakerjaan juga terbesar," tegasnya.

Diberitakan, BI melaporkan cadangan devisa per akhir bulan lalu sebesar US$ 138 miliar. Naik dibandingkan bulan sebelumnya yakni US$ 135,9 miliar.

Cadangan devisa US$ 138 miliar adalah yang tertinggi sepanjang sejarah modern Indonesia. Rekor sebelumnya tercipta pada Agustus 2020 yaitu US$ 137 miliar.

"Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 10,5 bulan impor atau 10,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," sebut laporan tertulis BI, Jumat (5/2/2021).

Peningkatan posisi cadangan devisa pada Januari 2021, lanjut laporan BI, terutama dipengaruhi oleh penerbitan global bonds pemerintah dan penerimaan pajak. Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga, seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam mendorong pemulihan ekonomi.(mr/bbs)

 

 

NID
191502