Skip to main content
x

Berbahayakah Pakai Kipas Angin? Antara Kipas Angin dan AC, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

KONFRONTASI -    Akhir-akhir ini cuaca di sejumlah wilayah, terasa lebih panas pada siang maupun malam hari. Udara yang panas membuat tubuh tidak nyaman saat beraktivitas. Kipas angin dan air conditioner (AC) atau penyejuk udara jadi solusi untuk menghilangkan rasa gerah.

Kipas angin memiliki harga yang relatif terjangkau dibandingkan AC. Namun, beberapa orang lebih memilih menggunakan penyejuk udara karena lebih dingin.

Namun manakah yang lebih baik bagi kesehatan? Apakah menggunakan kipas angin atau AC?

AC dinilai dapat mendinginkan ruangan dan membuat tubuh lebih segar, meskipun lingkungan di luar terasa panas. Sebabnya AC dapat membuat tubuh lebih nyaman untuk beraktivitas.

Suhu yang rendah di ruangan ber-AC juga mengurangi keberadaan serangga.

Selain itu, ruangan ber-AC biasanya akan selalu tertutup sehingga lebih sedikit terpapar polusi.

Lain halnya dengan kipas angin. Kipas angin cenderung memberi aliran angin saja. Jika udara di luar panas, maka akan tetap terasa. 

Dari sisi kesehatan, sebenarnya keduanya tidak ada masalah. Asal tetap memperhatikan beberapa hal dalam penggunaan kipas angin dan AC.

Jika menggunakan kipas angin, jangan arahkan langsung ke tubuh. Sebaiknya pantulkan angin agar berputar dalam ruangan. Dengan begitu ruangan akan menjadi sejuk dan sirkulasi udara lancar, sehingga udara yang dihirup tetap bersih. 

Sedangkan untuk AC, harus diimbangi oleh beberapa hal untuk mengurangi efek buruknya. Misal, gunakan lotion untuk menjaga kelembaban kulit, lebih banyak minum air putih, dan pastikan AC yang digunakan memiliki daya saring yang baik dan efektif.

Baik kipas angin maupun AC harus dalam keadaan bersih. Udara yang kotor karena debu dapat memperberat sistem pernapasan tubuh untuk menyaring kotoran.

Lantas, di antara kipas angin dan AC, manakah yang lebih sehat? Keduanya disesuaikan dengan kebutuhan.

Yang terpenting, selalu bersihkan kipas angin atau AC secara berkala agar bebas dari partikel debu menumpuk yang dapat menyebarkan polusi dan kuman.(Juft/TEMPO)