Skip to main content
x

Berbagai Kalangan Desak agar pemerintah Jokowi terima tawaran solusi Rizal Ramli untuk selamatkan Garuda Indonesia.

KONFRONTASI-  Berbagai kalangan mendesak Pemerintah Jokowi menerima tawaran tokoh nasional Dr. Rizal Ramli  menyelamatkan Garuda Indonesia tanpa imbalan materi ataupun jabatan melainkan hanya meminta  penghapusan Presidential Threshold (ambang batas pencalonan presiden) sesuai UUD1945, dan permintaan itu adalah aspirasi rakyat demi mewujudkan demokrasi substansial, untuk menggantikan demokrasii kriminal prosedural..

''Selama Presidential Threshold (ambang batas pencalonan presiden) itu 20 persen, maka DPR dan parpol parpol yang ada jelas dikuasai oligarki bisnis/finansial dan oligarki politik, maka harus dihapus menjadi Nol persen. Berbagai kalangan sudah mendesak agar pemerintah Jokowi menerima tawaran RR  itu. Catat bahwa angka 30 persen itu bertentangan diametral dengan UUD45, konstitusi kita,'' kata analis ekonomi-politik F Reinhard MA dan  peneliti CSRC UIN Jakarta Muhamad Nabil MA 

rr

DR. Rizal Ramli sangat yakin mampu mengatasi kesulitan Garuda Indonesia. Pada 2001, ia pernah menyelamatkan Garuda Indonesia yang dibuat bangkrut oleh kreditor.Hingga saat ini pemerintahan Jokowi tampaknya belum memiliki solusi mengatasi kesulitan Garuda Indonesia. Sebagaimana diketahui, Garuda Indonesia terancam bangkrut karena terlilit utang sebesar Rp 98,79 triliun yang terdiri dari utang jangka pendek Rp 32,51 triliun dan utang jangka panjang sebesar Rp 66,28 triliun.

RR mendukung langkah Peter Gontha membuka tabir skandal Garuda yang membuat maskapai penerbangan itu  merugi atau menuju bangkrut. RR pernah selamatkan Garuda dari kebangkrutan di masa lalu.

rr

RR dan putrinya

Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Arya Sinulingga, mendukung mantan komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Peter Gontha yang menyerahkan data penyewaan pesawat perusahaan pelat merah itu kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Kami sangat mendukung kalau benar Peter Gontha sudah memberikan data mengenai penyewaan pesawat ke KPK," ujar Arya dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 1 November 2021. "Kita dorong supaya mantan komisaris atau mantan direksi pada saat itu diperiksa saja untuk mengecek bagaimana dulu sampai penyewaan pesawat tersebut bisa terjadi."

Arya menjelaskan, permasalahan keuangan perusahaan penerbangan Garuda Indonesia merupakan kasus ugal-ugalan, terutama terkait penyewaan pesawat. Peter Gontha, menurut Arya, juga ikut dalam penyewaan pesawat tersebut dan menandatangani beberapa proyek, meskipun ada juga yang tidak ditandatangani.

 

 

AUDIT FORENSIK DAN MENYELURUH

Sejauh ini, Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga) mendesak pemerintah meminta Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK melakukan audit forensik terhadap semua proses pengadaan pesawat, mesin pesawat dan transaksi-transaksi lainnya di masa lalu dan masa kini dalam tubuh maskapai penerbangan Garuda Indonesia.

"Terkait dengan adanya indikasi terjadi praktek korupsi, pemerintah harus meminta BPK untuk melakukan audit forensik Garuda," ujar Ketua Harian Sekarga, Tomy Tampatty, dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Selasa 2 November 2021.

Hal ini disampaikan Sekarga menyikapi kondisi Garuda yang sedang terpuruk dan diambang kebangkrutan.

Untuk itu, Sekarga mengajak seluruh stakeholder dan seluruh anak bangsa untuk mendukung penyelamatan Garuda Indonesia. "Dengan semangat merah putih, kebangsaan dan rasa nasionalisme NKRI yang tinggi," kata Tomy.

 

Menurut dia, Garuda Indonesia wajib diselamatkan karena tidak bisa lepas dari nilai sejarah perjuangan Presiden Sukarno dan juga nilai sejarah pengorbanan masyarakat Aceh di awal kemerdekaan yang telah menyumbangkan hartanya kepada Presiden Sukarno untuk kepentingan pembelian pesawat pertama Indonesia type Dakota dengan nomor register  RI-001 Seulawah.

"Pesawat inilah yang menjadi cikal bakal flag carrier Garuda Indonesia Airways dan kemudian berubah namanya menjadi Garuda Indonesia," kata Tomy.

Terkait penyelesaian permasalahan Garuda Indonesia saat ini, menurut Tomy,  harus menyelesaikan permasalahan tersebut tetap dalam bingkai menjunjung tinggi nilai historikal. "Karena sejujurnya nilai historikal  Garuda Indonesia lebih tinggi dari nilai beban utang di masa lalu."

Jika dilihat dari aspek bisnis, kata Tomy, saat ini ada dua permasalahan besar Garuda Indonesia yaitu dampak dari pandemi Covid-19 dan dampak dari beban utang yang timbul karena salah kelola di masa lalu.

Terkait dengan dampak pandemi Covid-19, ujar Tomy,  semua lini bisnis di dunia termasuk  Indonesia semua terkena dampak, maka dari itu sudah sewajarnya negara atau pemerintah sebagai pemilik 60,54 persen saham membantu memberikan pinjaman modal kerja untuk kelangsungan kegiatan operasional.

"Dengan catatan, mulai dari sekarang ini semua bisnis proses harus dikelola secara transparan good corporate governance," kata Tomy.

Untuk masalah beban utang masa lalu, menurut Tomy, pemerintah dalam hal ini Menteri BUMN harus ikut bertanggung jawab. Sebab, yang mengangkat Dewan Direksi dan Dewan Komisaris serta yang menyetujui perencanaan pengadaan pesawat dan mesin pesawat di masa lalu.

Dan untuk kepentingan penyelesaian utang tersebut, kata Tomy, pemerintah  harus menyatakan menjamin semua utang tersebut, walaupun yang akan membayar atau menyicil adalah Garuda Indonesia dari hasil kegiatan operasional. "Kami optimis jika hal ini bisa terwujud."

Tomy mengatakan pernyataan jaminan dari negara ini sangat dibutuhkan karena untuk kepentingan membangun kembali rasa kepercayaan Kreditur, Lessor, Vendor dalam rangka melakukan restrukturisasi dan negosiasi.

"Kami sangat optimis akan kelangsungan Flag Carrier Garuda Indonesia ke depan setelah Covid-19 berlalu karena Garuda Indonesia sudah mempunyai modal besar yang lebih besar dari nilai hutang masa lalu, " ucap Tomy.

Modal besar Garuda, menurut Sekarga, Garuda memiliki brand yang cukup kuat dan dikenal di dalam maupun di dunia internasional dengan sumbe4r daya manusia yang berkualitas/standard maskapai kelas dunia.

Selain itu Garuda Indonesia sudah memiliki sistem kerja yang sistematis dan mature termasuk dalam hal perawatan pesawat dan keamanan yang sudah diakui di dunia Internasional dengan ditunjang oleh pelayanan awak kabin terbaik dengan selalu berkomitmen tinggi untuk menjaga safety, security, dan service.