Skip to main content
x

Anak Dibunuh dengan Sadis, Ibu Ini Tak Percaya Menantunya Jadi Dalang, Simak Wawancara Khususnya

KONFRONTASI -  Mantan perwira Polda Kepulauan Riau, AKBP Mindo Tampubolon yang divonis Mahkamah Agung penjara seumur hidup atas kasus pembunuhan terhadap istrinya, Putri Mega Umboh ditangkap aparat kejaksaan setelah 6 tahun buron.

AKBP Mindo Tampubolon ditangkap di kediamannya di daerah Jagabaya, Bandar Lampung, Selasa (25/6/2019).

Selama buron, Mindo ternyata tinggal bersama keluarga almarhum istrinya.

Bahkan mertuanya Getruida Winanda Mosse atau Getwin Mosse, ibu kandung almarhum Putri Mega Umboh, yakin menantunya tidak bersalah.

Apa yang mendasari keyakinan Getwien jika Mindo tidak bersalah?

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang duduk dan sepatu

 

Tribun: Sampai sekarang ibu tetap yakin menantu Anda (AKBP Mindo Tampubolon) tidak bersalah dalam kasus pembunuhan putri Anda sendiri, bisa dijelaskan?

Getwien: Kami keluarga yakin mantu kami tidak bersalah, sampai mati pun kami tetap yakin Mindo bukan pembunuhnya.

Karena ada beberapa alasan dan kejanggalan dari awal proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap sejumlah tersangka, dan beberapa kali BAP berubah-ubah.

Misalnya, ada BAP yang melibatkan dan meminta keterangan saksi sembilan satpam yang dinyatakan menjadi aktor dan dijadikan tersangka.

Namun belakangan dibebaskan karena tidak terbukti. Bahkan dari beberapa saksi satpam itu mendapatkan intimidasi dan dipukul, serta mendapat tekanan.

 

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih dan teks

Termasuk keanehan dari hasil pemeriksaan lie detector (alat pendeteksi kebohongan), jelas menyatakan keterangan yang disampaikan Ujang dan Rosma itu bohong.

Tribun: Bagaimana tanggapan Ibu selama menyaksikan proses persidangan di Batam, apakah ada kejanggalan dan kesaksian yang tidak sesuai fakta?

Getwien: Dari awal sidang yang kami ikuti dan hadir selama sekitar 1 tahun 1 bulan di Batam, tidak satupun alat bukti dan keterangan saksi menunjukkan dan membuktikan Mindo pelaku pembunuhan anak kami.

Mindo itu ditetapkan tersangka hanya berdasarkan pengakuan Ujang saja, tidak ada lainnya.

Tribun: Ibu tadi sampaikan bahwa kasus ini ada dugaan rekayasa. Apa kira-kira motifnya mengapa kasus ini direkayasa, dan siapa yang merekayasa?

Getwien: Ya kasus ini memang benar-benar direkayasa, tujuannya menjatuhkan karir mantu kami.

Namanya persaingan jabatan dan karir di kepolisian, mantu kami saat bertugas di sana (Batam) karirnya bisa dikatakan cukup cemerlang.

 

Gambar mungkin berisi: 1 orang

Kita tahu orangnya adalah dari rekan kepolisan Mindo sendiri, bisa kita sebut orangnya berinisial W.

Tribun: Setelah proses hukum semua dilalui apakah keluarga akan melakukan upaya Peninjauan Kembali (PK)?

Getwien: Sudah tentu kami keluarga akan mengajukan PK, untuk mencari keadilan sejati dan keadilan yang sebenar-benarnya. Karena kami yakin Mindo bukan pelakunya.

Karena sudah jelas Putusan Pengadilan Negeri Kota Batam 24 Mei 2012 menyatakan Mindo tidak terbukti bersalah terlibat dalam pembunuhan Putri Mega Umboh dan membebaskannya dari segala dakwaan.

 

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang tersenyum

Dan diperkuat dengan putusan Pengadilian Tinggi Pekanbaru, Riau, yang memvonis bebas Mindo, dan menyatakan Mindo tidak bersalah dan dibebaskan dari segala tuntutan.

Kalau Mindo pembunuhnya tidak perlu aparat yang membunuhnya, tapi sudah lama kami lakukan itu.

Tribun: Selama 6 tahun seperti yang dikatakan aparat Kejaksaan, Mindo berada di Lampung, bagaimana interaksi selama ini?

Getwien: Mindo selama ini tidak kabur, dia ada bersama kami, dia selalu berinterassi dengan kami. Dia selalu antar anaknya ke sekolah, dan selalu bersama anaknya.

Bahkan belum lama ini saat suami saya (James Umboh) ulang tahun dia (Mindo) yang pimpin doa.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang tersenyum

Tribun: Saat menantu Anda membuka usaha toko roti apakah ibu juga tahu?

Getwien: Kami tahu, karena awalnya toko roti itu buka di Jalan ZA Pagar Alam.

Kemudian dia pindah ke Jagabaya, karena ada orang yang jual rumah tua.

Dia sampaikan pada kami, ingin dibangun toko roti, kemudian dia buka di sana. Usahanya juga jatuh bangun.

Tribun: Sekarang Bapak Mindo sudah dibawa ke Kepri untuk menjalani proses hukum, apakah akan menjenguk ke sana?

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih dan orang berdiri

Getwien: Sampai saat ini dia masih dalam tahanan isolasi, tidak boleh dijengkuk, dan pasti kami akan besuk.

Beberapa hari lalu saya sudah telepon kerabat di Batam, minta tolong belikan dia bubur, karena dia itu sakit maag kronis, komplikasi, dan pernah dirawat di rumah sakit.

Tribun: Ibu tadi sampaikan Mindo pernah dirawat di rumah sakit, kapan itu dan dimana?

Getwien: Belum lama ini, saya kurang tahu persis kapannya, tapi belum lama ini. Ini bisa ditanya anaknya. K yang temani papanya, selama di rumah sakit.

Karena Mindo itu punya sakit maag kronis dan asam urat. K (anak Mindo) di Rumah Sakit Mardi Waluyo Jakarta tiga hari.

 

Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang duduk

Getwien: Sampai saat ini dia masih dalam tahanan isolasi, tidak boleh dijengkuk, dan pasti kami akan besuk.

Beberapa hari lalu saya sudah telepon kerabat di Batam, minta tolong belikan dia bubur, karena dia itu sakit maag kronis, komplikasi, dan pernah dirawat di rumah sakit.

Tribun: Ibu tadi sampaikan Mindo pernah dirawat di rumah sakit, kapan itu dan dimana?

Getwien: Belum lama ini, saya kurang tahu persis kapannya, tapi belum lama ini. Ini bisa ditanya anaknya. K yang temani papanya, selama di rumah sakit.

Karena Mindo itu punya sakit maag kronis dan asam urat. K (anak Mindo) di Rumah Sakit Mardi Waluyo Jakarta tiga hari.

 

Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri

Tribun: Setelah kehilangan Putri dan kini menantu juga ditahan, bagaimana dengan kondisi cucu ?

Getwien: Kondisi K sata ini baik, tapi kemarin sempat sakit.

Dia sangat kehilangan ayahnya. Karena selama ini dia cukup dekat dengan Mindo.

Apalagi dia kemarin melihat ayahnya ditangkap, dan dimasukkan ke sel, dia gak mau lepas.

Tribun: Harapan Ibu dengan proses penyelesaian kasus ini hingga tuntas seperti apa?

Getwien: Harapan kami keluarga, ingin penegak hukum benar-benar bisa menegakkan hukum.

Katakan yang benar itu benar, dan yang salah itu salah.

 

Kita juga minta penegak hukum tidak memanfaatkan kasus ini untuk tujuan jabatan dan karier, tolong kasihan dengan cucu kami, bagaimana jika mereka yang sedang mengalami nasib seperti ini.

Harapan lainnya kita minta media tidak membentuk opini dengan menyatakan Mindo sebagai pembunuh putri kami, itu tidak sesuai fakta.

Tolong ini demi keberlangsungan cucu kami, dia sangat kehilangan.

Dulu ibunya dibunuh dia lihat, sekarang bapaknya ditangkap juga di depan dia.(Jft/TribunJabar)

NID
163875