JAKARTA-Mobil Esemka yang diklaim sudah dipesan enam ribu unit pada 2012 lalu dianggap sebagai sebuah kebohongan publik paling fenomenal yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo.
Hal itu diungkit oleh Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM), Iwan Sumule dalam postingan di akun Twitternya @Ketum ProDEMnew yang berisi tulisan serta foto hasil tangkapan layar sebuah pemberitaan yang berjudul "Esemka Sudah Dipesan 6.000 Unit" pada 25 Februari 2012.
"Kebohongan publik paling fenomenal yang dilakukan presiden. Tentu akan dikenang sepanjang masa Republik," ujarnya dilansir RMOL, Kamis (3/11).
Menurut Iwan, Presiden Jokowi sudah sepatutnya diadili, dan dimintai pertanggungjawaban dari berbagai persoalan, termasuk persoalan korupsi dan lainnya.
"He must be removed immediately or Indonesia is getting worse. Iya gak sih?" pungkas Iwan.
Tangkapan layar berita detik.com terkait pesanan mobil Esemka pada 2012 silam |
Klaim Jokowi Soal Esemka
Untuk diketahui, pada 2012 silam Jokowi pernah mengklaim masyarakat yang memesan mobil Esemka terus bertambah. Angkanya ketika itu bahkan sudah mencapai 6.000 unit. Jika Esemka lolos uji laik jalan dan emisi, kota Solo dan sekitarnya akan menjadi target pertama untuk pemasaran Esemka.
"Kalau pemesanan saat ini sudah mencapai 6.000. Tapi untuk pertama akan kami jual di Solo Raya dulu, baru nanti ke Jawa Tengah. Dan kami tidak akan langsung menjual ke seluruh daerah," ujar Walikota Solo Joko Widodo di Jalan Fatmawati, Jakarta, Sabtu (25/2/2012).
Dipilihnya kota Solo dan wilayah Jawa Tengah sebagai daerah pertama bukan tanpa alasan. Soalnya Esemka sedang mempersiapkan after sales dari calon mobil nasional yang satu ini.
"karena kita harus melakukan persiapan bengkel dan diler. Lagi pula ini kan berasal dari Solo, dan kalau untuk SDM (Sumber Daya Manusia) itu berlipat. Karena banyak lulusan SMK yang tingkat mekanik, manager, atau kepala bengkel," ujarnya.
"Karena kendaraan ini hasil 'keroyokan', kami dibantu 23 SMK dan beberapa Home industri. Namun saat ini kami baru menguji satu model saja, kalau ini lolos yah gampang lainnya akan menyusul," tambahnya.
Jokowi juga mengatakan bahwa dirinya akan bersabar dan terus berusaha untuk bisa melahirkan kendaraan hasil dalam negeri.
"Saya akan sabar, yang penting kita punya brand indonesia. Kalau soal warna dan motif mah itu gampang. Yang penting kita akan punya kendaraan hasil anak bangsa. Dan uji coba ini kami lakukan agar kami(Esemka) tidak disebut sebagai kendaraan odong-odong," katanya. I rm/dtk
COMMENTS