20 November 2018

Zumi Zola

Jaksa Tuntut Zumi Zola 8 Tahun Penjara

KONFRONTASI-Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola dengan hukuman pidana penjara selama 8 tahun. Jaksa menilai Zumi terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa, berupa pidana penjara selama 8 tahun,” kata Jaksa KPK Iskandar Marwanto saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Kamis (8/11).

Zumi Zola Tahu Pemberian Uang 'Ketok Palu' ke DPRD

KONFRONTASI-Gubernur Jambi non-aktif Zumi Zola mengakui pemberian uang ke anggota DPRD Jambi sebagai uang "ketok palu" APBD 2017 dan 2018 sepengetahuan dirinya.

Saksi Sebut Sapi Kurban Zumi Zola Dibiayai dari Uang Gratifikasi

KONFRONTASI-Asrul Pandapotan Sihotang yang merupakan orang dekat Gubernur Jambi non-aktif Zumi Zola mengakui bahwa ada pembelian 25 ekor sapi kurban untuk Zumi Zola yang dibiayai oleh rekanan pemerintah provinsi Jambi.

Saksi Sebut Zumi Zola Terima USD30 Ribu dari Kontraktor untuk Biaya ke AS

KONFRONTASI-Persidangan terhadap Gubernur Jambi Nonaktif Zumi Zola di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta mengungkap fakta baru tentang aliran uang bagi politikus berlatar belakang pemain sinetron itu. Zumi pernah menerima uang USD 30 ribu dari para kontraktor di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi sebagai sangu kunjungannya ke Amerika Serikat.

Jaksa Dakwa Zumi Zola TerimaGRatifikasi Rp44 Miliar dan Alphard

KONFRONTASI- Jaksa KPK mendakwa Zumi Zola Zulkifli menerima gratifikasi total Rp 44 miliar. Gubernur Jambi nonaktif itu juga didakwa menerima Toyota Alphard.

"Zumi Zola Zulkifli telah melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan menerima gratifikasi," kata jaksa pada KPK Rini Triningsih saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (23/8/2018).

KPK Cermati Potensi TPPU Zumi Zola

KONFRONTASI-Gubernur Jambi Nonaktif Zumi Zola bakal menjalani sidang perdana sebagai terdakwadi Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta hari ini (23/8). Kini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga membidik mantan pemain sinetron itu dengan kasus lain.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Thony Saut Situmorang mengatakan, pihaknya akan terus mengembangkan perkara yang menjerat Zumi. "Saya lebih tertarik untuk melihat nanti selanjutnya setelah itu apa, begitu," kata Saut di gedung DPR, Jakarta, Kamis (23/8). 

Masa Penahanan Zumi Zola Diperpanjang

KONFRONTASI-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang penahanan Gubernur Jambi nonaktif, Zumi Zola, yang telah ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi penerimaan gratifikasi proyek-proyek di Provinsi Jambi.

KPK Dalami Peran Keluarga Zumi Zola Dalam Kasus Gratifikasi

KONFRONTASI-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami peran keluarga Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola terkait kasus tindak pidana korupsi penerimaan gratifikasi proyek-proyek di Dinas PUPR Provinsi Jambi.

Dalam kasus itu, KPK telah menetapkan Zumi Zola dan Plt Kepala Bidang Bina Marga PUPR Provinsi Jambi Arfan sebagai tersangka.

"Kan keluarga itu memang salah satu faktor yang perlu kami perhatikan. Makanya sebetulnya keluarga itu harus menyadarkan bukan membantu. Bukan membantu tindak pidana korupsi tetapi harus menyadarkan," kata Ketua KPK Agus Rahardjo di gedung KPK, Jakarta, Jumat.

Sebelumnya, KPK berturut-turut telah memeriksa Sherin Taria, istri Zumi pada Selasa (22/5), Hermina Djohar, ibu dari Zumi pada Rabu (23/5), dan Zumi Laza, adik dari Zumi pada Kamis (24/5).

Terhadap ketiganya, KPK terkait kepemilikan aset-aset tersangka dan dugaan penerimaan gratifikasi lainnya termasuk temuan uang di villa saat penggeledahan.

KPK pun pada Jumat (25/5) juga dijadwalkan memanggil Zulkifli Nurdin, ayah dari Zumi Zola sebagai saksi untuk tersangka Arfan dan Zumi. Zulkifli sendiri merupakan mantan Gubernur Jambi periode 1999-2005 dan 2005-2010.

Namun, yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan KPK dikarenakan sakit dengan mengirimkan surat melalui Penasihat Hukumnya. KPK akan menjadwalkan ulang pemanggilan terhadap Zulkifli.

Terkait pemanggilan keluarga Zumi, Agus pun menyatakan bahwa hal tersebut merupakan proses yang wajar.

"Selalu begitu kalau pemeriksaan di KPK, yang terkait dengan kasus itu siapa yang pernah berhubungan, siapa yang pernah membantu dalam proses transaksi itu selalu kan diperiksa. Diperiksa itu kan belum tentu yang bersangkutan kena proses hukum lebih lanjut. Mungkin hanya ditanya sebagai saksi, hanya untuk mengetahui sesuatu saja," ungkap Agus.

Gratifikasi yang diduga diterima Zumi dan Arfan adalah Rp6 miliar.

Tersangka Zumi baik bersama dengan Arfan maupun sendiri diduga menerima hadiah atau janji terkait proyek-proyek di Provinsi Jambi dan penerimaan lain dalam kurun jabatannya sebagai Gubernur Jambi periode 2016-2021 sejumlah sekitar Rp6 miliar.

KPK Panggil Tujuh Saksi Terkait Kasus Zumi Zola

KONFRONTASI-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin memanggil tujuh saksi dalam penyidikan kasus penerimaan gratifikasi terkait proyek-proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Jambi Tahun 2014-2017 dengan tersangka Zumi Zola, kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Masih Ingat Saat Zumi Zola Gebrak Meja Kala Sidak RS Dini Hari? Kini Berbanding Terbalik !

KONFRONTASI -  Memakai rompi oranye KPK, Zumi Zola tertunduk lemas. Pemandangan itu berbanding terbalik saat ia masih aktif menjadi Gubernur Jambi. Dengan gagahnya, ia sidak rumah sakit dini hari yang diwarnai gebrakan meja. Perawat dimarahi habis-habisan.
 

Pages