17 December 2018

Yaman

Yaman Kembali Bergolak, Bentrokan Baru Pecah di Kota Al-Hudaydah

KONFRONTASI-Bentrokan baru meletus pada Senin malam (10/12) antara pihak yang berperang di Yaman di dekat instalasi penting pemerintah di Kota Pelabuhan Al-Hudaydah, yang strategis, kata warga setempat kepada Xinhua.

Pasukan Pemerintah Yaman terlibat dalam bentrokan sengit bersenjata dengan gerilyawan Syiah Al-Houthi, yang didukung Iran, di daerah di sekitar Universitas Al-Hudaydah dan di bagian selatan kota tersebut, kata warga.

Perang Picu Kelaparan, Puluhan Ribu Anak di Yaman Jadi Korban

KONFRONTASI-Sebanyak 85.000 anak yang berusia di bawah lima tahun telah meninggal akibat kelaparan sejak perang meletus di negeri itu, kata Save the Children, satu kelompok hak asasi manusia, pada Rabu (21/11).

Dengan menggunakan data yang dikumpulkan oleh PBB, kelompok itu mendapati bahwa antara April 2015 dan Oktober 2018, sebanyak 84.701 anak yang berusia di bawah lima tahun meninggal akibat kasus gizi buruk sangat akut --atau kelaparan.

Indonesia Didesak Ikut Redam Konflik Yaman

KONFRONTASI  -   Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta pemerintah Indonesia untuk segera mengambil langkah diplomatis dan ikut andil dalam upaya menciptakan perdamaian di Yaman. Hal ini dikatakan Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj, mencermati peristiwa bentrokan yang terjadi antara loyalis pemerintah Yaman dengan Kelompok Pemberontak Houthi di Kota Hudaidah, Yaman.

“Konflik ini telah menelan korban 142 jiwa termasuk anak-anak dan perempuan,” kata Kiai Said melalui siaran pers yang diterima “PR”, Selasa 13 November 2018.

Seruan AS Dicuekin, Saudi Kembali Bombardir Yaman, Warga Sipil Terjebak

KONFRONTASI-Seruan gencatan senjata Amerika Serikat (AS) ternyata tidak membuat Yaman tenang. Kota Hodeidah kembali menjadi palagan Selasa (6/11). Pasukan koalisi yang dipimpin militer Arab Saudi menggempur kota pelabuhan utama di Laut Merah tersebut. Mereka berusaha merebut Hodeidah dari tangan pemberontak Houthi.

"Orang-orang terjebak di dalam rumah selama berjam-jam karena baku tembak. Tapi, rumah pun sebenarnya tidak aman," ujar Baseem Al Janani, penduduk Hodeidah, kepada The Guardian kemarin, Rabu (7/11).

Ancaman Kelaparan Hantui Yaman, PBB Desak Gencatan Senjata

KONFRONTASI-Wakil Sekretaris Jenderal PBB Urusan Kemanusiaan Mark Lowcok baru-baru ini menuntut gencatan senjata kemanusiaan di Yaman guna menghindari kelaparan, yang membayang.

Lowcock, yang memperingatkan mengenai "bahaya nyata dan ada mengenai kelaparan yang mengancam dan sangat luas yang menenggelamkan Yaman", meminta bantuan Dewan Keamanan PBB berkaitan dengan gencatan senjata kemanusiaan dan tindakan lain.

Bocah-bocah Yaman Dalam Ancaman Kelaparan dan Kematian

KONFRONTASI-Ratusan ribu anak-anak Yaman bisa meninggal jika serangan-serangan baru merusak atau menutup sementara pelabuhan penting Hudaidah, kata "Save the Children" pada Rabu, setelah pertempuran sengit di kawasan itu terjadi lagi.

Gizi Buruk Hantui Bocah-bocah di Yaman

KONFRONTASI-Wijdan Mohammed Hussein baru berusia empat tahun, tapi wajahnya kelihatan sepuluh kali lebih tua daripada usianya yang sebenarnya!

Dengan tubuh kecil dan kurus-kerempeng, anak perempuan itu tak duduk sendiri.

Wijdan termasuk di antara 1,8 juta anak penderita gizi buruk yang berjuang untuk bertahan hidup di Yaman --yang diporak-porandakan perang dan menjadi tempat Dana Anak PBB (UNICEF) memperingatkan bahwa jumlah anak yang kekurangan gizi bertambah setiap hari.

Wijdan dibawa oleh ibunya ke Rumah Sakit Ibu dan Anak As-Sabeen di Ibu Kota Yaman, Sana`a, yang dikuasai gerilyawan, setelah menempuh perjalanan jauh dari Al-Mahathirah --desa yang terletak jauh dan terpencil di Provinsi Saada.

"Ayahnya meninggal akibat kelaparan dua bulan lalu," kata Karimah Hussein, ibu Wijdan, kepada Xinhua.

"Ia selalu terserang flu, sakit perut, muntah dan diare," kata sang ibu.

Wanita tersebut, dengan suara rendah, mengatakan bahwa perang dan serangan udara yang terus berlangsung telah merusak setiap pertanian dan semua jenis usaha di desanya dan sekitarnya.

"Saya telah menjual apa saja untuk membayar ongkos taksi ke rumah sakit sebab kebanyakan pusat kesehatan di Saada telah hancur," kata ibu itu.

Dokter Elham Abdulaziz mengatakan Wijdan menderita gizi buruk akut, amoebiasis (infeksi akibat amuba) dan radang di dada.

"Ia berada dalam kondisi kritis," kata dr. Abdulaziz, saat memeriksa Wijdan.

"Jumlah anak penderita gizi buruk bertambah setiap hari selama perang dan blokade ekonomi berlangsung terus," kata dokter itu. Ia menambahkan rumah sakit tempatnya bekerja menerima sampai 90 pasien serupa setiap hari.

Di dalam koridor Rumah Sakit Ibu dan Anak As-Sabeen, sebanyak 20 keluarga --yang membawa anak mereka yang tampak jelas menderita gizi buruk-- menunggu perawatan.

Kebanyakan anak-anak tersebut datang dari desa terpencil yang berada jauh di Provinsi Hajjah, Bayda, Raymah, Hodeidah, Jawf, Amran dan Mahweet.

Koalisi Pimpinan Saudi Akui Serangan Udaranya Tewaskan Anak-anak di Yaman

KONFRONTASI-Koalisi yang dipimpin Arab Saudi di Yaman mengakui serangan udara yang menewaskan puluhan orang, termasuk anak-anak di sebuah bus. Koalisi Arab mengatakan serangan itu tidak dapat dibenarkan dan berjanji untuk meminta pertanggung jawaban siapa pun yang berkontribusi terhadap kesalahan itu.

Pengakuan langka ini mengikuti tekanan internasional, termasuk dari sekutu, untuk berbuat lebih banyak membatasi korban sipil dalam perang saudara 3,5 tahun. Perang di Yaman telah menewaskan lebih dari 10.000 orang dan mendorong negara yang sudah miskin itu ke jurang kelaparan.

Koalisi Arab mengatakan pada saat serangan udara 9 Agustus di sebuah pasar di Provinsi Saada menargetkan peluncur rudal yang digunakan untuk menyerang Arab Saudi selatan sehari sebelumnya. Koalisi Arab menuduh Houthi menggunakan anak-anak sebagai perisai manusia.

Tim Penilai Insiden Bersama (JIAT), sebuah badan investigasi yang dibentuk oleh koalisi Arab, mengatakan bahwa serangan itu didasarkan pada informasi intelijen yang menunjukkan bus itu membawa pemimpin Houthi, target militer yang sah. Tetapi penundaan dalam melaksanakan penyerangan dan penerimaan perintah tidak menyerang harus diselidiki lebih lanjut.

"Ada penundaan yang jelas dalam mempersiapkan jet tempur pada waktu dan tempat yang sesuai, sehingga kehilangan (peluang) untuk menargetkan bus ini sebagai target militer di area terbuka untuk menghindari kerusakan tambahan," kata penasihat hukum JIAT, Mansour Ahmed al-Mansour kepada wartawan di Ibu Kota Saudi.

"Tim percaya bahwa pasukan koalisi harus segera meninjau penerapan aturan keterlibatan mereka untuk memastikan kepatuhan," tambahnya seperti dikutip dari Reuters, Minggu (2/9/2018).

Serangan Udara Koalisi Pimpinan Saudi Tewaskan 26 Warga Yaman

KONFRONTASI-Milisi Al-Houthi di Yaman pada Kamis menyatakan serangan udara sekutu pimpinan Saudi menewaskan 26 warga, sementara media pemerintah di UAE, anggota sekutu, melaporkan serangan Houthi di daerah sama menewaskan satu orang dan mencederai puluhan.

Gerilyawan Al Houthi Akui Serang Kapal Saudi di Pantai Barat

KONFRONTASI-Gerilyawan Syiah Yaman, Al-Houthi, di dalam satu pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita Saba --yang dikuasai Al-Houthi, mengatakan mereka menyerang satu kapal perang Arab Saudi di lepas pantai Yaman Barat pada Rabu (25/7).

Pages