6 April 2020

Xi Jinping

Mantan Bos Properti Hilang Setelah Sebut Xi Jinping "Badut" Terkait Penanganan Corona

KONFRONTASI-Seorang mantan eksekutif properti bepengaruh di China menyebut Presiden Xi Jinping sebagai "badut" atas pidatonya bulan lalu tentang upaya pemerintah dalam memerangi virus corona baru, COVID-19. Mantan bos properti itu kini dilaporkan hilang.

Tiga temannya mengonfirmasi kepada Reuters atas hilangnya mantan bos properti bernama Ren Zhiqiang tersebut pada Minggu (15/3/2020).

Telepon Xi Jinping

Oleh: M Rizal Fadillah

 

Rakyat Indonesia telah mendengar pernyataan Presiden Jokowi yang katanya telah menelpon Presiden China Xi Jin Ping. Percakapannya berisi dua hal yaitu pertama empati rasa duka atas wabah virus corona di China dan kedua menawarkan bantuan untuk mengatasi wabah tersebut.

Rasanya rakyat Indonesia tidak terlalu gembira. Ini disebabkan skeptisme kemampuan negara Indonesia untuk membantu. Netizen berseloroh Pak Presiden saja yang berangkat ke China sendiri untuk membantu.

Xi Jinping Telepon Trump, Yakinkan China Bisa Kalahkan Corona

KONFRONTASI-Presiden China Xi Jinping meyakinkan Presiden AS bahwa negaranya melakukan semua yang dapat dilakukan untuk menaklukkan virus corona tipe baru yang telah menewaskan hampir 640 orang, termasuk seorang dokter yang mencoba memberi peringatan namun diancam oleh polisi.

China secara bertahap telah mencatat kemajuan dan yakin dapat mengalahkan epidemi tanpa konsekuensi jangka panjang terhadap pembangunan ekonomi, kata Xi kepada Presiden Donald Trump melalui sambungan telepon, seperti dilaporkan stasiun televisi negara.

Bagaimana Xi Jinping Menjelma Jadi Mao Zedong KW II

Konstitusi baru Cina menyejajarkan Jinping dengan Mao. Ironisnya, gerakan neo-Maois justru direpresi.

 

KONFRONTASI -   Republik Rakyat Cina (RRC) punya dua tokoh legendaris yang dikultuskan bak nabi: Mao Zedong, sang pendiri negara, dan Deng Xiaoping, pemimpin tertinggi yang berkuasa selama era 70-an hingga 90-an.

Revolusi Jamban ala Presiden Cina Xi Jinping

Xi Jinping menganggap toilet sebagai barometer kemajuan sebuah peradaban.

 

Presiden Xi Jinping Ancam Hancurkan Negara yang Coba Memecah China

KONFRONTASI -  Presiden China Xi Jinping memperingatkan bahwa setiap upaya untuk memecah belah China akan dihancurkan di tengah tantangan politik akibat aksi protes berbulan-bulan di Hong Kong dan kritik AS atas perlakuannya terhadap kelompok minoritas muslim.

"Siapa pun yang mencoba memecah belah  China di bagian mana pun di negara itu akan berakhir dengan kehancuran yang mengenaskan," kata Xi saat bertemu dengan Perdana Menteri Nepal KP Sharma Oli kemarin seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Senin (14/10/2019). 

 

KTT G20 Bawa Angin Segar Bagi Huawei

Konfrontasi - Donald Trump mengatakan dia setuju perusahaan Amerika Serikat menjual produknya lagi kepada Huawei, setelah bertemu Xi Jinping di sela KTT G20.

"Kami membahas banyak hal. Kami membahas Huawei. Satu hal yang saya izinkan adalah banyak orang terkejut bahwa kami menjual kepada Huawei sejumlah besar produk yang masuk ke berbagai produk yang mereka miliki," kata Trump dalam konferensi usai bertemu Xi Jinping, seperti dilaporkan South China Morning Post, Sabtu, 29 Juni 2019.

Trump dan Xi Jinping Bakal Bahas Perang Dagang di Jepang

KONFRONTASI -  Pemerintah Amerika Serikat terbuka untuk melanjutkan negosiasi untuk mengakhiri perang dagang dengan Cina.

 
Ini akan tergantung pada pertemuan Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden Cina, Xi Jinping di Forum G20, yang akan berlangsung akhir Juni 2019.

Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, mengatakan negaranya akan melanjutkan kenaikan tarif jika tidak tercapai kesepakatan dengan Cina.


Baca juga: Akan Bertemu Trump, Kim Jong Un ke Cina Temui Xi Jinping

Diancam China, Taiwan Santai Saja

KONFRONTASI-Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen menanggapi dengan santai ancaman yang disampaikan oleh Presiden China, Xi Jinping. Sebelumnya, pemimpin China itu mengatakan, Beijing memiliki hak untuk menggunakan kekuatan untuk membawa Taiwan kembali di bawah kendali mereka.

Tsai mengatakan, Taipei tidak akan menerima pengaturan politik satu negara, dua sistem dengan China. Dia lalu mengatakan, jika China benar-benar ingin melakukan pembicaraan, Taiwan selalu siap.

Menko Perekonomian Sebut Rupiah Masih Punya Peluang Untuk Penguatan

Konfrontasi - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan mata uang rupiah masih berpotensi untuk melanjutkan momentum penguatan, asalkan tidak ada kondisi eksternal yang bergejolak.

“Kita masih punya ruang untuk penguatan rupiah, masih bisa tembus ke arah Rp13.000an. Dengan catatan tidak ada yang aneh-aneh,” ujar Darmin saat ditemui di Jakarta, Jumat (30/11/2018).

Pages