25 May 2019

Warih w subekti

Ini Dia Tampang Penggagas " Angkatan Penyair Facebook" di Media Online

KONFRONTASI-Ada banyak komplain saat pertama kali dia menggulirkan gagasan/ide "Angkatan Penyair Facebook" di media online, ini satu hal yang wajar dan bisa dimaklumi menginggat setiap gagasan disetiap sektor ataupun cabang kehidupan pasti ada yang pro dan kontra, akan tetapi semua itu ditanggapinya dengan tenang dan cool yang akhirnya menimbulkan banyak empaty dan juga simpaty dari banyak pihak dan meminta bergabung dalam gagasan yang digulirkan hingga saat ini.

Puisi-puisi Lia : Pagi Perawan, Serindu Rindu dan Kunang-kunang di Hatimu

Pagi Perawan

Pagi yang perawan pecah dihujam derasnya hujan....

Ber'akhir sudah kemarau dibulan Aktober.....

Gerimis hatiku...
Basah tubuhku....

(Singapura 14 Oktober 2015)

 

Serindu Rindu

Rindu serindu rindunya hati ini hanya untukmu....

Jika ini memang rindu bilakah kita bertemu untuk menuai rindu itu....

Rinduku padamu adalah kerinduan yang mengharu biru....

Temu Sastra Indonesia Malaysia (TSIM) 2015, Kesan Seorang Jurnalis

Konfrontasi-Saya hadir di lokasi Penginapan para peserta Temu Sastra Indonesia Malaysia (TSIM) 2015 di Kampung Pago Ciwidey , Jumat Tanggal (18/9), Sampai di lokasi hari sudah malam hampir jam 23.00. dari terminal Soreang, kami naik ojek dengan medan yang sungguh mengasyikan jalanan berkelok-kelok dan terus menanjak tinggi badan terasa diayun dan terbang, untung kami sudah terbiasa menempuh medan serupa dengan kendaraan sepeda motor, saya punya pengalaman seperti ini di Sukabumi saat menjadi Tim Ses Caleg DPR RI.

Puisi-Puisi Shirley Idris : Parade Sejuta Puisi Penyair Facebook (PSPPF)

KUMAL KOTA KEAKUANKU

Hening dan lingau

melenyai tulang kudrat yang makin rapuh

riak ...

menghempas gelora yang payah

sebuah perjuangan yang diperjuangkan

musnah dalam gulungan hari

lemah lungai tiada keruan.

 

Mengenang sebuah hikayat

peribumi yang walang

kumal dalam mahsyur

ketamakan untung dunia .

 

Ini jalan yang harus diteruskan

jalan yang mencari kebebasan

jalan watan tertulis peradaban

"Kenapa Sastra Bulan Gelap?", Catatan Pendek Untuk Badan Bahasa

Konfrontasi-Saat memenuhi undangan Rapat Kerja di Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Kemendikbud di IPSC Sentul, Rabu (19/8), Sedari awal saya sudah tergelitik untuk mengomentari tajuk yang telah digariskan walau samar yakni "Sastra Bulan Gelap", alasan yang disampaikan Kepala Badan Bahasa Dra Yeyen Maryani M.Hum, bahwa judul di atas belum baku dan bisa diubah, intinya mencari judul yang beda dan memberi rasa penasaran pada khalayak untuk menengok atau bila mungkin berkenan terlibat pada event tersebut.

Suatu Hari dalam Kehidupan Hilda Winar

Konfrontasi-Satu kali saya pernah bertemu dengan Hilda Winar di Gothe Institute di Jl. Sam Ratulangi Menteng Jakarta Pusat, saat itu ada peluncuran buku ' Dongeng Negeri Ini' yang dieditori Dhenok Kristianti, saya tak berbincang-bincang bahkan hanya berjabatan tangan saja.

Puisi-puisi Muzakir Kasim Rahalus : Parade Sejuta Puisi Penyair Facebook (PSPPF)

Man(usia) ...

Aku lakilaki yang dikejar usia.
Aku lakilaki yang dikejar senja.

Aku lakilaki yang dikejar pengap
Aku lakilaki yang dikejar gelap

Aku lakilaki yang dikejar terang
Aku lakilaki yang dikejar benang

Aku man(usia)
Aku manusia
Takut usia

Aku
Mengejar usia,
senja,
pengap,
gelap,
terang,
benang.

Aku dan mereka
Kejar kejaran di atas tanah,
Hingga terjatuh di dalam tanah.

"Aamiieen ... " teriak para penonton di gundukan tanah.

29, Juli 2015.

 

Puisi-puisi Ribut Achwandi : Parade Sejuta Puisi Penyair Facebook( PSPPF)

SEORANG LELAKI PENGEMBARA

ditinggalkannya kekasih di ujung waktu
mengembara lelaki mengitari waktu
tak ada lagi tempat berdiam
menghindari sengat cahaya matahari
dibiarkan pula dingin udara menusuk ngilu

dihapusnya jejak kata-kata
pada halaman-halaman usai
dipungutnya nama-nama dalam ingatan
membungkusnya dengan sehelai daun
menjadilah bekal semangat terus membara

Puisi-puisi Novy Noorhayati Syahfida : Parade Sejuta Puisi Penyair Facebook (PSPPF)

RINDU BELUM USAI

ada yang tersesat di ranting waktu
kata-kata, luruh mengabu
ketika separuh hati yang perih
ditikam sunyi yang paling lirih
berlembar-lembar sajak kerinduan
telah sempurna ditahbiskan
namun hasrat tak pernah usai, tak menjadi selesai

Sepanjang Kedoya-Ciledug, 2 Juli 2015 (E)

SESEKALI

Puisi-puisi Heru Tock : Parade Sejuta Puisi Penyair Facebook (PSPPF)

LANTAS SIAPA BERLALU

siapakah yang telah berlalu?

taman kembali sepi
daundaun berlari mengejar cahaya
kursi sendiri, mencatat sunyi diantara kerlip angin dan pohon beringin

bulu mata yang rindu
adalah istirah membaca waktu yang hilang

"hai..gunung di dadaku terlalu angkuh berdiri, memanggilmanggil matahari tuk sembunyi, dan kau berlari dari kursi itu"

Pages