14 October 2019

Utang

Menkeu Ingatkan soal Gagal Bayar Utang Swasta, Rizal Ramli: Menteri "Terbalik", Utang Pemerintah pun Terbesar!

KONFRONTASI- Menteri Keuangan Sri Mulyani seakan lempar batu sembunyi tangan terkait dengan potensi gagar bayar utang. Baru-baru 

Terbitkan SUN, Pemerintah Tambah Utang Rp23 Triliun Pekan Ini

KONFRONTASI- Kementerian Keuangan menarik utang sebesar Rp23,25 triliun yang berasal dari penerbitan tujuh seri Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa (10/9).

Dikutip dari laman resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu, Rabu (10/9), tujuh seri SUN ini terdiri atas lima seri SUN yakni FR0081, FR0082, FR0080, FR0079, dan FR0076 dan dua seri Surat Perbendaharaan Negara (SPN) yakni SPN03191211 dan SPN12200911.

Rizal Ramli Cemaskan Terjadi “Creeping Crises” (Krisis merangkak)

KONFRONTASI- Krisis merangkak (Creeping Crises)  terjadi jika indikator macro terus merosot, daya beli melemah dan perusahaan yang gagal bayar (default) dan ‘zombie’ semakin banyak. Jika kelemahan makro bersamaan dengan kelemahan mikro, terjadilah krisis. Apalagi faktor global mengarah resesi. Ini bisa berbahaya bagi pemerintahan Jokowi.

40 Persen Surat Utang Dikuasai Asing, Pemerintah Pusing, Ekonomi Bisa Terbanting

KONFRONTASI-Porsi kepemilikan asing yang besar dari total Surat Utang Negara (SUN) yang beredar mulai membuat pemerintah tidak nyaman dan khawatir.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan, porsi kepemilikan asing pada Surat Berharga Negara (SBN) sudah mencapai lebih dari 40 persen. Hal ini, menurut dia, meningkatkan risiko bagi perekonomian Indonesia.

"Sekali goyang (perekonomian), mereka bisa langsung keluar. Ekonomi kita (bisa) terbanting," ujar Darmin, Jumat (9/8).

Rizal Ramli: Quatro-deficits makin besar, Waspadai, Tanda Krisis Mendekati Kita

KONFRONTASI - Tanda-tanda krisis mendekat semakin terang saja. PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) mengakui adanya potensi gagal bayar (default) urat utang anak usaha US$300 juta. Masalah keuangan juga dialami PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN).

Petaka Bunga Utang Ketinggian dari Para Menteri “Terbalik”

KONFRONTASI-Periode pertama pemerintahan Jokowi ditutup dengan pengumuman BPS (15/7) yang menyebutkan defisit neraca perdagangan semester I 2019 sebesar minus USD 1,9 miliar.

Media-media menyebut bahwa besaran minus USD 1,9 miliar ini adalah defisit neraca perdagangan yang terburuk semasa pemerintahan Jokowi.

Bahasa sederhananya: petaka. Inilah kiranya salah satu hasil “kerja, kerja, kerja” dari seluruh tim ekonomi Kabinet Jokowi periode yang pertama.

Indonesia Hadapi Krisis Kepemimpinan, Ekonomi Terpuruk, Daya Beli Rakyat Memburuk dan Utang Terus Bertumpuk. Jokowi Gagal, Sri Mulyani Gagal

KONFRONTASI- Indonesia Hadapi krisis kepemimpinan, Ekonomi terpuruk, daya Beli rakyat buruk dan utang terus Bertumpuk. Jokowi gagal, Menkeu Sri Mulyani Gagal, 

Sudah sering tokoh nasional/Ekonom senior Rizal Ramli (RR) menegaskan, ekonomi sudah lampu kuning karena deficit neraca berjalan (current account) terus berlangsung, sementara utang menggunung. 

Fuad Bawazier: Baru Menkeu Sri Mulyani yang tidak tahu persis Utangnya dipakai utk Apa?

KONFRONTASI- Mantan Menkue Fuad Bawazier mengungkaokan kegelisahannya bahwa semua menteri keuangan sampai  dengan Kabinet Presiden Megawati tahu persis utk apa atau digunakan untuk apa setiap utang yang ditarik. ''Baru Menteri Keuangan Sri Mulyani yang tidak tahu persis utangnya dipakai utk apa. Bagaimana tanggung jawab moralnya ya? Menyedihkan,'' ungkap Fuad. Menkeu Sri tidak pernah terbuka ke publik untuk apa utangnya yang menggunung dan yield bunganya tinggi itu.

Rezim Jokowi Rapuh: Utang Menkeu Sri Mulyani untuk Apa, Tidak Jelas!

KONFRONTASI- Mantan Menkue Fuad Bawazier mengungkaokan kegelisahannya bahwa semua menteri keuangan sampai  dengan Kabinet Presiden Megawati tahu persis utk apa atau digunakan untuk apa setiap utang yang ditarik. ''Baru Menteri Keuangan Sri Mulyani yg tidak tahu persis utangnya dipakai utk apa. Bagaimana tanggung jawab moralnya ya? Menyedihkan,'' ungkap Fuad. Menkeu Sri tidak pernah terbuka ke publik untuk apa utangnya yang menggunung dan yield bunganya tinggi itu.

Sri Mulyani Sebut China Siapkan Pendanaan Khusus untuk Indonesia

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan hasil pertemuan G-20 yang berlangsung di Osaka beberapa waktu lalu. Khususnya pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping.

Menurut Sri Mulyani dalam pertemuan tersebut china siap membantu Indonesia dalam melakukan pembangunan. Salah satu caranya adalah dengan memberikan spesial fund atan pendanaan khusus.

Pages