18 June 2019

Ukraina

Presiden Baru Ukraina Pecat 15 Gubernur

KONFRONTASI-Presiden Ukraina yang baru terpilih Volodymyr Zelenskiy memecat 15 gubernur dalam pemerintahannya. Selain 15 gubernur, Zelenskiy juga memecat dua wakil kepala Dinas Keamanan Ukraina (SBU), dan enam kepala cabang SBU pada pemerintahannya selama pemecatan massal yang dimulai Selasa (11/6). Zelenskiy memecat sejumlah pejabat SBU, termasuk dua wakil kepalanya Oleh Frolov dan Vladyslav Kosynskyi. 

Ukraina Tangkap Delapan Personel Intelijen Rusia

KONFRONTASI-Layanan keamanan Ukraina, SBU, mengatakan telah menangkap delapan personel pasukan intelijen Rusia yang bertanggung jawab atas percobaan pembunuhan mata-mata militer Ukraina. Menurut SBU, rencana pembunuhan itu akan dijalankan saat pemilihan presiden pada hari Minggu.

Berhasil Tahan Portugal, Ini Kata Shevchenko

Konfrontasi - Pelatih Tim Nasional (Timnas) Ukraina, Andriy Shevchenko, merasa puas timnya mampu menahan imbang Portugal di laga perdana Kualifikasi Piala Eropa 2020. Bermain di kandang Portugal, Ukraina mampu menahan imbang dengan skor kacamata.

Shevchenko mengatakan hasil tersebut sesuai dengan harapannya. Terutama dalam permainan bertahan yang membuat Ukraina tak kebobolan pada laga kali ini. Hasil ini pun dipandang positif oleh Shevchenko karena membawa pulang satu poin di markas sang juara bertahan.

Diplomat Militer Klaim Ukraina Mampu Buat Nuklir Sendiri

Konfrontasi - Ukraina memiliki semua kapasitas yang diperlukan, baik intelektual maupun organisasional, untuk membuat bom nuklirnya sendiri. Klaim ini disampaikan diplomat militer Kiev, Peter Garaschuk.

Garaschuk, dalam wawancaranya di stasiun televisi Ukraina; Obozrevatel TV, mengatakan negaranya tidak hanya mampu membuat bom atom, tetapi juga hulu ledak nuklir untuk rudal balistik.

Pemimpin Pemberontak Ukraina Tewas Dalam Sebuah Ledakan di Kafe

KONFRONTASI-Pemimpin pemberontak dukungan Rusia di kawasan Donetsk, Ukraina timur, tewas dalam ledakan di kafe pada Jumat.

Peristiwa tersebut menyebabkan Rusia menuduh Ukraina membunuhnya sementara Kiev menyalahkan pertikaian di antara pemberontak.

Kementerian Luar Negeri Rusia menuding Ukraina membunuh pemimpin pemberontak Alexander Zakharchenko, yang mencoba melancarkan perang baru di bagian timur Ukraina, tapi Kiev menyatakan tidak punya kaitan apa pun dengan ledakan tersebut.

Pembantu Zakharchenko mengatakan pemberontak melihat peningkatan gerakan kendaraan lapis baja Ukraina menuju kawasan yang ingin memisahkan diri itu, kata kantor berita Ria. Militer Ukraina menolak pernyataan itu.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut pembunuhan itu kejahatan "pengecut" yang bertujuan membuat perdamaian regional yang rentan tidak stabil, tetapi dia tak menuduh Kiev berada di belakang ledakan itu, demikian Reuters melaporkan.

Zakharchenko, 42 tahun, yang memimpin Republik Rakyat Donetsk dan diproklamasikan sendiri sejak tahun 2014, "menderita luka-luka akibat ledakan itu di pusat Donetsk," demikian pemerintah separatis dalam satu pernyataan.

Pemberontak dukungan Rusia mengangkat senjata terhadap pemerintah pusat Ukraina dalam pergolakan setelah para pemimpin pro Barat yang ditentang Moskow naik ke tampuk kekuasaan di Kiev, ibu kota Ukraina, tahun 2014.

Gencatan senjata yang ditengahi internasional berlaku tahun 2015, menghentikan pertempuran berskala besar, kendati masih terjadi penembakan di garis depan antara kelompok separatis dan pasukan Ukraina.

Dalam telegram berisi ucapan belasungkawa dari Kremlin, Putin memuji Zakharchenko sebagai pemimpin rakyat sejati dan patriot.

"Pembunuhan pengecut Alexander Zakharchenko adalah bukti lebih jauh: mereka yang telah memilih jalan teror, kekerasan dan penyebarluasan ketakutan tidak ingin mengusahakan solusi politik damai atas konflik itu," katanya. Dia tak menyebutkan siapa orang-orang tersebut.

Perusahaan Ukraina Ungkap Kebocoran Data Yang Dialami Media ABC

Konfrontasi - Sebuah perusahaan keamanan dunia maya asal Ukraina telah menemukan tempat penyimpanan tersembunyi dari file ABC Commercial (departemen komersial dari media Australia ‘ABC’) yang tidak aman, yang disebut-sebut berisi dua tahun cadangan database, alamat email dan kata sandi acak.

File-file itu ditemukan oleh firma cybersecurity (keamanan dunia maya) Kromtech pada layanan internet yang tak terkonfigurasi dengan benar.

Perusahaan tersebut pada awalnya berusaha untuk memeringatkan ABC terhadap pelanggaran data tersebut pada hari Rabu (15/11/2017).

Kepala komunikasi Kromtech, Bob Diachenko, mengatakan, perusahaan tersebut menemukan data yang bisa diakses publik secara tidak sengaja menggunakan alat pencarian sederhana.

"Kami menggunakan mesin pencari publik, dan alat ini memungkinkan Anda untuk mencari database terbuka yang terhubung ke internet," kata Diachenko.

"Jadi kami melakukan pencarian ... dan salah satu tautan yang kami lihat adalah tautan ke departemen komersial ABC."

Kromtech mengatakan bahwa data yang terpapar mencakup 1.800 cadangan database ABC Commercial, serta permintaan yang dikirim oleh produsen TV luar negeri ke ABC untuk melisensikan kontennya.

Data tersebut disimpan di layanan penyimpanan komersial yang digunakan secara luas milik raksasa internet Amazon, yang disebut Amazon S3.

Juru bicara ABC mengatakan, perusahaan media ini diberitahu tentang "paparan data" tersebut pada 16 November dan tim teknologi mereka "bergerak untuk memecahkan masalah ini segera setelah mereka mengetahuinya".

Datanya sudah tak bisa diakses lagi oleh publik. Juru bicara ABC telah ditanyai tentang berapa lama file tersebut tersedia dan tidak aman, namun belum ada jawaban yang diberikan.

Diachenko mengatakan, siapa saja bisa berpotensi mengakses data jika mereka tahu -atau bisa menebak -nama folder tempat penyimpanannya.

"Itu terbuka untuk umum, dan yang lebih mengkhawatirkan adalah tidak hanya data publik yang ada di sana, tapi juga data pribadi, yang seharusnya tidak berada dalam konfigurasi seperti itu," jelasnya.

"Itu tidak memerlukan kata sandi apapun. Anda tinggal memasukkan tautan ke browser Anda dan Anda akan menerima akses.”

"Jika Anda adalah orang jahat dan menargetkan misalnya ABC atau perusahaan lain, Anda bisa mencoba mendapatkan ekstensi paling populer yang digunakan oleh administrator untuk ... mendapatkan akses."

Terkait Ukraina, Rusia Boikot Kompetisi Eurovision

KONFRONTASI - Stasiun televisi pemerintah Rusia mengatakan akan memboikot kompetisi lagu Eurovision tahun ini setelah negara penyelenggara, Ukraina, mengatakan akan melarang kontestan Rusia itu untuk berpartisipasi.

Sementara itu, Moskow telah menolak dua kemungkinan kompromi yang ditawarkan pihak penyelenggara.

Ukraina mengatakan penyanyi Rusia, Yulia Samoylova, tidak diperbolehkan datang ke Kiev untuk mengikuti kompetisi itu bulan depan karena ia pernah tampil di Krimea setelah wilayah itu dicaplok oleh Rusia.

Rusia Gunakan Virus Baru untuk Serang Infrastruktur Ukraina

KONFRONTASI-Para peretas Rusia yang disponsori negara telah menggunakan jenis virus baru yang dirancang untuk menyerang infrastruktur penting Ukraina seperti pembangkit listrik dan sistem keuangan, kata seorang pejabat keamanan nasional Ukraina seperti dikutip Reuters.

Disebut "telebots", virus baru ini tidak seperti malware pada umumnya karena dirancang untuk mencuri data pribadi dan menyerang lembaga-lembaga spesifik, kata Oleksandr Tkachuk, kepala keamanan siber Ukraina.

Ukraina Tes Rudal, Rusia Murka

KONFRONTASI-Militer Ukraina pada Kamis (1/12/2016) mempersiapkan diri untuk melakukan uji coba rudal di dekat Crimea. Rusia marah dengan menempatkan pasukan pertahanan udara pada posisi siaga tinggi di Crimea.

Sebelum krisis Ukraina pecah tahun 2014, Crimea merupakan bagian dari Kiev. Namun, saat krisis Ukraina terjadi, rakyat Crimea menggelar referendum untuk memisahkan diri dari Ukraina dan memilih bergabung dengan Rusia.

Ukraina Peroleh Layanan Bebas Visa dari Uni Eropa

KONFRONTASI-Negara-negara Uni Eropa (UE), Kamis, sepakat memberikan layanan bebas visa untuk warga negara Ukraina seperti yang sudah lama didambakan oleh Kiev, guna mempererat hubungan di tengah konflik dengan pemberontak pro-Rusia di wilayah timur negara tersebut.

Pemberian layanan bebas visa tersebut merupakan bagian dari perjanjian kemitraan UE-Ukraina yang ditandatangani pada 2014 ketika negara pecahan Uni Soviet tersebut membuat geram Moskow dengan mendekati negara-negara Barat.

Pages