22 February 2018

Twitter

Komentar Presiden Jokowi Setelah Dikartu Kuning Ketua BEM UI

Konfrontasi - Presiden Joko Widodo menanggapi aksi mahasiswa yang mengangkat buku kuning saat dirinya baru selesai memberikan sambutan pada Dies Natalis ke-68 Universitas Indonesia di Balairung Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Jumat (2/2/2018).

“Ya yang namanya aktivis muda, ya namanya mahasiswa, dinamika seperti itu biasalah. Saya kira ada yg mengingatkan itu bagus sekali,” ujar Presiden kepada wartawan di Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (3/2/2018).

Undang Perwakilan BEM UI Ke Asmat

Presiden menambahkan, akan mengundang perwakilan dari BEM UI untuk berkunjung ke Papua untuk melihat medan yang dihadapi dan penanganan kesehatan secara langsung oleh pemerintah.

“Mungkin nanti saya akan kirim, mungkin ketua dan anggota BEM UI untuk ke Asmat. Biar lihat bagaimana medan yang ada di sana, kemudian problem-problem besar yang kita hadapi di daerah-daerah terutama di Papua,” kata Presiden melalui Deputi Biro Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, Sabtu (3/2/2018).

Sebelumnya, Pemberian kartu kuning yang dilakukan oleh Ketua BEM UI kepada Jokowi menjadi pembicaraan di kalangan warganet.

Hingga kabar ini mendapat tanggapan dari akun Twitter @papua_satu.

Akun yang mengatakan berkediaman di Papua ini mengatakan, "Jika tenaga medis dijadikan alasan memberi kartu kuning pada Pak Presiden @jokowi maka kami mengundang dokter dokter muda @univ_indonesia untuk praktek di pedalaman Papua, jangan hanya banyak bicara saja di Jakarta sana. Cc @PemprovPapua @KedokteranUI #KartuKuningJokowi"

Akun ini juga melakukan pembelaan kepada Jokowi. Dirinya mengatakan Jokowi sudah melindungi suku Asmat, dan kasus gizi buruk di sana sudah teratasi.

Lagi, Penganiayaan Terhadap Ulama Kembali Terjadi Hingga Meninggal Dunia

Konfrontasi - Lagi-lagi kasus penganiayaan terhadap ulama terus dan kembali terjadi. Kali ini, penganiayaan yang menyebabkan tewas menimpa ustadz Prawoto yang merupakan Komandan Brigade Pimpinan Pusat Persatuan Islam.

Dari informasi yang ramai di dunia maya melalui twitter dikabarkan dianiaya oleh orang yang tidak dikenal, Dan peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada waktu Subuh.

“Setelah dirawat di RS, Korban Meninggal Dunia” ujar twit @Muslim_Bersatu1.

Jutaan Akun Twitter Menghilang, Kok Bisa?

KONFRONTASI-Lebih dari sejuta pengikut akun-akun milik tokoh terkenal hilang dari Twitter, bersamaan dengan kritikan terhadap perusahaan tersebut dan penyelidikan oleh pemerintah Amerika Serikat karena masalah akun palsu.

Tags: 

Anggun C Sasmi Bantah Ada Persaingan dengan Agnez Mo

Konfrontasi - Anggun Cipta Sasmi membantah bahwa dirinya memiliki persaingan tersendiri dengan Agnez Mo. Hal itu disampaikan langsung oleh Anggun melalui akun Twitter-nya setelah dipicu oleh kabar yang menyebut bahwa hubungan keduanya tidak akur.

“Aku tidak mengerti mengapa orang-orang melihat kami sebagai kompetitor. Aku sangat menghormati Agnez, dia sangat berbakat & aku berharap yang terbaik, selalu,” tulis Anggun.

Twitter Tidak akan Blokir Akun Pemimpin Dunia Meski "Kontroversial"

Konfrontasi - Twitter pada Jumat (5/1), mengumumkan tidak akan memblokir akun milik para pemimpin dunia bahkan meski pernyataan mereka "kontroversial", mengutip perlunya mendukung "percakapan publik" tentang isu politik.

Pengumuman itu muncul beberapa hari setelah cuitan dari Presiden Donald Trump yang mengisyaratkan penggunaan senjata nuklir AS yang menuai kritik bahwa jejaring sosial tersebut mengizinkan adanya ancaman aksi kekerasan.

Pemerintah Kejar Twitter dan Facebook untuk Segera Bayar Pajak

Konfrontasi - Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan akan terus mengejar perusahaan layanan digital berbasis internet (Over The Top/OTT) seperti Facebook dan Twitter untuk membayar kewajiban perpajakan di Indonesia.

Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan persuasif kepada perusahaan tersebut agar mematuhi kewajiban pajak. Menurutnya, hal ini pernah juga dilakukan terhadap perusahaan layanan digital terbesar, yakni Google.

Waduh, Twitter Sandiaga Uno Isinya Bully Semua

Konfrontasi - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno hadir dan menyerahkan hadiah kepada pemenang kompetisi Jakarta Open Data Challenge HackJak 2017 di Bappeda, Jakarta.

HackJak merupakan perlombaan untuk memanfaatkan data yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta. Tujuan dari HackJak adalah mendorong DKI Jakarta agar menjadi open city melalui open government.

Pemanfaatan data ini dibuat dalam 3 bidang perlombaan yakni hackaton, visualthon, dan designathon.

Kepala Bappeda DKI Tuti Kusumawaty mengatakan, jumlah peserta lomba HackJak dari tahun ke tahun meningkat. Pada 2017, peserta HackJak bertambah drastis dalam waktu dua hari saat tweet tentang kompetisi HackJak di retweet Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Bapak Wagub (Sandi) tidak retweet. Mungkin kalau tahun depan retweet pesertanya tambah banyak," ujar Tuti saat sambutan.

Sandi pun terlihat bingung mendengar pernyataan tersebut. Saat pidato pun Sandi memberikan keterangan mengenai peristiwa tersebut.

"Kalau minta retweet Ibu nanti bilang saya saja ya, soalnya twitter saya isinya bully semua," ucap Sandiaga yang sontak disambut tawa audiens.

Sandi pun menjelaskan maksud pernyataannya tersebut.

"Lihat aja twitter saya isinya. Twitter saya ketutup kan semua. Jadi kemarin Bu Tuti bilang 'Pak Gub nge-retweet, mungkin kalau Pak Sandi nge-retweet lebih banyak pesertanya. Jadi saya bilang mohon maaf Bu nggak keliatan kali isinya ketutup twitter saya banyak yang gitulah," tutur Sandiaga.

Dasar Tukang Rusuh, Trump Sindir Tiga Presiden Amerika Sebelumnya Soal Yerusalem

Konfrontasi - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengkritik para pedahulunya soal Yerusalem. Tiga presiden AS sebelumnya, Bill Clinton, George W Bush dan Barack Obama disebut Trump tidak pernah menepati janji soal pemindahan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem.

"Saya memenuhi janji kampanye saya -- yang lain tidak!" kicau Trump via akun Twitter pribadinya, @realDonaldTrump, seperti dilansir AFP, Sabtu (9/12/2017). 

Pejabat Inggris Serang Donald Trump di Twitter

Konfrontasi - Tidak hanya dengan para seteru Amerika Serikat (AS), Presiden Donald Trump pun pandai memancing masalah dengan sekutu-sekutunya. Lewat Twitter, tentu saja.

Kali ini giliran Inggris yang jadi sasaran. Akibatnya, taipan 71 tahun tersebut terlibat adu argumen dengan Perdana Menteri (PM) Theresa May di jagat maya.

Rabu (29/11) lalu, Trump mengunggah ulang tiga video yang sebelumnya diunggah Wakil Ketua Partai Britain First Jayda Fransen. Partai itu memang dikenal sangat antimuslim dan anti-imigran.

Tiga video tersebut berisi aktivitas tidak terpuji individu atau kelompok muslim. ’’Tidak seharusnya seorang presiden melakukan semua itu,’’ kata James Slack, kepala humas sekaligus jubir Downing Street 10. Dia mewakili May yang sedang melawat ke Timur Tengah.

Komentar Slack tersebut membuat Trump tersinggung. Presiden ke-45 AS yang tidak bisa lepas dari Twitter itu pun langsung berkomentar balik.

’’Jangan fokus kepada saya. Fokus saja pada terorisme Islam radikal yang destruktif dan mulai mengambil alih Inggris. Kami baik-baik saja dengan semua itu,’’ cuit ayah Ivanka tersebut.

Sayang, cuitan yang sarat sindiran itu Trump alamatkan ke akun @theresamay. Padahal, itu bukan akun resmi May. Saat ditelusuri, pemilik akun @theresamay adalah orang lain yang kebetulan punya nama depan dan tengah yang sama, sedangkan nama keluarga alias nama belakangnya berbeda.

Akun tersebut juga hanya punya enam follower. Begitu menyadari kesalahannya, Trump langsung menghapus cuitan itu.

Dia lantas mengirim ulang cuitannya tersebut ke @theresa_may yang merupakan akun resmi May. Dalam hitungan detik, cuitan itu dibaca sekitar 426.000 follower sang PM.

Termasuk Wali Kota London Sadiq Khan, Menteri Dalam Negeri Amber Rudd, dan sejumlah politisi pemerintah yang duduk di parlemen. Mereka tidak terima dengan penilaian Trump dan langsung menumpahkan amarah mereka di Twitter.

’’Setiap hari terjadi penembakan masal di negara Anda. Angka pembunuhan di sana berkali lipat lebih banyak daripada Inggris. Skema asuransi kesehatan di negeri Anda memalukan. Anda juga tidak berhasil meloloskan gagasan Anda di Kongres yang dikuasai partai Anda,’’ tulis Brendan Cox, suami Jo Cox, politikus Inggris yang dibunuh ekstremis sayap kanan pada 2016, lewat akun pribadinya.

Menteri Urusan Pemerintah dan Masyarakat Lokal Sajid Javid juga mengecam Trump lewat Twitter.

’’Jadi, POTUS (President of the United States) lebih mendukung ideologi organisasi rasis yang mendasarkan pandangannya pada kebencian dan permusuhan seperti itu. Mereka membenci saya dan kaum saya,’’ kata politikus muslim tersebut. Dia merasa terhina dan tidak akan diam saja.

Lebih ekstrem daripada Cox atau Javid, Khan mendesak May membatalkan undangan untuk Trump. ’’Setelah insiden ini, jadi lebih jelas bahwa Inggris tidak memerlukan kunjungan kenegaraan Presiden Trump,’’ tulis wali kota muslim pertama London itu di Twitter.

Dia lantas mengimbau May membatalkan undangan tersebut. Dia yakin sebagian besar publik Inggris sepakat dengan dirinya.

Ketua Partai Demokrat Liberal Vince Cable juga mendesak May bersikap tegas terhadap Trump. ’’Beliau harus bisa membuat Trump minta maaf secara terbuka kepada publik Inggris atas penghinaan yang dilakukannya itu,’’ ungkapnya.

Ditanya Lebih Enak Zaman Jokowi atau Pak Harto, Kakek Ini Beri Jawaban Tak Terduga

Konfrontasi - Jawaban mengejutkan seorang kakek-kakek ketika ditanya enak zaman kepemimpinan presiden siapa bikin hebioh dunia maya.

Jawaban kakek-kakek ini diabadikan lewat video pendek dan beredar di media sosial. Video ini diunggah oleh akun Twitter Capres Abadi atau @P3n3j4j4h, Sabtu (25/11/2017).

Video itu menujukan pria paruh baya memakai batik. Kakek ini bernama Lasimin.

Pages