20 January 2020

Turki

Erdogan Kritik PBB dan Barat Soal Kejahatan Israel

KONFRONTASI - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, mengkritik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan negara-negara Barat karena membiarkan kejahatan rezim Zionis Israel.

Menurut laporan Today's Zaman, Erdogan dalam pidatonya di forum Uni Parlemen Negara Islam (PUIC) di Istanbul, Rabu (21/1/2015), mengatakan ketika Israel membantai lebih dari 2.500 perempuan dan anak-anak Palestina tahun lalu, semua negara Barat dan PBB bungkam terhadap tindakan terorisme itu, berbeda saat serangan terjadi di Paris.

Erdogan: Kartunis Charlie Hebdo Rasis

KONFRONTASI - - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menduga kartunis majalah satir Charlie Hebdo adalah seorang ateis. Sebab, jika bukan ateis, kata Erdogan, para kartunis Charlie Hebdo akan menghormati yang sakral bagi agama Islam.

"Jika tidak, (gambar sampul Charlie Hebdo) itu berarti itu adalah provokasi, yang dapat diberikan sanksi hukuman," katanya saat pertemuan dengan pengusaha di Ankara, Turki, Jumat (16/1) seperti dikutip dari laman Al Jazeera. 

Soal Charlie Hebdo, Erdogan Sebut Dunia Barat Munafik

KONFRONTASI-Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam kemunafikan Barat, yang menggelar pawai besar-besaran untuk menghormati korban pembantaian Charlie Hebdo tapi menerima pembantai seperti PM Israel Benjamin Netanyahu dalam acara itu.

"Bagaimana bisa seorang pria yang membunuh 25 ribu anak-anak Palestina di Jalur Gaza datang ke acara itu," ujar Erdogan saat bertemu Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas.

"Netanyahu tidak datang ke Paris untuk berduka. Sebagai pemimpin negara teroris, ia datang untuk berpesta," lanjut Erdogan.

Erdogan: Turki akan Terus Dukung Palestina Merdeka

KONFRONTASI - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Senin (12/1) mengatakan Turki akan terus mendukung rakyat Palestina untuk bisa mendirikan Negara Merdeka.

"Keinginan terbesar Turki ialah menyaksikan Negara Palestina Merdeka dengan perbatasan sebelum 1967 dan Jerusalem sebagai ibu kotanya. Turki akan terus mendukung rakyat Palestina untuk mewujudkan sasaran ini," kata Erdogan dalam satu taklimat bersama dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, yang sedang berkunjung, di Ibu Kota Turki, Ankara, setelah pembicaraan resmi mereka.

Heboh, Turki Klaim Batik Megamendung

KONFRONTASI - Warisan budaya Indonesia, batik, kembali diklaim oleh bangsa asing. Kali ini Turki yang kepincut oleh pesona batik bermotif megamendung asal Cirebon, Jawa Barat.

Di media sosial, para netizen ramai membicarakan batik megamendung yang diklaim Turki. Seorang pengguna Path, Inggrid, mem-posting foto batik megamendung berwarna biru dan hitam yang berlabel "Turki Limited Edition"

TFF Cabut Izin Pembatasan Pemain Asing di Turki

Konfrontasi - Federasi Sepak Bola Turki telah mencabut pembatasan jumlah pemain asing yang diizinkan tampil, sebagai usaha untuk mengekang harga pemain-pemain lokal yang naik dan meningkatkan level kompetisi permainan.

Langkah itu, yang diumumkan pada Senin malam waktu setempat, mengizinkan klub-klub untuk memiliki 14 pemain domestik dan 14 pemain asing dalam tim mereka yang berisi 28 pemain, sehingga 11 pemain asing dapat dimainkan dalam satu pertandingan.

Sebelumnya maksimal hanya enam pemain yang diizinkan bermain dalam satu waktu.

Pengungsi Suriah di Turki Sangat Ingin Pulang

Konfrontasi - Saat musin dingin mendekat, ribuan pengungsi Suriah yang tinggal di kamp yang dikelola oleh Pemerintah Turki, menjadi makin ingin pulang ke rumah mereka, kata Ali Isel, pengungsi Suriah yang diamputasi di Kamp Hatay.

Isel mengatakan ia memiliki lahan pertanian di Suriah dan kehilangan semua hartanya ketika ia mengungsi ke Turki. "Sangat aman di sini, tapi kami berharap bisa pulang ke tanah air kami dan memiliki kehidupan yang lebih baik di sana," kata Isel akhir pekan lalu.

Arkeolog Temukan Alat Batu Tertua Di Turki

Konfrontasi -  Peneliti menemukan batu tertua dalam sejarah umat manusia. Batu prasejarah membantu penelitian arkeologi mata panah, mata tombak, dan batu penggiling.

Turki Bantu Fidel Castro Bangun Masjid Pertama

Konfrontasi - Albertao Gonzales Casals, duta besar Kuba untuk Turki, membawa kabar baik bagi Muslim di negeri Fidel Castro.

"Muslim punya hak memiliki masjid, dan pemerintah Turki akan membantu pembangunannya."

Pernyataan Casals disampaikan dalam wawancara live dengan NTV dan dipublikasikan World Bulletin, pekan lalu.

Rencana pembangunan masjid di Kuba kali pertama dikemukakan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, saat mengemukakan teori pelaut Muslim yang kali perama menemukan Benua Amerika.

Beasiswa Ke Turki, 15 Siswa Sultra Siap Berangkat

Konfrontasi - Tahun 2015 Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara akan bekerja sama dengan Pemerintah Negara Turki dalam bidang pendidikan, rencananya Pemprov Sultra akan mengirim 15 siswa untuk melanjutkan pendidikan sarjana di Turki.

Kadis Pendidikan dan kebudayaan Sultra, Damsid di Kendari, Jumat (19/12), mengatakan mereka yang akan dikirim untuk menempuh pendidikan guru tenaga pengajar melalui Yayasan PASIAD yang rencananya akan hadir di Sultra.

Pages