22 May 2018

Turki

Puluhan Tersangka Anggota ISIS Ditangkap di Istanbul

KONFRONTASI-Polisi Turki menahan puluhan tersangka anggota ISIS dalam operasi penindakan yang menyasar kelompok ekstremis itu di Istanbul menurut lansiran kantor berita swasta Dogan, Selasa.

Polisi antiteror menggerebek 19 lokasi di belasan distrik pada Senin malam, menahan 54 tersangka untuk diinterogasi di markas polisi kota tersebut menurut laporan Dogan. Polisi menduga mereka berencana pergi ke negara tetangga Suriah.

Puluhan Warga Palestina Dibantai, Turki Usir Dubes Israel

KONFRONTASI-Turki mengatakan kepada duta besar Israel untuk meninggalkan negara itu pada Selasa, setelah pasukan Israel membunuh 60 warga Palestina selama unjuk rasa di perbatasan Gaza terhadap pembukaan kedutaan besar Amerika Serikat di Yerusalem.

Turki menjadi salah satu pengecam paling lantang atas tanggapan Israel terhadap unjuk rasa Gaza dan pemindahan kedutaan Amerika Serikat, menarik duta besarnya dari Tel Aviv dan Washington, serta menyerukan pertemuan darurat negara Islam, Jumat.

Presiden Turki, Tayyip Erdogan, menyebut pertumpahan darah, Senin, sebagai yang paling mematikan bagi warga Palestina sejak perang Gaza pada 2014, pemunahan dan menyebut Israel negara teroris. Pemerintahannya menyatakan tiga hari berkabung.

"Duta besar Israel diberitahu bahwa utusan kami untuk Israel dipanggil kembali untuk konsultasi dan diberitahu bahwa akan lebih baik baginya untuk kembali ke negaranya untuk beberapa waktu," kata sumber Kementerian Luar Negeri Turki.

Juru bicara pemerintah, Bekir Bozdag, mengatakan kepada parlemen, Turki menganggap Amerika Serikat sama-sama bertanggung jawab atas kekerasan, Senin.

"Darah orang-orang Palestina yang tidak bersalah ada di tangan Amerika Serikat," katanya, "Amerika Serikat adalah bagian dari masalah, bukan solusi."

Hubungan Ankara dengan Washington, dua sekutu NATO, sangat tegang atas pemindahan kedutaan itu, ketidaksepakatan mengenai penempatan militer di Suriah utara, dan kasus pengadilan terhadap warga negara Turki dan Amerika Serikat di masing-masing negara.

Terdapat demonstrasi melawan Israel di Istanbul dan di Ankara. Erdogan, yang berkampanye untuk pemilihan presiden dan parlemen bulan depan, mengatakan unjuk rasa akan diadakan pada Jumat untuk memprotes pembunuhan tersebut.

Persoalan Palestina menggerakkan banyak orang Turki, termasuk dengan pemilih nasionalis dan religius yang membentuk basis dukungan Erdogan.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan di Twitter, Erdogan tidak dalam posisi untuk mengajarkan moralitas kepada mereka, karena dia mendukung gerakan Islamis Palestina Hamas yang memerintah Gaza. "Tidak ada keraguan bahwa dia memahami terorisme dan pembantaian," kata Netanyahu.

Erdogan mencuit kembali, Netanyahu adalah pemimpin negara apartheid yang telah menduduki tanah rakyat yang tidak berdaya selama 60 tahun lebih, yang melanggar resolusi PBB, dengan menambahkan dia mengkritik Turki yang membiaskan perhatian.

"Ingin pelajaran dalam kemanusiaan? Baca Sepuluh Perintah Tuhan," katanya.

Erdogan: Keputusan AS Mundur dari Perundingan Nuklir Iran Bikin Negara Berkembang Menderita

KONFRONTASI-Presiden Turki, Tayyip Erdogan menyatakan, Amerika Serikat (AS) akan menciptakan masalah baru, baik dari segi politik ataupun dari segi ekonomi dengan mundur dari kesepakatan nuklir Iran. 

Turki akan Balas AS Jika Batalkan Penjualan Senjata

KONFRONTASI-Turki akan membalas jika Amerika Serikat menghentikan penjualan senjatanya ke negara itu. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu seperti dilaporkan Reuters, hari ini.

3 Negara Bahas Bahas Konflik Suriah di Ankara

KONFRONTASI -  Turki akan menjadi tuan rumah pertemuan trilateral Turki, Rusia dan Iran guna membahas persoalan perang Suriah yang sudah berlangsung tujuh tahun.

Perang saudara di Suriah sejatinya sudah berlangsung sejak 2011 menyusul dimulainya kerusuhan yang terinspirasi dari Arab Spring yang digaungkan Amerika Serikat pada tahun 2010 di masa kepemimpinan Barack Obama.

Israel Makin Brutal, Erdogan Sebut Netanyahu Teroris

KONFRONTASI - Kritik Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan terhadap kejahatan Israel atas rakyat Palestina telah memicu adu mulut antara dirinya dengan Perdana Menteri rezim Zionis, Benjamin Netanyahu.

Seperti dikutip Farsnews, Erdogan pada hari Ahad (1/4/2018) mengatakan, Netanyahu adalah seorang teroris yang lemah dan senjata nuklir tidak dapat membantunya.

Erdogan Ancam Kerahkan Tentara ke Irak

KONFRONTASI - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan, mungkin suatu hari kami akan melakukan serangan ke daerah Sinjar di Irak Utara secara mendadak.

Pemerintah Ankara berkali-kali mengklaim bahwa para anasir Partai Pekerja Kurdi (PKK) berlindung di daerah pengunungan Qandil dan Sinjar di Irak Utara. Militer Turki telah meluncurkan beberapa kali serangan udara ke daerah tersebut selama beberapa tahun terakhir.

Turki Sebut AS Pendukung Utama PKK

KONFRONTASI - Ketua Partai Gerakan Nasional Turki, Devlet Bahceli menyebut Amerika Serikat sebagai pendukung terbesar Partai Pekerja Kurdi (PKK).

The Star Online seperti dikutip IRNA, Rabu (28/3/2018) melaporkan, Bahceli dalam pertemuan di parlemen Turki mengatakan, AS adalah pendukung utama PKK dan Partai Uni Demokratik Kurdi Suriah (PYD).

Dia menuturkan, tujuan PKK dan PYD adalah mendirikan pemerintahan teror di Suriah Utara dengan mengandalkan pendukung utama mereka yaitu AS, akan tetapi Turki bertekad menggagalkan rencana ini.

Erdogan Desak AS Tarik Gerilyawan Kurdi dari Efrat

KONFRONTASI-Presiden Tukri Tayyip Erdogan pada Jumat (16/3) menyerukan Amerika Serikat (AS) harus menarik gerilyawan Kurdi Suriah dari timur sungai Efrat di Suriah. Seruan ini disampaikan Erdogan sebagai syarat jika AS ingin bekerja sama dengan Turki.

Turki dan Qatar Gelar Pertemuan Bahas Isu Regional

KONFRONTASI - Menteri pertahanan Turki dan Qatar bertemu di Doha untuk membahas kerja sama di bidang militer dan pertahanan, juga berdiskusi membicarakan mekanisme penumpasan terorisme dan penanganan radikalisme.

Pages