23 January 2019

trisakti

Rizal Ramli Beri Pesan Istimewa untuk HUT ke-46 PDI-P: Kembalilah ke Trisakti, Tinggalkan Pragmatisme, Neoliberalisme

KONFRONTASI- Ketua Umum PDI-Perjuangan, Megawati Soekarnoputri berencana melakukan dialog dengan para kader dan simpatisan partai.

Kisah Rizal Ramli Dipermalukan Jokowi dan Dizalimi

KONFRONTASI-  Kisah kehidupan para tokoh besar selalu menginspirasi, sejarah dipenuhi oleh puluhan ribu orang yang telah membuat perbedaan dan perubahan-perubahan penting. Di antara mereka ada tokoh-tokoh yang muncul di dalam kontroversi, menempuh proses di luar rata-rata kehidupan orang biasa, mengalami tekanan dan berbagai kesulitan untuk akhirnya keluar menjadi pemenang atas apa yang diyakininya sebagai sebuah kebenaran.

Sri Mulyani (IMF/World Bank, Neoliberalisme) vs Rizal Ramli (Trisakti, Ekonomi Konstitusi): Pertarungan akibat Gagal Ekonomi Jokowi

KONFRONTASI- Pertarungan akbar, perdebatan dua mazhab besar ekonomi tampaknya akan terjadi sebentar lagi. Yaitu antara mazhab ekonomi neoliberal yang diwakili Sri Mulyani, Menteri Keuangan (IMF/World Bank, Neoliberalisme) , dan mazhab konstitusi/Nasionalisme  yang diwakili Rizal Ramli (Trisakti,Ekonomi Konstitusi). RR mengusung Trisakti  Soekarno dan pasal 33 UUD45 asli yang dicampakkan sejak era Orde Baru sampai era Jokowi kini. Pertarungan gagasan RR vs Sri Mulyani itu muncul akibat gagalnya ekonomi Jokowi-JK.

Rizal Ramli Pangkas Utang, Genjot Pertumbuhan Ekonomi era Presiden Gus Dur

KONFRONTASI-  Trisakti, pasal 33 UUD45  dan Nawa Cita telah dilakukan oleh Rizal Ramli era Presiden Gus Dur, teknokrat senior secara nyata. Sungguh, Indonesia hampir saja menjadi bangsa dan negara besar yang benar-benar bisa “bercahaya” dan berdikari di bidang ekonomi. Yakni ketika KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjadi presiden ke-4 di negeri ini. Ketika itu, Gus Dur  dengan Menko Ekuin Rizal Ramli dan Menteri Kwik Kian Gie mampu mengurangi beban Utang Luar Negeri (ULN) sebesar lebih dari 4 Miliar US Dolar.

Trisakti dan Nawacita Omong Kosong: Istana Negara jadi Tempat "Perselingkuhan" Penguasa dengan Neoliberal

KONFRONTASI - Menolak kebijakan neoliberalisme, gabungan organisasi aktivis berdemonstrasi di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

Massa aksi terdiri dari Prodem, Serikat Pekerja Online (Spidol), Serikat Pekerja Online se Indonesia (SPOSI), Federasi Serikat Buruh Kimia Industri Umum Farmasi dan Kesehatan (FSB Kikeas).

"Di Istana Negara, di situlah letak jantung para neoliberal, jangan biarkan neolib mengambil hak kita," teriak salah satu orator, Istana Merdeka, Jakarta, Senin, (19/3).

Implementasi Trisakti Bung Karno secara Benar, maka Pasti RI Disegani Dunia, tegas Rizal Ramli

KONFRONTASI- "Ajaran pendiri bangsa tentang Trisakti, dan Nawa Cita, Marhaenisme, bila diimplementasikan secara benar, maka dipastikan Indonesia akan menjadi bangsa yang besar dan disegani negara lain" ungkap tokoh nasional/teknokrat senior  Dr  Rizal Ramli.

Rizal Ramli Prihatin: Utang Rp4700 Trilyun. Mikirkah Menkeu Neolib Sri Mulyani untuk Membayarnya?

KONFRONTASI- Utang akibat Neoliberalisme ekonomi mencapai R$p4700 trilyun atau US$350 miliar. Dengan melemahnya rupiah, utang dan bunganya naik lagi, sungguh mencemaskan.  Mikirkah  Menkeu Sri Mulyani untuk membayarnya? Lalu rakyat dikejar pajak, dunia usaha dikejar pajak,  para pegawai negeri/pensiunan dikejar pajak dan sengsaralah bangsa ini untuk dipaksa membayar utang dengan cara diperas lewat pajak. Bagaimana dan dari mana rakyat sanggup bayar utang yang ugal-ugalan dan ngawur itu?

Rizal Ramli: Trisakti dan Nawa Cita Dibunuh Neoliberalisme Sri Mulyani dkk

KONFRONTASI- Tokoh nasional dan capres rakyat Dr Rizal Ramli sangat prihatin dan sedih bahwa  Nawa Cita, Trisakti Presiden Soekarno  dan ekonomi rakyat dibunuh Neoliberalisme (baca: Neokolonialisme)   Menkeu neolib Sri Mulyani-Menko Darmin Nasution-Meneg BUMN Rini Soemarno. Tim Neolib  telah gagal dan ambruk karena ekonomi memburuk, rupiah terus melemah dan daya beli rakyat terpuruk, dengan beban utang Rp4700 trilyun. Dan besarnya nominal utang Indonesia menjadi keresahan dan  kekhawatiran rakyat banyak yang berpendidikan SLTA dan perguruan tinggi.

Reshuffle: Relawan Jokowi Minta Presiden Kembali ke Nawa Cita/Trisakti. Rizal Ramli Teknokrat yang Kredibel dan Mampu Wujudkan Itu, ungkap peneliti

KONFRONTASI-  Jelang reshuffle, pelbagai media massa, termasuk media ini tak bosan menyarankan Jokowi mengambil langkah konstruktif dan korektif untuk perbaiki ekonomi yang terpuruk, mengatasi disparitas ekonomi dan kesenjangan/ketidakadilan agar tak  jadi bom waktu di masa depan. Istana harus  sadar Rezim Joko Widodo (Jokowi) tidak mampu mengurus negara menjadi lebih baik karena yang terjadi munculnya Neoliberalisme dan  berbagai kericuhan dalam mengelola pemerintahan.

Jaringan '98: Bebaskan Aktivis BEM SI, Wujudkan Janji Nawacita dan Trisakti!

KONFRONTASI - Jejaring mantan aktivis mahasiswa yang berhimpun dalam Jaringan '98 mendukung gerakan mahasiswa yang menyuarakan keprihatinan atas tindakan inkonstitusional mengaktifkan kembali terdakwa penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Gubernur DKI Jakarta, serta menyesalkan tindakan represif aparat Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dengan menangkapi aktivis Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEMSI) Jabodetabek-Banten, saat demonstrasi di Jakarta, Selasa (14/2/2017).

Pages