25 August 2019

trisakti

Jokowi Gagal, Melenceng dan Mengingkari Trisakti. Ini Catatan Rizal Ramli

KONFRONTASI- Tokoh nasional/Ekonom senior, Rizal Ramli menilai, hingga menjelang berakhirnya masa jabatan Jokowi-JK sebagai Presiden dan Wapres RI, belum ada satu pun program kerja yang selaras dengan ideologi bangsa dan ajaran Trisakti. Dengan kata lain, Jokowi gagal dan mengingkari Trisakti.

Jokowi Melenceng dari Trisakti, Sudah Waktunya Rakyat Tinggalkan Jokowi, kata Rizal Ramli

KONFRONTASI- Tokoh nasional/Ekonomi senior Rizal Ramli menilai Presiden Joko Widodo telah melenceng jauh dari ideologi bangsa dan ajaran Trisakti.

“Jokowi sudah meninggalkan Trisakti, sudah waktunya kita tinggalkan Jokowi," katanya di Semarang, Jumat (15/3/2019).

Lanjuntya, ia mengaku geram dengan langkah Jokowi yang tidak menunjukan sikap keberpihakan pada petani terkait kebijakan impor. 

Konkritkan Swasembada Pangan, Ini Saran Rizal Ramli untuk Jokowi

KONFRONTASI- Kritik konstruktif atas manajemen keuangan Pemerintahan Joko Widodo, kembali muncul dari Rizal Ramli. Joko Widodo disebut “tidak all out”, dan justru bergerak menjauhi kedaulatan pangan yang menjadi janji kampanyenya dulu. Tak cuma itu, tudingan juga diarahkan kepada para menteri hingga parpol koalisi yang terbukti mencampakkan Trisakti Bung Karno sehingga gagal swasembada pangan.

Rizal Ramli Beri Pesan Istimewa untuk HUT ke-46 PDI-P: Kembalilah ke Trisakti, Tinggalkan Pragmatisme, Neoliberalisme

KONFRONTASI- Ketua Umum PDI-Perjuangan, Megawati Soekarnoputri berencana melakukan dialog dengan para kader dan simpatisan partai.

Kisah Rizal Ramli Dipermalukan Jokowi dan Dizalimi

KONFRONTASI-  Kisah kehidupan para tokoh besar selalu menginspirasi, sejarah dipenuhi oleh puluhan ribu orang yang telah membuat perbedaan dan perubahan-perubahan penting. Di antara mereka ada tokoh-tokoh yang muncul di dalam kontroversi, menempuh proses di luar rata-rata kehidupan orang biasa, mengalami tekanan dan berbagai kesulitan untuk akhirnya keluar menjadi pemenang atas apa yang diyakininya sebagai sebuah kebenaran.

Sri Mulyani (IMF/World Bank, Neoliberalisme) vs Rizal Ramli (Trisakti, Ekonomi Konstitusi): Pertarungan akibat Gagal Ekonomi Jokowi

KONFRONTASI- Pertarungan akbar, perdebatan dua mazhab besar ekonomi tampaknya akan terjadi sebentar lagi. Yaitu antara mazhab ekonomi neoliberal yang diwakili Sri Mulyani, Menteri Keuangan (IMF/World Bank, Neoliberalisme) , dan mazhab konstitusi/Nasionalisme  yang diwakili Rizal Ramli (Trisakti,Ekonomi Konstitusi). RR mengusung Trisakti  Soekarno dan pasal 33 UUD45 asli yang dicampakkan sejak era Orde Baru sampai era Jokowi kini. Pertarungan gagasan RR vs Sri Mulyani itu muncul akibat gagalnya ekonomi Jokowi-JK.

Rizal Ramli Pangkas Utang, Genjot Pertumbuhan Ekonomi era Presiden Gus Dur

KONFRONTASI-  Trisakti, pasal 33 UUD45  dan Nawa Cita telah dilakukan oleh Rizal Ramli era Presiden Gus Dur, teknokrat senior secara nyata. Sungguh, Indonesia hampir saja menjadi bangsa dan negara besar yang benar-benar bisa “bercahaya” dan berdikari di bidang ekonomi. Yakni ketika KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjadi presiden ke-4 di negeri ini. Ketika itu, Gus Dur  dengan Menko Ekuin Rizal Ramli dan Menteri Kwik Kian Gie mampu mengurangi beban Utang Luar Negeri (ULN) sebesar lebih dari 4 Miliar US Dolar.

Trisakti dan Nawacita Omong Kosong: Istana Negara jadi Tempat "Perselingkuhan" Penguasa dengan Neoliberal

KONFRONTASI - Menolak kebijakan neoliberalisme, gabungan organisasi aktivis berdemonstrasi di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

Massa aksi terdiri dari Prodem, Serikat Pekerja Online (Spidol), Serikat Pekerja Online se Indonesia (SPOSI), Federasi Serikat Buruh Kimia Industri Umum Farmasi dan Kesehatan (FSB Kikeas).

"Di Istana Negara, di situlah letak jantung para neoliberal, jangan biarkan neolib mengambil hak kita," teriak salah satu orator, Istana Merdeka, Jakarta, Senin, (19/3).

Implementasi Trisakti Bung Karno secara Benar, maka Pasti RI Disegani Dunia, tegas Rizal Ramli

KONFRONTASI- "Ajaran pendiri bangsa tentang Trisakti, dan Nawa Cita, Marhaenisme, bila diimplementasikan secara benar, maka dipastikan Indonesia akan menjadi bangsa yang besar dan disegani negara lain" ungkap tokoh nasional/teknokrat senior  Dr  Rizal Ramli.

Rizal Ramli Prihatin: Utang Rp4700 Trilyun. Mikirkah Menkeu Neolib Sri Mulyani untuk Membayarnya?

KONFRONTASI- Utang akibat Neoliberalisme ekonomi mencapai R$p4700 trilyun atau US$350 miliar. Dengan melemahnya rupiah, utang dan bunganya naik lagi, sungguh mencemaskan.  Mikirkah  Menkeu Sri Mulyani untuk membayarnya? Lalu rakyat dikejar pajak, dunia usaha dikejar pajak,  para pegawai negeri/pensiunan dikejar pajak dan sengsaralah bangsa ini untuk dipaksa membayar utang dengan cara diperas lewat pajak. Bagaimana dan dari mana rakyat sanggup bayar utang yang ugal-ugalan dan ngawur itu?

Pages