21 July 2019

Terorisme

Kadin: Aksi Teror Tak Berdampak Pada Dunia Usaha

KONFRONTASI-Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani meyakini aksi teror yang terjadi di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu, tidak akan berdampak pada dunia usaha.

"Prospek investasi tetap terbuka luas karena dukungan perbaikan birokrasi dan pembangunan infrastruktur yang digalakkan pemerintah," kata Rosan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Ia mengatakan aksi yang menyebabkan 13 warga meninggal dunia dan puluhan lainnya terluka itu juga tidak akan memengaruhi investasi di dalam negeri.

Terorisme Keluarga: Analisis Antropologi atas Fenomena Bom Bunuh Diri Sekeluarga di Surabaya dan Sidoarjo

Oleh: Al Chaidar
Dosen Departemen Antropologi, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."[Qur’an surah at-Tahrîm/66:6]

 

Ayo, Media Harus Ikut Berperan Lakukan Deradikalisasi

KONFRONTASI-Media harus membantu pemerintah dalam melakukan gerakan deradikalisasi melalui pemberitaan, guna menetralisir paham radikal yang berkembang saat ini, kata akademisi dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nazhatut Thullab Dr Moh Wardi.

"Sebab, kalau kita perhatikan, aksi teror yang akhir-akhir ini semakin meluas, salah satunya karena pengaruh media," ujar Wardi dalam diskusi bertajuk "Islam, Media dan Terorisme" yang digelar Kahmi alumni IAIN Madura di Pamekasan, Jatim, Minggu (13/5) malam.

Mantan pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan itu, lebih lanjut menjelaskan deradikalisasi mengacu pada tindakan preventif kontraterorisme atau stratregi untuk menetralisir paham-paham yang dianggap radikal dan membahayakan dengan cara pendekatan tanpa kekerasan.

Tujuannya untuk mengembalikan para aktor terlibat yang memiliki pemahaman radikal untuk kembali ke jalan pemikiran yang lebih moderat.

Menurut Wardi, terorisme telah menjadi permasalahan serius bagi dunia internasional karena setiap saat akan membahayakan keamanan nasional.

Oleh karenanya, sambung dia, maka program deradikalisasi dibutuhkan sebagai formula penanggulangan dan pencegahan pemahaman radikal seperti terorisme.

Kemenangan kapitalisme pascaperang dingin, katanya, menjadikan media sebagai instrumen penting dalam mewujudkan misi gerakan.

"Maka media sebagai instrumen penting ini, hendaknya harus bisa diarahkan agar juga bisa menjadi alat membantu negara, dalam hal ini adalah melakukan upaya-upaya untuk mencegah radikalisme," katanya.

BNPT dan Pemerintah Singapura Bahas Penguatan Penanggulangan Terorisme

KONFRONTASI - Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulagan Terorisme (BNPT) bersama Singapura berencana untuk meningkatkan kerjasama dalam bidang penanggulangan terorisme, apalagi selama ini Indonesia dinilai telah berhasil dalam mengatasi masalah terorisme.

Moeldoko: Kopassus Selalu Siap Tanggulangi Terorisme

Konfrontasi - Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengatakan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) tidak pernah berhenti berlatih menanggulangi dan menindak pelaku terorisme, selalu siap menghadapi potensi munculnya kejahatan itu.

"Saya pikir sampai saat ini tidak berubah, peran itu tetap melekat karena UU seperti itu bunyinya, hanya menunggu momentumnya," kata Moeldoko di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta, Sabtu (7/4/2018).

Presiden Assad: Suriah Lindungi Dunia dari Serangan Terorisme

KONFRONTASI - Presiden Suriah, Bashar Assad dalam kunjungannya ke posisi militer Suriah di front terdepan Ghouta Timur, Damaskus kepada para tentara mengatakan, kalian terjun ke dalam perang melawan terorisme untuk melindungi negara-negara dunia, bukan hanya Suriah.

Kepala BNPT Paparkan Strategi Indonesia dalam Penanggulangan Terorisme di KTT ASEAN-Australia

KONFRONTASI - Ajang The ASEAN-Australia Counter Terrorism Conference 2018 yang berlangsung di Sydney, Australia pada Sabtu (17/3/2018) dimanfaatkan secara maksimal oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, MH, untuk memaparkan secara keseluruhan mengenai strategi keberhasilan Indonesia dalam hal penanggulangan terorisme kepada para delegasi KTT.

ISIS Kalah, PM Irak: Waktunya Berangus Ideologi Teroris

Konfrontasi - Perdana Menteri Irak, Haider el-Abadi menyatakan, setelah ISIS sepenuhnya dikalahkan, maka tugas selanjutnya yang harus dilakukan adalah memberangus ideologi terorisme di tanah Irak. Menurut Abadi, hal ini dilakukan untuk mencegah hidup kembalinya ISIS atau kelompok teroris lainnya.

"Terorisme telah dikalahkan dari sudut pandang militer, sekarang kita harus menghapuskan gagasan dan metodenya," kata Abadi dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (11/3/2018).

Suhardi Alius: Kepala Polisi Federal Australia Kagum dengan Penanganan Terorisme di Indonesia

KONFRONTASI - Kepala Kepolisan Federal Australia (Australian Federal Police/AFP Commissioner), Adrew Colvin, merasa terkesan dengan cara yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam melakukan program penanggulangan terorisme. Demikian dikatakan Kepala BNPT, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, MH, usai menerima kunjungan AFP Commisioner, di kantor BNPT, Jakarta.

Erdogan: Umat Muslim Adalah Sasaran Utama Kelompok Teroris

Konfrontasi - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan, sasaran utama kelompok-kelompok teroris seperti ISIS, al-Qaeda dan Boko Haram selalu adalah umat Muslim. Dia menyebut, korban terbanyak dari aksi teror tersebut adalah umat Muslim.

Berbicara pada konferensi pers bersama dengan Presiden Mali, Ibrahim Boubacar Keita, Erdogan mengkritik sikap permisif negara-negara Barat terhadap terorisme dan mendesak mereka untuk jauh lebih sensitif dalam hal ini.

Pages