26 February 2020

teroris

Densus Kembali Tangkap Terduga Teroris Jaringan Santoso

KONFRONTASI - Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri berhasil menangkap empat orang yang diduga terkait jaringan teroris kelompok Santoso pada Minggu (5/10).

"Hasil penangkapan tersebut merupakan hasil kerja sama Densus dengan Polda Sulawesi Tengah," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Agus Rianto di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan empat orang tersebut ditangkap di dua tempat berbeda.

Satu Lagi Anggota Geng Teroris Noordin M Top Ditangkap Densus 88

PANGENREJO, KONFRONTASI -- Satu lagi anggota kelompok teroris gengnya Noordin M Top telah dicokok Densus 88 di desa Pangenrejo, Purworejo, Jawa Tengah. Pemuda yang menetap di RT 01/ RW 06 Pangenrejo itu memang sudah lama di intai Densus 88. Pemuda berinisial SHTN usia sekitar tigapuluhan kini telah diamankan Densus 88 dibawa ke Semarang untuk diproses lebih lanjut.

Jumlah Warga Inggris Pendukung Teroris Makin Meningkat

KONFRONTASI - Kepolisian Inggris mengkhawatirkan peningkatan jumlah warganya yang menjadi anggota kelompok teroris.

Scotland Yard dalam laporan hari Selasa (26/8) mengungkapkan terjadinya lonjakan lima kali lipat jumlah warga negara Inggris yang bergabung dengan kelompok teroris di Irak dan Suriah.

Tertangkapnya 69 orang tersangka yang berniat berangkat ke Irak dan Suriah  atau membantu pendanaan kelompok teroris sejak awal tahun 2014 hingga kini meningkat 5 kali lipat yang menimbulkan kekhawatiran berbagai kalangan di Inggris.

Bersama Teroris. AS Hadapi Daulah Islam di Irak

KONFRONTASI - Mengejutkan, Amerika Serikat mendapatkan sekutu melawan Daulah Islam di Irak--yaitu kelompok gerilyawan yang digolongkan sebagai teroris oleh Washington sendiri.

Partai Pekerja Kurdistan (PKK) adalah salah satunya--kelompok yang dalam tiga dekade terakhir dikecam Washington karena memberontak terhadap pemerintahan pusat di Turki. Namun di Irak, mereka memainkan peranan penting dalam menghadang pergerakan Daulah Islam yang kemudian memicu serangan udara Amerika Serikat.

Kenapa Negara Arab Enggan Perangi Kelompok Teroris DIIS?

KONFRONTASI - Surat kabar Inggris mengungkap sebagian alasan penolakan negara-negara Arab untuk berhadapan dengan kelompok teroris Daulah Islamiyah fi Iraq wa Syam (DIIS).

Stasiun televisi Alalam (20/8) melaporkan, surat kabar Financial Times, Rabu (20/8) menulis, negara-negara Arab khawatir, jika mereka memerangi anasir-anasir teroris bersenjata DIIS, pemerintahan Irak akan semakin kuat. Negara-negara Arab itu juga takut, lemahnya kelompok teroris DIIS akan menguntungkan pemerintah Suriah.

Jubir IS Masuk Daftar Teroris

KONFRONTASI - Amerika Serikta, Senin, memasukan juru bicara Negara Islam yang juga merupakan anggota Front al-Nusra asal Aljazair di Suriah, Abu Mohamed al-Adnani, ke daftar teroris Amerika Serikat. Demikian pernyataan Departemen Luar Negeri AS.

Al-Adnani, yang merupakan juru bicara IS (Negara Islam), ditempatkan dalam daftar tersebut setelah pada 30 Juni mengumumkan pembentukan kalifah Islam di wilayah yang dikuasai kelompok itu di Irak utara dan Suriah, lapor AFP. 

Densus Tangkap Tukang Cilok di Ngawi

KONFRONTASI - Dua warga Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Jumat, ditangkap Tim Densus 88 karena diduga terlibat jaringan teroris. Informasi di lapangan menyebutkan, kedua terduga teroris tersebut adalah SY alias GP (44) dan KD, keduanya merupakan warga Desa Gendingan, Kecamatan Widodaren, Ngawi.

"Tadi siang ada informasi tentang penangkapan warga saya akibat terduga jaringan teroris. Mereka ditangkap selesai Salat Jumat," ujar seorang warga Desa Gendingan yang juga Ketua RT setempat, Mujianto, seperti dikutip dari Antara, Jumat (8/8).

ISIS Dorong AS Tebar Isu Teroris

Dalam skema Perang Asimetris yang dilancarkan AS di Indonesia, soal ISIS ini sekadar tebar isu, untuk mengolah kembali perlunya Perang terhadap Terorisme di Indonesia. Sekadar informasi, yang dulu diuntungkan dengan adanya proyek ganyang terorisme di Indonesia pada 2002 lalu adalah Hendropriyono, yang kala itu Ketua BIN, dan Dai Bachtiar, yang ketika itu Kapolri.

Pages