26 May 2019

Sutarman

KontraS: Presiden Jokowi Cuma Tukang Stempel

Konfrontasi - Koordinator KontraS Haris Azhar, menilai dipilihnya Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Kepala Kepolisian RI oleh Presiden Jokowi adalah sebuah skandal. Menurut dia, pemilihan kapolri ini sejak jaman Susilo Bambang Yudhoyono dilakukan dua hal yaitu masukan dari masyarakat dan Kompolnas. Kemudian presidenlah yang memilih.

Sutarman Tolak Tawaran Jokowi, dan Memilih Bertani

KONFRONTASI-Setelah tidak lagi menjabat sebagai Kepala Polri, Jenderal (Pol) Sutarman menyatakan ingin mendedikasikan hidupnya untuk membantu rakyat. Ia menolak tawaran Presiden Joko Widodo untuk menjadikannya sebagai duta besar ataupun komisaris badan usaha milik negara.

"Saya terima kasih sudah ditawarkan itu. Saya bekerja di pemerintahan hampir 34 tahun. Sisa hidup saya akan saya gunakan untuk membantu rakyat yang masih membutuhkan," ujar Sutarman di Kompleks Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (21/1/2015) siang.

Jenderal Sutarman Minta Maaf

KONFRONTASI - Jenderal Polisi Sutarman baru saja melepas jabatannya sebagai Kapolri. Sutarman diberhentikan oleh Presiden Jokowi meski masa jabatannya berakhir pada Oktober mendatang, 

Lalu apa keinginan Sutarman selepas menjadi orang nomor satu di kepolisian. "Saya mau bertani, bercocok tanam di kampung. Mau bantu bapak saya bertani," kata Sutarman di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (21/1/2015).

Sutarman juga mengaku ingin mengisi waktu pensiunnya dengan momong cucu dan menghabiskan waktu bersama keluarga.

Kata Sutarman, Banyak Pelanggaran di Internal Polri

KONFRONTASI-Mantan Kepala Polri Jenderal Sutarman menghadiri upacara perpisahan di Markas Besar Polisi Republik Indonesia di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, hari ini, Rabu, 21 Januari 2015. Sutarman menyempatkan diri memberikan pidato di depan sejumlah perwira Polri yang hadir. Pidato Sutarman cukup panjang, sekitar tujuh menit.

Sutarman Harap Polri Makin Maju dalam Melayani Rakyat

KONFRONTASI - Jenderal Sutarman menghadiri upacara perpisahan di Markas Besar Polisi Republik Indonesia di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, hari ini, Rabu, 21 Januari 2015. Sutarman menyempatkan diri memberikan pidato di depan sejumlah perwira Polri yang hadir. Pidato Sutarman cukup panjang, sekitar tujuh menit.

Jenderal Sutarman Ikhlas Diberhentikan Jokowi

KONFRONTASI - Mantan Kapolri Jenderal Sutarman tak mempersoalkan pergantiannya sebagai Kapolri yang terkesan mendadak dan tanpa sebab. Sutarman menegaskan tetap royal kepada keputusan Presiden Joko Widodo.

"Saya menjalankan apa keputusan presiden, royal," kata Sutarman usai pelepasan Kapolri di Mabes Polri, Rabu (21/1).

Dia mengaku sudah meminta Wakapolri Komjen Badrodin Haiti yang ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas Kapolri untuk segera melakukan konsolidasi ke dalam supaya Polri tetap solid serta profesionalitas tetap utuh.

Sutarman Pilih Bertani Ketimbang Terima Tawaran Jabatan dari Jokowi

KONFRONTASI-Presiden Joko Widodo rupanya menawarkan sejumlah jabatan pada mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Sutarman. Namun Sutarman menyatakan tidak tertarik dengan tawaran-tawaran tersebut.

"Betul apa yang dikatakan Menteri Tedjo, dan Presiden Jokowi sendiri juga menyampaikan ke saya waktu menghadap," kata Sutarman dilansir Tempo, Selasa, 20 Januari 2015. "Tapi saya menolak."

Setelah diberhentikan oleh Jokowi pada Jumat, 16 Januari 2015, Sutarman ditawari berbagai posisi oleh Jokowi, dari jabatan duta besar hingga di badan usaha milik negara.

Tjipta Lesmana : Dosa Sutarman tak mampu tuntaskan kasus Obor Rakyat, yang bikin Jokowi-JK benci

KONFRONTASI-Belum selesainya penanganan kasus Obor Rakyat oleh Mabes Polri dinilai sebagai salah satu alasan pergantian kepala Polri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal itu dikatakan akademisi dan pemerhati komunikasi politik Tjipta Lesmana.

"Dosa Sutarman karena tidak mampu tuntaskan kasus Obor Rakyat. Jokowi-JK itu benci sekali. Kenapa kasus begitu jelas penghinaan, sejak awal tidak bisa dituntaskan. Begitu Jokowi  jadi Presiden langsung dicopot Sutarman," ujar Tjipta, saat ditemui seusai menjadi pembicara dalam diskusi di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (17/1/2015).

Berhentikan Sutarman, Jokowi Dinilai Langgar UU

KONFRONTASI-Keputusan Presiden Joko Widodo memberhentikan Jenderal Sutarman dan penunjukan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri menuai beragam reaksi.

Pengamat Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra, mengatakan, proses pemberhentian yang dilakukan Jokowi terhadap Sutarman bertentangan dengan undang-undang, sebab pemberhentiannya tidak melalui persetujuan DPR terlebih dahulu.

Pengamat: Jokowi Tidak Tepat Mengganti Sutarman dengan Badrodin Haiti

KONFRONTASI - Pemerhati hukum tata negara Said Salahuddin menilai langkah Presiden Jokowi menunjuk Komjen Badrodin Haiti sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kapolri tidak tepat. Pasalnya, sesuai Undang-Undang Nomor 22/2002 tentang Kepolisian bahwa seorang pelaksana tugas hanya dapat diangkat dalam keadaan mendesak.

Pages