27 April 2018

Susi Pudjiastuti

Jokowi: Jangan-jangan Bu Susi Mau Jadi Wapres

KONFRONTASI-Presiden Joko Widodo menyebut Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ingin jadi calon wakil presiden. Hal ini terkait sikap Susi yang memberikan instruksi ke sesama menteri.

“Yang perintah mestinya bukan Bu Susi ke menteri, yang perintah itu presiden, jangan-jangan Bu Susi ini mau jadi wapres ini kelihatannya,” kata Jokowi, saat meresmikan Keramba Jaring Apung lepas pantai atau ‘offshore’ di Pelabuhan Pendaratan Ikan Cikidang, Babakan, Pangandaran, Jawa Barat (24/4).

Menteri Susi Minta Freeport Peduli Lingkungan

KONFRONTASI- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta PT Freeport Indonesia peduli terhadap lingkungan khususnya sampah plastik di wilayah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua.

Buah Pengusiran Kapal Ikan Asing, Biomassa Laut Naik 300 Persen

KONFRONTASI-Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengungkapkan kondisi biomassa kelautan di kawasan perairan nasional naik signifikan berkat konsistensi kebijakan pemerintah mengusir kapal ikan asing.

"Biomassa di laut naik 300 persen. Produksi perikanan tangkap naik dan ditangkap kapal Indonesia karena kapal asing sudah keluar semua dari kawasan perairan Indonesia," kata Susi dalam acara di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Rabu.

Buang Sampah di Danau Sunter, Susi Pudjiastuti: Tenggelamkan

Konfrontasi - Danau Sunter di Tanjung Priok menjadi salah satu objek wisata di kawasan Jakarta Utara.

Demi menarik minat wisatawan, hari ini digelar Festival Danau Sunter.

Di lokasi tampak hadir Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan serta wakilnya Sandiaga Uno.

Bahkan, Susi dan Sandiaga sempat mengadakan lomba adu cepat mengarungi danau tersebut.

Komentar Sandiaga Usai Dikalahkan Susi Pudjiastuti

Konfrontasi - Adu cepat mengarungi Danau Sunter antara Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berakhir. Pemenanganya adalah Bu Susi dengan kemenangan telak.

Sandiaga yang awalnya optimistis menang harus mengakui wanita berusia 53 tahun itu. Bang Sandi mengatakan, Bu Susi memiliki kekuatan lebih besar dibandingkan dirinya dalam persoalan air termasuk olahraga air.

Adu Cepat Lawan Wagub Sandi, Menteri Susi Sempat Minum Kopi di Tengah Pertandingan

Konfrontasi - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno adu cepat dalam ajang Festival Danau Sunter di Jakarta, Minggu (25/2/2018).

Di perlombaan itu, Susi dengan papan paddling-nya, sementara Sandi berenang gaya bebas. Keduanya berlomba sejauh 1000 meter. Di awal duel, Susi sudah berada di barisan depan sedangkan Sandiaga tertinggal di belakang. Karena unggul jauh dari Sandiaga, Susi bahkan menyempatkan diri untuk minum kopi sejenak.

Trawl Marak di Bengkulu, Menteri Susi Diminta Segera Bertindak

KONFRONTASI-Para nelayan tradisional di Provinsi Bengkulu meminta Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menurunkan tim untuk memberantas penggunaan alat tangkap "trawl" atau pukat harimau yang masih marak.

"Kami meminta Bu Menteri Susi menurunkan timnya ke Bengkulu untuk memberantas trawl yang masih beroperasi," kata nelayan tradisional asal Bengkulu Tengah, Acun di Bengkulu, Selasa.

Saat dialog tentang operasi trawl di perairan Bengkulu yang digelar salah satu stasiun televisi lokal, para nelayan mengatakan trawl sudah jelas melanggar peraturan perundang-undangan, namun masih bebas beroperasi di laut Bengkulu.

Para nelayan tradisional kata dia kerap bertemu dengan pelaku trawl di perairan Bengkulu, dan bila hal ini terus berlanjut maka tidak menutup kemungkinan terjadi konflik horizontal.

"Alat tangkap itu sudah dilarang tapi masih bebas beroperasi, ini membuat nelayan tradisional geram," ucapnya, menegaskan.

Muluk, nelayan tradisional lainnya mengatakan bila tidak ada langkah konkrit dari aparat pemerintah untuk menertibkan trawl, maka nelayan tradisional akan bertindak sendiri.

Menteri Susi: Semua Bank Pemerintah Siap Restrukturisasi Utang Nelayan

KONFRONTASI-Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menegaskan, semua bank pemerintah siap melakukan restrukturisasi utang para nelayan cantrang yang berniat mengganti alat tangkap ikan yang ramah lingkungan.

"Jika memang ada nelayan mengalami kredit macet, nantinya kami akan memfasilitasinya agar mendapatkan program restrukturisasi sepanjang satu hingga dua tahun," ujarnya saat memantau pelaksanaan verifikasi dan validasi kapal cantrang di Kantor Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) TPI Tasik Agung, Kabupaten Rembang, hari ini.

Menteri Susi Tegaskan Penggunaan Cantrang Hanya Diizinkan di Laut Pantura Jawa

KONFRONTASI-Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan meskipun penggunaan cantrang diperbolehkan kembali, namun penggunaan alat tersebut hanya diizinkan di Laut Jawa.

"Di Pantura Jawa saja tidak boleh keluar, karena daerah lain banyak yang tidak setuju," ujar Susi di gedung Mina Bahari IV KKP, Jakarta, Kamis, 18 Januari 2018.

Susi menjelaskan, banyak pertimbangan mengapa cantrang hanya boleh digunakan di Laut Jawa. Salah satunya karena populasi nelayan cantrang juga paling banyak di pantai utara Jawa. "Banyak pertimbangan lain yang tidak bisa disebutkan satu-satu," ucapnya.

Keputusan ini, menurut Susi, merupakan keputusan yang diambil bersama. Dia berujar cantrang diberikan kesempatan kembali untuk digunakan sampai masa pengalihan. "Semua hasil dari pertemuan tertutup Jokowi, nelayan, dan KKP," katanya.

Susi mengatakan permasalahan cantrang tengah dalam penyelesaian, yakni dengan pengalihan alat tangkap cantrang yang dilakukan oleh pemerintah. "Kami akan bikin satgas pengalihan alat tangkap," katanya.

Satgas ini nantinya akan melaksanakan teknis pengalihan alat tangkap. Hal ini, kata dia, akan dilakukan dengan serius bersama pihak-pihak terkait. "Serius dan tak main-main karena itu kesepakatan bersama," katanya.

Susi berujar untuk masa pengalihan alat tangkap ini, nelayan dengan cantrang masih tetap bisa melaut. Asal, tidak keluar dari batas laut yang sudah disepakati bersama. "Tidak keluar dari Laut Jawa, Pantura," ucapnya.

Selain itu, Susi menambahkan, dalam masa pengalihan ini tidak boleh ada penambahan kapal. Dia mengatakan semua kapal yang ada harus diukur ulang dan terdaftar. "Nanti satgas ini yang akan bekerja, dari jumlah kapal kemarin yang didata tak lebih dari 1.000-an," tuturnya.

Perlawanan terhadap Illegal Fishing Harus Tetap Digalakkan

Konfrontasi - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, pihaknya akan terus mengupayakan peningkatan produksi dan ekspor produk perikanan Indonesia.

"Untuk mewujudkannya, penegakan hukum dalam melawan Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing harus tetap digalakan," tegasnya.

Susi menginginkan, meningkatnya produksi perikanan juga bisa sebanding dengan naiknya konsumsi ikan dalam negeri.

Pages