22 January 2018

Susi Pudjiastuti

Menteri Susi Tegaskan Penggunaan Cantrang Hanya Diizinkan di Laut Pantura Jawa

KONFRONTASI-Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan meskipun penggunaan cantrang diperbolehkan kembali, namun penggunaan alat tersebut hanya diizinkan di Laut Jawa.

"Di Pantura Jawa saja tidak boleh keluar, karena daerah lain banyak yang tidak setuju," ujar Susi di gedung Mina Bahari IV KKP, Jakarta, Kamis, 18 Januari 2018.

Susi menjelaskan, banyak pertimbangan mengapa cantrang hanya boleh digunakan di Laut Jawa. Salah satunya karena populasi nelayan cantrang juga paling banyak di pantai utara Jawa. "Banyak pertimbangan lain yang tidak bisa disebutkan satu-satu," ucapnya.

Keputusan ini, menurut Susi, merupakan keputusan yang diambil bersama. Dia berujar cantrang diberikan kesempatan kembali untuk digunakan sampai masa pengalihan. "Semua hasil dari pertemuan tertutup Jokowi, nelayan, dan KKP," katanya.

Susi mengatakan permasalahan cantrang tengah dalam penyelesaian, yakni dengan pengalihan alat tangkap cantrang yang dilakukan oleh pemerintah. "Kami akan bikin satgas pengalihan alat tangkap," katanya.

Satgas ini nantinya akan melaksanakan teknis pengalihan alat tangkap. Hal ini, kata dia, akan dilakukan dengan serius bersama pihak-pihak terkait. "Serius dan tak main-main karena itu kesepakatan bersama," katanya.

Susi berujar untuk masa pengalihan alat tangkap ini, nelayan dengan cantrang masih tetap bisa melaut. Asal, tidak keluar dari batas laut yang sudah disepakati bersama. "Tidak keluar dari Laut Jawa, Pantura," ucapnya.

Selain itu, Susi menambahkan, dalam masa pengalihan ini tidak boleh ada penambahan kapal. Dia mengatakan semua kapal yang ada harus diukur ulang dan terdaftar. "Nanti satgas ini yang akan bekerja, dari jumlah kapal kemarin yang didata tak lebih dari 1.000-an," tuturnya.

Perlawanan terhadap Illegal Fishing Harus Tetap Digalakkan

Konfrontasi - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, pihaknya akan terus mengupayakan peningkatan produksi dan ekspor produk perikanan Indonesia.

"Untuk mewujudkannya, penegakan hukum dalam melawan Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing harus tetap digalakan," tegasnya.

Susi menginginkan, meningkatnya produksi perikanan juga bisa sebanding dengan naiknya konsumsi ikan dalam negeri.

DPR Dukung Menteri Susi Tenggelamkan Kapal Pencuri Ikan

KONFRONTASI-Ketua Komisi IV DPR Edhy Prabowo menyatakan pihaknya mendukung kebijakan penenggelaman kapal pencuri ikan yang melakukan aksinya di kawasan perairan nasional dan merugikan Republik Indonesia.

Nih Saran Rizal Ramli untuk Genjot Ekspor Ikan Tanpa Mesti Hentikan Penenggelaman Kapal

KONFRONTASI-Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, diminta menghentikan penenggelaman kapal. Permintaan itu disampaikan Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Panjaitan.

Luhut mengatakan, tahun ini Kementerian Kelautan dan Perikanan lebih baik fokus pada peningkatan ekspor perikanan. Menurut ekonom, Rizal Ramli, ada cara meningkatkan ekspor hasil laut tanpa harus menghentikan penenggelaman kapal maling ikan.

Susi: KKP Jaga Kedaulatan Indonesia di Tingkat Internasional

Konfrontasi - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) turut menjaga kedaulatan Indonesia di tingkat internasional, antara lain, dalam memberantas pencurian ikan dan mengutamakan kebijakan yang berpihak pada nelayan nusantara.

"Ini laut kita seharusnya untuk kita, masyarakat Indonesia. Ini kok seenaknya saja para maling mengambil jatah kita, ini tentu tidak bisa dibiarkan," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam rilis di Jakarta, Minggu (17/12/2017).

Menteri Susi: Penenggelaman Kapal Bukan Kebijakan Saya, Tapi Amanah UU

KONFRONTASI-Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tidak ingin jumawa dengan keberhasilannya memberantas kapal ilegal fishing yang semena-mena mencuri sumber daya laut di perairan Indonesia.

Menurut Susi, aksi penenggelaman kapal ilegal fishing yang dilakukan pihaknya semata-mata hanya untuk menjalankan amanah Undang-undang 1945 yang dicetuskan oleh pendiri bangsa.

"Penenggelaman kapal itu bukan kebijakan Susi Pudjiastuti, tapi kebijakan penenggelaman kapal itu amanah UU. Jangan dibilang itu kebijakan Menteri Susi. Bukan," kata Susi di rumah dinasnya, Jakarta, Senin (4/12/2017).

Bahkan menurut Susi, itu juga bukan kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Akan tetapi, menurut Susi, Jokowi memiliki keberanian seorang pemimpin negara dengan mengamanatkan dirinya menjaga kedaulatan perairan Indonesia dengan cara menenggelamkan kapal ilegal.

"Pak Jokowi mempunyai keberanian untuk ekseskusi dengan memerintahkan saya untuk melakukannya, karena pemerintah berkomitmen untuk menanggulangi ilegal unregulated fishing dan sepenuhnya bekerja menjalankan amanah UU dalam menjaga sumber daya alam laut, di mana sesuai dengan UU 45 Pasal 33 itu disebutkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat," ujarnya.

Survei Poltracking: Menteri Susi Paling Disukai Publik

KONFRONTASI-Hasil survei nasional yang dilakukan Poltracking Indonesia menempatkan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sebagai menteri yang paling disukai publik.

Sebanyak 26,1 persen publik memilih Susi sebagai menteri terfavorit.

Di Depan Menteri Susi, Cak Lontong Tegaskan Konsisten di Jalan yang Sesat

Konfrontasi - Lies Hartono atau yang lebih dikenal dengan nama Cak Lontong, menerima penghargaan dari Institut Teknologi Surabaya (ITS), kemarin. Komedian, aktor dan presenter itu merupakan alumnus Teknik Elektro ITS.

Penghargaan diberikan bersamaan dengan penganugerahkan gelar Doktor honoris causa (Dr HC) kepada Susi Pudjiastuti.

Sesaat setelah penghargaan diberikan, Susi Pudjiastuti menginterupsi acara. ”Interupsi, mohon Cak Lontong untuk berkenan memberikan pidato singkat,” ujarnya spontan.

Permintaan itu pun disambut sorak-sorai dan tepuk tangan penonton. Cak Lontong pun tak dapat menolak permintaan orang nomor satu di Kementerian Kelautan dan Perikanan itu.

”Setelah lulus dari ITS, saya tersesat ke jalan saya saat ini,” ujarnya memulai pidato.

Ya, Cak Lontong merupakan salah seorang alumnus yang tidak bekerja sesuai dengan bidang pendidikannya.

Di balik tutur katanya yang lucu, orang tidak menyangka bahwa dia merupakan lulusan jurusan teknik.

”Saat ini pun masih tersesat dan saya konsisten tetap berada di jalan yang sesat,” tambahnya yang disambut tawa riuh hadirin.

Menteri Susi Terima Gelar Doktor Honoris Causa dari ITS Surabaya

Konfrontasi - Sebagai puncak peringatan Dies Natalis ke-57, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya akan menganugerahkan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa (D HC) kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti.

Pemberian gelar tersebut diberikan pada Jumat (10/11/2017) pukul 07.30 hingga 12.00 WIB pagi tadi di Graha Sepuluh Nopember ITS, Kampus ITS Sukolilo, Surabaya.

Jadi Pembicara di WAW 2017, Menteri Susi Blakblakan soal Masalah Perempuan di Jepang

Konfrontasi - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menjadi pembicara dalam kegiatan World Assembly for Woman (WAW) 2017, yang dilaksanakan pada 1 November-3 November 2017 di Tokyo, Jepang. Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Wakil Menteri Luar Negeri Jepang Masahisa Sato, CEO World Bank, dan perwakilan pejabat Kabinet Shinzo Abe.

WAW adalah pertemuan yang diinisiasi oleh Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono sebagai salah satu upaya untuk mencapai ‘A Society Where are Women Shine’ (sebuah masyarakat di mana perempuan dapat bersinar) yang menjadi salah satu isu prioritas di Jepang saat ini. Dalam kegiatan ini kembali ditegaskan bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama dalam berbagai sektor khususnya di dunia usaha (entrepreneurship).

Perempuan diberi dukungan secara bertahap untuk menjadi pengusaha agar memperoleh kekuatan ekonomi, menjadi mandiri, dan mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka. Utamanya memberikan contoh nyata upaya untuk mendukung pengusaha perempuan di negara-negara berkembang.

Menteri Susi diundang menjadi salah satu pembicara karena rekam jejaknya di dunia usaha. Menurut dia, perempuan dapat berkontribusi besar dalam memberikan ide praktis untuk kemajuan ekonomi dunia.

“Saya melihat, perempuan itu apabila diberikan kesempatan, lebih mempunyai basic knowledge dan lebih menarik,” ungkapnya saat mengisi seminar, seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (5/11/2017).

Menteri Susi juga berpendapat bahwa kegiatan mengurus pekerjaan dan rumah tangga dalam waktu bersamaan bukanlah halangan bagi perempuan. Justru menurutnya, dengan kebiasaan multitasking tersebut, perempuan menjadi pemimpin yang baik untuk dirinya sendiri dan cakap dalam manajemen waktu.

“Oleh karena itu pemerintah harus memberikan kesempatan yang sama untuk perempuan. Dan saya rasa, perempuan kalau diberikan kesempatan yang sama, bisa memberikan kontribusi lebih daripada laki-laki karena punya ide lebih banyak,” tambah dia.

Pages