21 November 2017

Susi Pudjiastuti

Di Depan Menteri Susi, Cak Lontong Tegaskan Konsisten di Jalan yang Sesat

Konfrontasi - Lies Hartono atau yang lebih dikenal dengan nama Cak Lontong, menerima penghargaan dari Institut Teknologi Surabaya (ITS), kemarin. Komedian, aktor dan presenter itu merupakan alumnus Teknik Elektro ITS.

Penghargaan diberikan bersamaan dengan penganugerahkan gelar Doktor honoris causa (Dr HC) kepada Susi Pudjiastuti.

Sesaat setelah penghargaan diberikan, Susi Pudjiastuti menginterupsi acara. ”Interupsi, mohon Cak Lontong untuk berkenan memberikan pidato singkat,” ujarnya spontan.

Permintaan itu pun disambut sorak-sorai dan tepuk tangan penonton. Cak Lontong pun tak dapat menolak permintaan orang nomor satu di Kementerian Kelautan dan Perikanan itu.

”Setelah lulus dari ITS, saya tersesat ke jalan saya saat ini,” ujarnya memulai pidato.

Ya, Cak Lontong merupakan salah seorang alumnus yang tidak bekerja sesuai dengan bidang pendidikannya.

Di balik tutur katanya yang lucu, orang tidak menyangka bahwa dia merupakan lulusan jurusan teknik.

”Saat ini pun masih tersesat dan saya konsisten tetap berada di jalan yang sesat,” tambahnya yang disambut tawa riuh hadirin.

Menteri Susi Terima Gelar Doktor Honoris Causa dari ITS Surabaya

Konfrontasi - Sebagai puncak peringatan Dies Natalis ke-57, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya akan menganugerahkan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa (D HC) kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti.

Pemberian gelar tersebut diberikan pada Jumat (10/11/2017) pukul 07.30 hingga 12.00 WIB pagi tadi di Graha Sepuluh Nopember ITS, Kampus ITS Sukolilo, Surabaya.

Jadi Pembicara di WAW 2017, Menteri Susi Blakblakan soal Masalah Perempuan di Jepang

Konfrontasi - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menjadi pembicara dalam kegiatan World Assembly for Woman (WAW) 2017, yang dilaksanakan pada 1 November-3 November 2017 di Tokyo, Jepang. Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Wakil Menteri Luar Negeri Jepang Masahisa Sato, CEO World Bank, dan perwakilan pejabat Kabinet Shinzo Abe.

WAW adalah pertemuan yang diinisiasi oleh Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono sebagai salah satu upaya untuk mencapai ‘A Society Where are Women Shine’ (sebuah masyarakat di mana perempuan dapat bersinar) yang menjadi salah satu isu prioritas di Jepang saat ini. Dalam kegiatan ini kembali ditegaskan bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama dalam berbagai sektor khususnya di dunia usaha (entrepreneurship).

Perempuan diberi dukungan secara bertahap untuk menjadi pengusaha agar memperoleh kekuatan ekonomi, menjadi mandiri, dan mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka. Utamanya memberikan contoh nyata upaya untuk mendukung pengusaha perempuan di negara-negara berkembang.

Menteri Susi diundang menjadi salah satu pembicara karena rekam jejaknya di dunia usaha. Menurut dia, perempuan dapat berkontribusi besar dalam memberikan ide praktis untuk kemajuan ekonomi dunia.

“Saya melihat, perempuan itu apabila diberikan kesempatan, lebih mempunyai basic knowledge dan lebih menarik,” ungkapnya saat mengisi seminar, seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (5/11/2017).

Menteri Susi juga berpendapat bahwa kegiatan mengurus pekerjaan dan rumah tangga dalam waktu bersamaan bukanlah halangan bagi perempuan. Justru menurutnya, dengan kebiasaan multitasking tersebut, perempuan menjadi pemimpin yang baik untuk dirinya sendiri dan cakap dalam manajemen waktu.

“Oleh karena itu pemerintah harus memberikan kesempatan yang sama untuk perempuan. Dan saya rasa, perempuan kalau diberikan kesempatan yang sama, bisa memberikan kontribusi lebih daripada laki-laki karena punya ide lebih banyak,” tambah dia.

Aturan Menteri Susi Diklaim Tak Pengaruhi Ekspor Ikan Kerapu

Konfrontasi - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan berbagai regulasi yang telah dikeluarkan tidak berdampak buruk terhadap ekspor sejumlah komoditas perikanan seperti ikan kerapu.

Menko Kemaritiman Jamin Nasib Nelayan di Pulau Reklamasi, Ini Tanggapan Bu Susi

Konfrontasi - Menko bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menjamin nasib nelayan yang terdampak reklamasi Teluk Jakarta.

Lantas, bagaimana Menteri Kelautan dan Perikanan menanggapi hal ini? Mengingat, Susi pernah menyebut bahwa reklamasi Teluk Jakarta akan berdampak kepada lingkungan dan nasib nelayan setempat.

90 Kapal Maling Ikan Antre Ditenggelamkan Susi

Konfrontasi - Penenggelaman kapal merupakan salah satu kebijakan tegas yang dilakukan pemerintah guna melawan pencurian ikan atau illegal fishing di perairan Indonesia.

Per Agustus tahun ini sudah ada 100 kapal yang ditenggelamkan. Untuk selanjutnya, ada 90 kapal maling ikan antre untuk ditenggelamkan.

"Tahun ini per Agustus sudah 100 kapal ditenggelamkan. Nanti akan ditenggelamkan lagi 90 kapal," kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti saat ditemui di rumah dinasnya, Jakarta, Jumat (20/10/2017).

Wujudkan Swasembada Garam, Menteri Susi akan Tambah Lahan 3.945 Ha

KONFRONTASI-Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan akan menambah lahan garam seluas 3.945 hektare untuk mewujudkan swasembada garam konsumsi sebagai fokus yang akan dicapai di sisa dua tahun pemerintahan Jokowi-JK.

Dalam paparan tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK, Menteri Susi mengatakan tambahan luas lahan garam tersebut melalui pemanfaatan lahan menganggur, antara lain di Kabupaten Kupang.

Menteri Susi: Penenggelaman Kapal Pencuri Ikan Bukan Semata Soal Penegakan Hukum

KONFRONTASI-Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menegaskan untuk menertibkan kapal-kapal pencuri ikan tidaklah mudah untuk itu melawan mafia jangan dengan cara-cara yang normatif.

Hal tersebut dikatakan Menteri Susi dalam kuliah umumnya di Aula Djokosoetono Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI), Selasa dengan tema bertema Keamanan Maritim dan Keberlanjutan Sumber Daya Kelautan Menuju Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

Ssst... Menteri Susi Ternyata Juga Pernah Nakal Lho!

KONFRONTASI-Saat masih kecil, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengaku bahwa dirinya juga pernah nakal. Kenakalan tersebut, kata Susi, lebih dipicu rasa keingintahuan terhadap hal-hal baru.

"Saya pernah mindahin sarang semut ke bak mandi rumah, itu karena saya penasaran dengan bentuk rumah semut seperti apa," ujarnya saat di acara Temu Didik Nusantara di Gelanggang Olahraga Remaja Ragunan, Jakarta Timur, Ahad, 15 Oktober 2017. Perkataan susi ini membuat penonton yang rata-rata merupakan guru tertawa dan bertepuk tangan.

Pilgub Jabar: PDIP Lirik Menteri Susi

KONFRONTASI-Sekjen DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto menyatakan, ada sejumlah nama salah satunya adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti diajukan oleh pihak tertentu kepada PDIP untuk maju menjadi calon gubernur pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jabar serentak 2018.

"Susi ada yang mengusulkan," kata Hasto saat acara Konsolidasi Organisasi Internal Partai di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa.

Pages