21 November 2019

Survei Kompas

Isyarat Kekalahan Jokowi di Survei Kompas

 

KONFRONTASI -   KINI publik mulai menyadari mengapa partai pendukung calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin (Jokma) saling tanduk. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ceker-cekeran dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Golkar saling curiga dengan Partai  Nasdem, sedangkan PDIP saling lempar dengan PSI. Mereka seolah-olah tidak mengenal lagi siapa kawan siapa lawan.

'Stand Up Comedy', Rocky Gerung: Survei Kompas dan PolMark Bikin Istana Panik

Oleh: Ferdiansyah

 Mantan dosen filsafat Universitas Indonesia (UI), Rocky Gerung turut mengomentari soal kejujuran lembaga survei di Pilpres 2019.

Menurut Rocky, kejujuran sejumlah lembaga survei membuat panik Istana. Rocky menyinggung soal kejujuran yang menurutnya juga membuat panik pihak-pihak tertentu.

Prabowo Melejit di Survei Kompas, BPN: Jokowi Potensial Dikalahkan

KONFRONTASI -  Survei Litbang Kompas menyatakan Jokowi-Ma'ruf Amin mengungguli Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan selisih 11,8 persen. BPN Prabowo-Sandiaga menyebut Jokowi sangat mungkin dikalahkan di Pilpres 2019.

"Dengan berbagai catatan yang mengiringi, survei Kompas menjadi bukti bahwa Jokowi-Ma'ruf masih belum aman dan potensial untuk dikalahkan. Hal ini juga kelihatannya dirasakan dan diketahui oleh Jokowi," kata juru debat BPN Saleh Daulay kepada wartawan, Rabu (20/3/2019).