26 May 2018

Suriah

Menengok Kegiatan Para Korban Perang di Pengungsian

KONFRONTASI-Peperangan di Suriah membuat warga di sana harus mengungsi ke tempat yang aman, namun apa yang dilakukan mereka di tempat pengungsian agar merasa seperti di rumah sendiri?

Dan inilah cerita orang-orang yang memanfaatkan lahan sempit di pengungsian untuk berkebun.

"Suriah itu hijau," kata Aveen Ismail. "Ada pun di sini suasananya seperti gurun, sampai akhirnya kami mulai menanam berbagai tanaman dan pohon-pohon."
Perempuan berusia 35 tahun itu meninggalkan Damaskus bersama keluarganya pada tahun 2012. Ia kini tinggal di kamp pengungsian Domiz di Irak Utara.

Di sana bunga mawar, pohon jeruk, dan bunga marigold tumbuh diantara tembok beton dan debu.
Ia memanfaatkan tembok beton untuk ditanami berbagai tumbuhan.

"Menciptakan taman adalah cara kami untuk menyembuhkan kekangenan akan rumah kami," tuturnya.

Alfonso Montiel dari organisasi Lemon Tree Trust sudah lama menangani lahan-lahan sempit yang dijadikan taman di berbagai kamp pengungsian. Organisasi ini dibentuk untuk membantu para pengungsi yang ingin berkebun memanfaatkan lahan di tempat pengungsian.

"Anda lihat beberapa pot di sini ditanami banyak bunga ros," katanya. "Pertanyaan pertama yang ditanyakan pada diri sendiri adalah, mengapa bukan makanan?"

Bunga, menurut Montiel, memberi sebuah kesan tentang waktu yang sudah berlalu. "Ini memberi mereka sebuah harapan. Ini memberi rasa untuk mengendalikan lingkungan mereka."

Organisasi Lemon Tree Trust sudah bekerjasama dengan para pengungsi di kamp-kamp pengungsian di Irak Utara selama tiga tahun terakhir, mereka mengadakan kompetisi membuat taman atau kebun agar para pengungsi terdorong untuk menciptakan kebun sendiri, dan menyediakan bibit serta tanaman.

Domiz, salah satu kamp pengungsian terbesar di Kurdistan, Irak, menampung 30.000 pengungsi, sebagian besar berasal dari Suriah.

"Salah satu yang dibawa orang-orang Suriah ketika meninggalkan negaranya adalah bibit tanaman," kata Montiel.

"Mereka ingin benih dari tanaman mereka sendiri, dari lahan mereka sendiri, dari keluarga mereka sendiri."

Kapolri: Saya Klarifikasi Soal Keluarga Dita, Mereka Tidak Pernah ke Suriah

KONFRONTASI -   Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian mengklarifikasi pernyataan yang mengatakan pelaku peledakan tiga gereja di Surabaya pernah ke Suriah.

Tito mengatakan, data validnya adalah keluarga Dita tidak pernah ke Suriah. 

Hanya saja, ada satu keluarga yang mereka jadikan sumber ideologi.

Dimana keluarga yang masih dalam proses identifikasi itu pernah ditangkap di Turki dan dideportasi ke Indonesia.

Israel Tembakkan Puluhan Roket ke Suriah

KONFRONTASI- Israel meluncurkan puluhan roket ke Suriah Kamis pagi (10/5), menghancurkan instalasi radar dan menabrak tempat pembuangan amunisi, demikian laporan media Pemerintah Suriah setelah militer Israel mengatakan pasukan Iran di Suriah menembaki salah satu pos pengawalan dekat perbatasan.

Skala tembakan Israel jauh lebih tinggi ketimbang insiden sebelumnya dan penduduk Damaskus menyebutkan telah melihat serangkaian ledakan di atas kota dari sistem pertahanan udara.

Ketegangan antara Israel dan Iran terancam akan terjadi di Suriah, tempat militer Iran dan milisi Syiah yang bersekutu mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam perangnya melawan pemberontak yang berusaha menggulingkannya, catat kantor berita Reuters.

"Pertahanan udara menghadapi puluhan roket Israel dan beberapa dari mereka mencapai target serta menghancurkan salah satu lokasi radar," demikian laporan kantor berita Suriah (SANA), mengutip sumber militer.

Roket lainnya mengenai gudang amunisi, kata nara sumber SANA.

Ketika ditanya apakah Israel telah menyerang dekat Damaskus atau mengacak-acak komunikasi di sana, seorang juru bicara militer Israel mengatakan: "Saya tidak mengomentari itu pada saat ini."

Televisi Pemerintah Suriah menyiarkan rekaman pertahanan udara mereka menembaki roket yang masuk, dan memutar lagu-lagu patriotik.

Pihaknya mengatakan bahwa pesawat tempur Israel menembakkan roket dari luar perbatasan Suriah dan menargetkan Kota Baath di Provinsi Quneitra.

Israel Ancam Serang Rusia Jika Gunakan Sistem Pertahanan Udara Buatan Rusia

KONFRONTASI-Israel mengancam akan melakukan tindakan militer jika Suriah menggunakan sistem pertahanan udara buatan Rusia. Ia berharap sistem itu tidak digunakan terhadap pesawat-pesawat tempur Israel.

"Yang penting bagi kami adalah sistem pertahanan yang diberikan Rusia kepada Suriah tidak akan digunakan untuk melawan kami," kata Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman kepada surat kabar Israel, Yedioth Ahronot, Selasa (24/4).

Rusia Bakal Kirimi Suriah Peluru Kendali Canggih, Israel Diyakini Bakal Bereaksi

KONFRONTASI-Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov hari ini menyatakan bahwa Rusia belum memutuskan kapan mengirimkan sistem peluru kendali canggih S-300 ke Suriah, tetapi tak akan menyembunyikan rahasia mengenai hal ini jika kebijakan sudah diambil, lapor kantor berita TASS seperti dikutip Reuters.

Harian Rusia, Kommersant, mengutip sumber-sumber militer, melaporkan belum lama ini bahwa Rusia mungkin akan mulai memasok sistem peluru kendali anti pesawat udara itu ke Suriah dalam waktu dekat nanti. Kremlin menolak mengomentari kabar ini.

Israel Incar Pangkalan Iran di Suriah untuk Diserang

KONFRONTASI-Israel merilis detail mengenai angkatan udara Iran yang digelarkan di Suriah yang bertetangga dengan Israel. Detail itu juga mencakup pesawat-pesawat sipil yang diduga menyalurkan senjata

Pembeberan yang ditempuh Israel itu menjadi isyarat bahwa itu adalah situs-situs yang akan diserang jika Iran dan Israel semakin tegang.

Iran, bersama dengan Suriah dan Rusia, menuding Israel berada di balik serangan udara 9 April terhadap pangkalan udara Suriah, T-4, yang menewaskan tujuh tentara Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC).

Iran bersumpah akan membalas serangan ini.

Media massa Israel ramai menyiarkan berbagai citra satelit dan peta lima pangkalan udara Suriah yang diduga digunakan pesawat-pesawat tak berawak atau pesawat kargo milik Iran, selain menyiarkan nama tiga perwira senior IRGC yang mengomandani proyek-proyek terkait seperti unit-unit peluru kendali.

Informasi ini muncul dari militer Israel, namun juru bicara militer Israel menolak mengomentarinya.

Pertahanan Udara Suriah Tembak Jatuh Peluru Kendali Entah Milik Siapa

KONFRONTASI-Artileri pertahanan udara Suriah menembak jatuh peluru kendali yang diarahkan ke Pangkalan Udara Shayrat di Provinsi Homs, Senin tengah malam kemarin, dan satu pangkalan lainnya di ibu kota Damaskus, kata siaran televisi Hizbullah seperti dikutip Reuters.

Saudi Dukung Serangan Koalisi AS ke Suriah

KONFRONTASI-Arab Saudi menyatakan dukungan penuh untuk serangan Amerika Serikat terhadap fasilitas militer Suriah, serangan tersebut dinilai sebagai tanggapan atas "kejahatan rezim" terhadap warga sipil.

"Arab Saudi sepenuhnya mendukung serangan yang diluncurkan Amerika Serikat, Prancis dan Inggris di Suriah karena itu mencerminkan respons atas kejahatan rezim," menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, dilansir dari AFP.

Khamenei: Presiden AS, Prancis dan PM Inggris Adalah Penjahat

KONFRONTASI-Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan serangan terhadap Suriah oleh Amerika Serikat, Prancis dan Inggris pada Sabtu adalah kejahatan dan tidak akan mencapai keuntungan apa pun.

"Serangan fajar hari ini terhadap Suriah adalah kejahatan. Saya dengan tegas menyatakan bahwa Presiden AS, Presiden Prancis dan Perdana Menteri Inggris adalah penjahat," kata Khamenei di Twitter-nya.

Belanda Tolak Bergabung Dalam aksi Militer di Suriah

KONFRONTASI-Perdana Menteri Belanda Mark Rutte setelah pertemuan dengan Dewan Menteri pada Jumat (13/4) menegaskan bahwa Belanda takkan ikut dalam aksi militer di Suriah.

Ketika ditanya pers, apakah Belanda siap untuk ikut dalam serangan militer di Suriah, Rutte menjawab, "Tidak, bukan itu masalahnya saat ini."

Pemerinta Belanda memahaminya, "asalkan tindakan tersebut proporsional". Tapi, "saat ini tak ada alasan bahwa Belanda akan ikut secara militer", kata Rutte.

Pages