24 October 2019

surabaya

Mengapa Facebook Hapus Ribuan Konten Radikal Pasca bom Surabaya?

KONFRONTASI- Teror bom di Surabaya beberapa waktu lalu membuat linimasa Faceboook dihujani foto dan video terkait kejadian ini. Bahkan tak sedikit konten-konten yang sejatinya tak layak diperlihatkan. Terkait hal ini, Facebook Indonesia mengatakan telah menghapus ribuan konten soal aksi dan korban teror bom Surabaya. Menurut Ruben Hattari, Public Policy Lead Facebook Indonesia, ribuan konten ini termasuk 472 konten yang dihapus berdasarkan permintaan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara. "Angka 472 itu hanya dalam waktu dua hari pasca bom Surabaya.

Bomb Surabaya and the ISIS family

by DR Sydney Jones, IPAC

Indonesia has again exploded in a paroxysm of terrorist violence, but with a new twist: family suicide bombers. This may be the first time in the world that parents took their children on a family outing to blow themselves up.

The three families included the six killed in the bombings of three churches in Surabaya on Sunday, 13 May: Dita Oepriarto, aged 45; his wife Puji, 42; Yusuf, a son, 18; Firman, a son, 16; Fadhila, a daughter, 12; and Pamela Rizkita, a daughter, 9.

Densus 88 dan Teroris Baku Tembak di Surabaya Saat Ini !

KONFRONTASI- Densus 88 Antiteror terlibat kontak senjata dengan terduga teroris di Surabaya. Satu orang terduga teroris dikabarkan tewas. Saat ini baku tembak masih berlangsung.

"Ya benar, seseorang tertembak, meninggal dunia, kita trus update karena saya baru dapat info seperti itu," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera saat dikonfirmasi, Selasa (15/5/2018).Barung mengatakan baku tembak tersebut terjadi di Jalan Sikatan, Manukan Kulo, Surabaya, Jawa Timur.

Saat ini baku tembak masih terjadi.

Polisi: 17 Korban Tewas Akibat Ledakan Bom Gereja di Surabaya

KONFRONTASI -   Korban bom bunuh diri

Flash: Sebuah Bom Meledak di Sebuah Gereja, Ngagel Surabaya

KONFRONTASI -  Bom meledak di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Ngagel, Surabaya, Minggu (13/5). Dari gambar dan video yang diperoleh redaksi terlihat ada korban meninggal dan terjadi sejumlah kerusakan. 

Informasi yang diperoleh menunjukkan bom meledak sekitar pukul 07.00 WIB. Sampai berita ini diturunkan belum ada konfrmasi dari Kepolisian terkait peristiwa tersebut.(Jft/Berita-1)

KPU Jatim Coret 818 Ribu DPT

Konfrontasi - Daftar pemilih tetap (DPT) Pilgub Jatim 2018 baru saja diumumkan.

Dari hasil penetapan yang dilakukan KPU Jatim, total ada 30.155.179 calon pemilih pada coblosan mendatang.

Jumlah itu mengalami pengurangan 230.020 orang jika dibandingkan dengan saat daftar pemilih sementara (DPS).

KPU Jatim mencoret seluruh nama pemilih tersebut karena dianggap tidak memenuhi syarat (TMS) dan sejumlah faktor lain.

Polisi Ringkus Dua Pengguna Sabu Sebelum Lakukan Pesta Seks

Konfrontasi - Polsek Wonocolo Surabaya, Jawa Timur menangkap dua orang pria yang tengah melakukan pesta sabu dan berniat menggela pesta seks di sebuah hotel, Sabtu (21/4).

Kedua pelaku yang diciduk polisi itu masing-masing atas nama M Saifullah (34), warga Jl Margorejo 2G No 25 dan Achmad Syaifudin (34) warga Jl Jetis Wetan II No. 17 Kelurahan Margorejo, Kecamatan Wonocolo, Surabaya.

Saifullah dan Syaifuddin pun akhirnya harus menginap di hotel prodeo Polsek Wonocolo.

Polisi Diminta Siapkan Tahanan Khusus untuk 3 Hacker Surabaya Black Hat

Konfrontasi - Tiga hacker dari komunitas Surabaya Black Hat (SBH) diamankan polisi atas dugaan meretas 600 situs tersebar di 44 negara. Penegak hukum diminta menyiapkan tahanan khusus bagi tiga hacker tersebut agar mereka tak bercampur dengan tahanan kasus pidana lain.

Penasihat Surabaya Black Hat (SBH), Zulham Akhmad Mubarrok mengatakan, para hacker bukanlah orang biasa. Mereka memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Jika mereka ditahan bercampur dengan pelaku kriminal umum, maka berpotensi besar menghasilkan hacker dengan kemampuan kriminalitas yang lebih mahir lagi.

"Harapan kami, walaupun para hacker terbukti bersalah, polisi bisa menempatkan proporsi karena (kecerdasan) mereka ini di atas rata-rata,” ujar Zulham dikutip dari Okezone, Rabu (14/3/2018).

“Ketika mereka dicampur contohnya dengan pelaku penipuan atau narkoba, mereka dikhawatirkan akan bertukar informasi lalu justru setelah bebas dari masa tahanan akan merencanakan aksi kriminal lebih profesional lagi karena mendapat input baru. Jadi, kami minta dibuat tahanan khusus," jelas dia.

Menurut Zulham, para hacker merupakan sosok yang unik dan berbeda dengan orang biasa pada umumnya. Terlebih, secara psikologis umumnya mereka sosok yang dicap antisosial atau tidak terbiasa berinteraksi dengan orang banyak.

Hal tersebutlah yang dikhawatirkan akan mengganggu psikologis mereka jika dicampur dengan pelaku kriminalitas lainnya dalam satu sel yang sama.

Tiga Hacker yang Retas Situs 44 Negara Tergabung Dalam Komunitas SBH

Konfrontasi - Tiga mahasiswa pelaku hacker atau peretas yang diringkus Polda Metro Jaya di Surabaya, Jawa Timur, ternyata tergabung dalam sebuah komunitas hacker yang memiliki anggota ratusan orang.

Kasubdit Cyber Crime Polda Metro, Jaya AKBP Roberto Pasaribu, mengatakan, ketiga pelaku memiliki komunitas bernama SBH (Surabaya Black Hat), dimana anggotanya ada ratusan orang. Namun polisi belum bisa memastikan apakah semua anggota SBH melakukan kejahatan crime seperti ketiga pelaku.

Retas Ribuan Situs di 44 Negara, Ini Alasan Hacker Asal Surabaya

Konfrontasi - Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Roberto Pasaribu menyampaikan, tiga mahasiswa yang tergabung dalam komunitas Surabaya Black Hat (SBH) berhasil meretas situs-situs di 44 negara dengan cara menggunakan metode SQL injection untuk merusak database.

Masing-masing tersangka yang ditangkap yakni berinisial NA (21), KPS (21) dan ATP (21), mereka adalah mahasiswa IT di salah satu perguruan tinggi di Surabaya. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, sudah ada ribuan situs yang berhasil dibobol para pelaku.

Pages