24 January 2018

Sultan Tidore

Sultan Tidore, Husain Sjah Dukung Rizal Ramli Jadi Cawapres Dampingi Jokowi DI Pilpres 2019

KONFRONTASI -  Sultan Tidore, Husain Sjah meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menggandeng Ekonom Rizal Ramli menjadi Wakil Presiden pada Pemilu 2019 mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikaan Sultan Tidore saat menerima kunjungan Mantan menteri Perekonomian era Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Rizal Ramli di Istana Kedaton Tidore, Maluku Utara.

Sultan Husain melihat dari fakta prestasi dan konsistensi Rizal Ramli dalam memajukan bangsa, sudah sepatutnya Presiden Jokowi menggandeng Rizal Ramli untuk maju di Pilpres 2019.

Rizal Ramli Harusnya di Pemerintahan untuk Kemajuan dan Perubahan, kata Sultan Tidore

KONFRONTASI- Sultan Tidore H. Husain Sjah menegaskan, teknokrat senior Rizal Ramli mustinya di pemerintah untuk kemajuan, kesejahteraan dan perubahan  bagi bangsa dan negara.

Sultan Tidore Diingatkan oleh Rizal Ramli: Sultan Mansyur Terkenal Berani Menolak Campur Tangan Asing

KONFRONTASI -  Kunci utama mewujudkan Indonesia yang sejahtera adalah menolak campur tangan asing. Sebab, sejak abad ke-16 bangsa-bangsa Eropa sudah mengincar kekayaan alam negeri ini.

Demikian benang merah diskusi kebangsaan tokoh nasional Rizal Ramli dengan Sultan Tidore H. Husain Sjah di Kedaton Tidore, Minggu (3/12).

Rizal Ramli mengungkap penyebab Indonesia tertinggal dari negara asing, seperti, Cina. Padahal, 40 tahun silam, negeri tirai bambu tersebut perekonomiannya jauh di bawah Indonesia.

Sultan Tidore Diingatkan oleh Rizal Ramli: Sultan Mansyur Terkenal Berani Menolak Campur Tangan Asing

KONFRONTASI -  Kunci utama mewujudkan Indonesia yang sejahtera adalah menolak campur tangan asing. Sebab, sejak abad ke-16 bangsa-bangsa Eropa sudah mengincar kekayaan alam negeri ini.

Demikian benang merah diskusi kebangsaan tokoh nasional Rizal Ramli dengan Sultan Tidore H. Husain Sjah di Kedaton Tidore, Minggu (3/12).

Rizal Ramli mengungkap penyebab Indonesia tertinggal dari negara asing, seperti, Cina. Padahal, 40 tahun silam, negeri tirai bambu tersebut perekonomiannya jauh di bawah Indonesia.