12 December 2019

Suhardi Alius

Suhardi Alius: Kepala Polisi Federal Australia Kagum dengan Penanganan Terorisme di Indonesia

KONFRONTASI - Kepala Kepolisan Federal Australia (Australian Federal Police/AFP Commissioner), Adrew Colvin, merasa terkesan dengan cara yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam melakukan program penanggulangan terorisme. Demikian dikatakan Kepala BNPT, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, MH, usai menerima kunjungan AFP Commisioner, di kantor BNPT, Jakarta.

Suhardi Alius: Anak Muda Harus Perkuat Nasionalisme dan Keteladanan

KONFRONTASI - Radikalisme dan terorisme sekarang sudah menjadi menjadi ancaman global. Artinya, tantangan penanggulangan terorisme semakin hari semakin tinggi. Bahkan kejadian terorisme di belahan dunia lain, Indonesia juga harus menghadapi. Kemajuan teknologi informasi dengan produk internet dan media sosial, menjadikan radikalisme dan terorisme sebagai tantangan global.

Terpapar Paham Radikal, Mahasiswa Harus Pahami Wawasan Kebangsaan

KONFRONTASI - Tidak bisa dipungiri bahwa di era gobalisasi selama ini banyak mahasiswa yang berprestasi yang kena paham radikalisme. Artinya tidak ada satupun wilayah yang steril, walaupun hal tersebut sebenarnya tergantung pada pribadi masing-masing orang apalagi dengan pesatnya dunia tehnologi informasi digital yang ada sekarang ini.

Kepala BNPT: Peran Kepala Daerah Sangat Penting dalam Penanggulangan Terorisme

KONFRONTASI - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Suhardi Alius, meminta seluruh kepala daerah dan pimpinan tingkat daerah untuk bersinergi dalam penanggulangan terorisme. Himbauan ini disampaikannya saat menghadiri kegiatan Rapat Kerja Gubernur dengan tema “Optimalisasi optimalisasi peran Pemda dalam Penanganan Radikalisme, Terorisme dan Bencana” yang dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri Gubernur di Jakarta, (07/02/2018).

BNPT Akan Gelar Rekonsiliasi Antara Mantan Pelaku Terorisme dengan Korban Aksi Terorisme

KONFRONTASI - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam waktu dekat ini berencana untuk mengumpulkan para mantan narapidana kasus terorisme (napiter) untuk melakukan rekonsiliasi dengan para korban yang terkena dampak dari aksi terorisme yang pernah terjadi di Tanah Air.

Suhardi Alius: Awas, Propaganda Radikalisme di Dunia Maya Tumbuh Melalui Smartphone

KONFRONTASI - Generasi muda diminta untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan dunia maya dan media sosial. Karena selama ini dunia maya dan media sosial menjadi sarana berkembangnya radikalisme dan hate speech.

BNPT: AS Tertarik dengan Program Deradikalisasi di Indonesia

KONFRONTASI-Amerika Serikat tertarik dengan program deradikalisasi yang dijalankan Indonesia dalam menangani persoalan radikalisme dan terorisme, kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius.

Dikutip dari siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Rabu, Suhardi menyebutkan ketertarikan itu diungkapkan oleh Asisten Khusus Presiden AS untuk Keamanan Nasional dan Penanggulangan Terorisme Thomas P Bossert.

Suhardi dan Bossert bertemu di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat pada Selasa (11/7) waktu setempat. Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya antara Menlu Retno LP Marsudi dengan Bossert pada Juni lalu.

"Mr Bossert ingin tahu pengalaman Indonesia selama ini dalam menanggulangi terorisme termasuk di antaranya mengenai tantangan dari FTF (Foreign Terrorist Fighter) returnees baik terhadap Indonesia maupun kawasan lain, serta upaya meningkatkan kerja sama penanggulangan terrorisme antarkedua negara," ujar Suhardi.

Kepada Bossert, mantan Kabareskrim Polri ini menyampaikan pentingnya upaya menyeimbangkan antara penggunaan pola pendekatan keras dan pendekatan lunak dalam penanggulangan terorisme.

"Terlebih dalam soft approach Indonesia relatif berhasil dalam program deradikalisasi, dimana teroris yang telah menjalani masa hukuman dari sebanyak 560 orang hanya tiga orang yang kembali melakukan tindakan terorisme," ujar alumni Akpol 1985 ini.

BNPT: WNI yang Pulang dari Suriah Wajib Ikut Program Deradikalisasi

KONFRONTASI-Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius mengatakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang kembali dari Suriah terlebih dahulu diharuskan mengikuti program deradikalisasi.

"Siapa yang menjamin mereka radikal? Tapi sebagai pencegahan, kami kasih pencerahan dan diberikan program deradikalisasi," ujar dia di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (3/7).

Kepala BNPT Sebut Penyebaran Paham Radikal di Kampus Sudah Gawat, Seperti Apa?

KONFRONTASI-Penyebaran paham radikal terorisme sudah mulai sistemik dan sangat mengkhawatirkan. Bahkan penyebaran tersebut sudah terlihat sistemik dengan masuk ke instansi-instansi pendidikan termasuk ke perguruan tinggi. Hal tersebut tentunya memerlukan perhatian yang khusus bagi para rektor perhuruan tinggi yang ada di seluruh Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Drs. Suhardi Alius, MH, saat memberikan kuliah umum bertema “Resonansi Kebangsaan dan mencegah Radikalisme” di hadapan sekitar 5.000 mahasiswa dan para rektor dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta se-wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta dalam acara “Deklarasi Semangat Bela Negara dari Semarang untuk Indonesia” yang berlangsung di Universitas Negeri Semarang (Unnes), Sabtu, 6 Mei 2017.

“Penyebaran paham radikal di lingkungan kampus sekarang ini sudah sangat gawat sekali. Sudah tidak ada sekat. Kalau kita tidak gerak cepat untuk mengawasinya tentunya ini akan membahayakan terhadap anak-anak kita nantinya dan tentunya bangsa ini sendiri,” ujar Kepala BNPT.

Kekhawatiran akan radikalisasi di perguruan tinggi yang disampaikan Kepala BNPT ini berangkat dari peristiwa Deklarasi Khilafah oleh salah satu organisasi massa di salah satu kampus perguruan tinggi negeri di Jawa Barat beberapa hari lalu.

“Kejadian itu tentunya sangat kami sayangkan. Seharusnya pihak kampus sudah bisa mencegah kegiatan tersebut dari awal. Begitu sudah kejadian dan ramai diberitakan seperti itu jangan malah bilang tidak tahu mengenai organisasi itu,” ujar mantan Kabareskrim Polri ini.

Kepala BNPT: Tidak Ada Ruang Sembunyi Dari Terorisme

KONFRONTASI - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, MH menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi bangsa Indonesia untuk sembunyi dari terorisme. Karena itu, seluruh bangsa, terutama generasi muda harus fight melawan terorisme, baik melalui dunia nyata maupun dunia maya.
 

Pages