29 April 2017

sri mulyani

Rakyat Harus Tanggung Utang Negara, Pernyataan Menkeu Sri Mulyani Benar-benar Menyakitkan

KONFRONTASI-Pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani dinilai sangat menyakitkan hati rakyat Indonesia. Pasalnya, dia menyebut setiap orang Indonesia harus menanggung utang negara sebesar Rp13 juta. Pernyataan tersebut disampaikan Menkeu dalam kuliah umum di Kampus STAN beberapa waktu lalu.

Utang Menggunung, Ekonomi Rakyat Buntung. Darmin dan Sri Mulyani kian Bingung

JAKARTA- Utang negara pada akhir Februari 2017 tercatat sebesar Rp 3.589,12 triliun. Kata Menteri Keuangan Sri Mulyani, kalau dibagi-bagi, setiap kepala di Indonesia dibebani utang Rp 13 Juta. Waduh. Negara yang ngutang kok rakyatnya yang nanggung. Hal ini diungkapkan Menteri Ani saat mengisi kuliah umum di Politeknik Keuangan Negara, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, kemarin.

Walah, Sri Mulyani Ternyata Menteri Pengutang "Terbaik" se-Asia

KONFRONTASI-Pada  Maret lalu, Sri Mulyani Indrawati (SMI) digelari sebagai menteri keuangan terbaik Asia oleh Majalah Finance Asia yang berbasis di Hongkong. Alasan pemberian gelar ini, yang saya tangkap, adalah SMI dianggap berhasil dalam program pengampunan/amnesti pajak (tax amnesty) dan berhasil membuat anggaran (APBN) 2016 menjadi kredibel.

Ada Utang di Balik Sri Mulyani, Rakyat yang Menanggung

Pernyataan Menkeu Sri Mulyani pada kuliah umum di kampus STAN (17/4/2017) tentang 1 orang Indonesia menanggung utang negara masing-masing sebesar 13 juta rupiah sungguh mencengangkan. Bagaimana mungkin negara begitu mudahnya mengatakan bahwa rakyatnyalah yang harus menanggung beban utang negara. Terlihat jelas bagaimana kapasitas seorang Menkeu yang katanya wanita berprestasi se Asia dengan segudang pengalamannya yang mentereng, tidak mampu mengatasi persoalan ekonomi dan hanya membebani rakyat dengan pernyataannya yang begitu menohok.

ProDEM: Sri Mulyani Gagal Total Pulihkan Ekonomi, Lebih Baik Dijadikan Dubes Saja

KONFRONTASI-Tim ekonomi  Presiden Jokowi di bawah kendali Darmin Nasution dan Sri Mulyani Indrawati (SMI) dinilai terbukti gagal total, tidak inovatif dan hanya melindungi bisnis kelompok kapitalisme liberal.

"Sungguh tidak berprestasi, apalagi terbukti program pengampunan pajak atau Tax Amnesty juga gagal hanya mencapai Rp114 triliun dari target Rp165 triliun, Lengkap sudah kegagalan SMI, Darmin Nasution dkk di dalam pemerintahan Jokowi," ungkap Sekretaris Jenderal Jaringan Aktivis ProDEM dalam rilisnya.

Ekonomi Memburuk, Citra Jokowi Terpuruk. Darmin dan Sri Mulyani Layak Diganti

KONFRONTASI- Kehidupan rakyat semakin susah, daya beli terus melemah dan pertumbuhan ekonomi menurun. Sementara di era pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, pertumbuhan ekonomi yang hanya sekitar 5 persen sungguh sangat mengkhawatirkan, padahal seharusnya 6-7 persen. Akibatnya, frustasi rakyat terhadap Presiden Jokowi semakin memuncak.

Sri Mulyani Lebih Pas Jadi Dubes di AS Ketimbang Jadi Menkeu

KONFRONTASI-Kinerja Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI) selama ini masih jauh dari harapan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Selain belum bisa merealisasikan program Nawa Cita di tataran praktis, Sri Mulyani juga gagal dalam memenuhi target pemotongan anggaran demi efisiensi. 

Darmin dan Sri Mulyani Layak Masuk Radar Reshuffle

Wacana reshuffle kabinet terus berkembang. Dari diskursus kocok ulang kabinet yang berkembang, benang merah yang terbentang, perlunya Presiden mengganti para menteri di bidang ekonomi.

Dua sosok yang paling banyak disebut adalah Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Bisa dipahami kalau dua orang itu termasuk yang paling banyak dinominasikan untuk diganti.

Rekam Jejak Sri Mulyani Tidak Seindah Pidatonya.

Oleh: Abdulrachim K

Ekonomi Dengan Wawasan Menteri Ekonomi Yang Terbatas

Penunjukan Menko Maritim Luhut B Panjaitan sebagai penanggung jawab sidang tahunan IMF-World Bank Oktober tahun ini di Bali , sungguh diluar kelaziman pemerintahan dan menimbulkan spekulasi baru.

Tidak lazim bahwa untuk menangani pertemuan ekonomi internasional bertingkat dunia dan dihadiri lebih dari 1000 delegasi ekonomi dari pemerintahan banyak negara didunia bukan dipimpin oleh menteri2 ekonomi dari kabinet Jokowi yaitu Darmin Nasution Menko Perekonomian atau Sri Mulyani Menteri Keuangan .

Pages