24 February 2020

Soekarno

Jadi Perbincangan, Berapa Biaya Soekarno Bangun Monas Dulu?

KONFRONTASI -   Monumen Nasional atau Monas jadi perbincangan publik dalam beberapa hari terakhir. Ini terkait revitalisasi yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada landmark Kota Jakarta tersebut. Belakangan setelah menuai kontroversi, Pemprov DKI Jakarta menghentikan sementara pengerjaan proyek revitalisasi Monas.

Bedanya Pencitraan Sebagai Alat Dan Tujuan: Perbedaan Soekarno dan Elite Penguasa Orde Reformasi

KONFRONTASI- SOEKARNO menggunakan pencitraan sebagai alat. Yaitu alat untuk kepentingan bangsa. Bukan sekedar untuk memenangkan kekuasaan atau personal glory, seperti banyak dilakukan oleh PARA PANGERAN PENCITRAAN dan para RATU PENCITRAAN orde reformasi saat ini...


Oleh: Arief Gunawan, Wartawan Senior.


PERTEMUAN Soekarno & Jenderal Sudirman setelah Agresi Kedua Belanda, tahun ‘48, di Jogja, berlangsung dalam suasana tegang. 

Saat Gus Dur Memilih Sosok yang Mewarisi Keberanian Bung Karno

Saat Gus Dur Memilih Sosok yang Mewarisi Keberanian Bung Karno

Arief Gunawan, Wartawan Senior. 
 

Serial Khatulistiwa: Cara Cerdik Sang Jenderal Menumbangkan Kediktatoran

“Loe tahu, Than? Presiden Soekarno itu jatuh karena dikudeta oleh Soeharto. Dia bekerja sama dengan CIA Amerika melakukan Kudeta Merangkak untuk menggulingkan Soekarno. Di buku ini jelas sekali diceritakan ...” kata Dipo kepada Nathan sambil menunjukkan sebuah buku berlambang palu dan arit.

“Iya, soalnya Amerika juga berkepentingan menumbangkan kekuasaan Soekarno, lalu mereka menjadikan PKI sebagai kambing hitamnya. Kita harus meminta maaf kepada anak cucu PKI.” tambah Nathan.

“Loe berdua salah!!” kata Ahsan. 

Diskusi Universitas Paramadina Tentang HOS Tjokroaminoto dan Tiga Muridnya: Soekarno, Musso dan SM Kartosuwiryo

KONFRONTASI- Di kedai sahaja di Universitas Paramadina, Jakarta, Sabtu, 31 Aug 2019, diskusi dan sarasehan bertema belajar dari HOS Tjokroaminoto dan tiga murid terkemukanya yakni Soekarno, Musso dan SM Kartosuwiryo, digelar oleh para mahasiswa, aktivis HMI Jabodetabek, kalangan Sarikat Islam  dan masyarakat madani. Berbicara dalam forum itu Herdi Sahrasad, dosen senior Universitas Paramadina dipando Cahyo UPM, mahasiswa pasca sarjana Universitas Paramadina.

Perintah Pertama Soekarno Setelah Dilantik Sebagai Presiden

KONFRONTASI -  Tokoh pahlawan sebesar Soekarno tak ada habisnya bila dibahas, mulai  yang  lucu hingga serius. Ada saja sisi unik yang ada di dalam diri Presiden pertama kita ini. Kira-kira apa ya perintah pertama putra sang fajar ketika menjadi presiden pertama RI?

Pidato Soekarno 24 September 1955 tentang Pancasila

Aku ingin membentuk satu wadah yang tidak retak, yang utuh, yang mau menerima semua masyarakat Indonesia yang beraneka-aneka itu dan yang masyarakat Indonesia mau duduk pula di dalamnya – yang diterima oleh Saudara-saudara yang beragama Islam, yang beragama Katolik, yang beragama Kristen Protestan, yang beragama Hindu-Bali, dan oleh Saudara-saudara yang beragama lain – yang bisa diterima oleh Saudara-saudara yang adat istiadatnya begitu, dan yang bisa diterima sekalian Saudara.

Kisah Dua Bocah Rusia Bernama Sukarno

KONFRONTASI-Duta Besar LBBP RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi menuliskan kesan-kesannya saat melakukan kunjungan kerja di kota Dagestan dan bertemu dengan dua anak yang bernama sama dengan Presiden RI pertama, Sukarno.

Dubes Wahid bertemu dengan dua anak remaja yang bernama Sukarno bin Kamil bahasa Rusia Sukarno Kamilevich dan Sukarno bin Muhammad atau Sukarno Magomedovich berusia 12 dan 10 tahun. Orang tua mereka kakak beradik, tinggal sekitar satu jam naik mobil dari Makhachkala, ibu kota Republik Dagestan.

Rakyat Jawa Bergerak: Benderang, Rizal Ramli Menyalakan Kembali Trisakti Soekarno dari Semarang

SEMARANG-  Pesan Guntur Soekarnoputra itu terus terngiang di benak dan hati Rizal Ramli. Guntur adalah sahabat dekat dan seniornya di ITB. Mantan aktivis ITB Guntur Soekarnoputra (Mas Tok) secara tenang dan perlahan membisikkan kepada Dr  Rizal Ramli,  Menko perekonomian era Presiden Gus Dur, agar  RR berani membawa bandul ekonomi nasional kembali ke kiri, menuju posisi tengah karena sudah terlalu kanan. RR diminta Guntur membawa ekonomi yang sudah Neoliberal itu kembali kepada ekonomi konstitusi sesuai cita-cita Proklamasi 1945.

Bisikan Guntur Soekarno Kepada Rizal Ramli: Bandul Ekonomi Sudah Terlalu Kanan, Harus Ditarik Ke Kiri menuju Tengah

KONFRONTASI- Dalam diskusi dengan para wartawan, kami tiba-tiba ingat pesan Mantan aktivis ITB Guntur Soekarnoputra (Mas Tok) secara tenang dan perlahan membisikkan kepada Dr  Rizal Ramli,  Menko perekonomian era Presiden Gus Dur agar berani membawa bandul ekonomi nasional kembali ke kiri, menuju posisi tengah karena sudah terlalu kanan.

Pages