25 August 2019

Skimming

Kasus 'Skimming' yang Melibatkan WNA di Bali Meningkat

KONFRONTASI-Kasus kejahatan pencurian data nasabah dengan alat "skimmer" atau "router" yang dikenal dengan "skimming" yang melibatkan Warga Negara Asing (WNA) di Bali meningkat.

"Peningkatan itu terlihat jumlah narapidana yang masuk LP Kerobokan. Aksi ini kerap dilakukan di wilayah Denpasar, Badung dan sekitarnya, dengan menyasar mesin - mesin ATM dan menggasak dalam jumlah besar," kata Kepala LP Kerobokan, Tony Nainggolan, di Badung, Bali, Rabu.

Ramyadjie Priambodo Pernah Beli Mesin ATM Tahun 2018

KONFRONTASI -  Polisi menyebutkan kalau Ramyadjie Priambodo (RP) memiliki mesin ATM di dalam kamar apartemennya di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, sejak 2018 lalu.

“Sejak tahun 2018 ya,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Rabu (20/3/2019).

Hindari Uang Tercuri, Pisahkan Tabungan Untuk Cegah Skimming

KONFRONTASI -  Bank Indonesia menyarankan agar nasabah memisahkan tabungan

Tips Hindari Skimming Kartu ATM

KONFRONTASI -  Beberapa waktu lalu sindikat pembobolan rekening bank di tangkap. Para pelaku ternyata kebanyakan berasal dari luar negeri. Modus pembobolan yang mereka lakukan adalah dengan cara skimming kartu ATM nasabah bank dan kemudian membuat kloningan dari kartu ATM yang data datanya sudah berhasil di curi.

Jangan Gunakan Tanggal Lahir untuk PIN ATM

KONFRONTASI-Bank Indonesia (BI) meminta perbankan mengedukasi nasabah mengenai keamanan bertransaksi menggunakan kartu debit ataupun kartu kredit. Hal ini guna mencegah terjadinya pembobolan rekening yang akhir-akhir ini kembali marak terjadi.

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Onny Widjanarko menyarankan, nasabah tidak menggunakan tanggal lahir untuk PIN kartu ATM ataupun kartu kredit. Sebab, pembobol akan mudah menebak dan meretas kartu tersebut.

Pelaku Skimming Incar ATM di Tempat Wisata

KONFRONTASI-Sepekan belakangan ini masyarakat Indonesia diresahkan dengan kembali munculnya kasus pembobolan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) dengan metode penggunaan pencurian data nasabah atau dikenal dengan skimming.

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Mohammad Iqbal, pelaku kejahatan skimming kerap membidik lokasi ATM di tempat wisata yang ramai wisatawan lokal ataupun asing.

WNA Pelaku Skimming Kembali Ditangkap Polisi

KONFRONTASI - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono menjelaskan pihaknya kembali menangkap seorang seorang warga negara asing yang juga anggota sindikat pembobolan dana nasabah di ATM, dengan modus skimming atau menyalin data kartu ATM nasabah. Pelaku berinisial BKV (46) asal Bulgaria tangkap di sebuah hotel di kawasan Jakarta Pusat, Minggu 18 Maret 2018 kemarin.  "Tersangka termasuk satu komplotan dengan yang kemarin ditangkap," katanya di di Mapolda Metro Jaya, Senin (19/3/2018).

BRI Percepat Migrasi Teknologi Chip Kartu Debit

Konfrontasi - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk akan mempercepat migrasi kartu ATM atau debit dari teknologi pita magnetik (magnetic stripe) ke teknologi chip sesuai arahan Bank Indonesia. Direktur Hubungan Kelembagaan BRI Sis Apik Wijayanto menargetkan tahun ini 30 persen.

"Kami akan percepat lagi," kata Sis, Minggu (18/3/2018).

Bank BRI Klaim Dana yang Hilang Akibat Skimming Kurang dari Rp 1 Miliar

Konfrontasi - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memperkirakan dana nasabah yang hilang akibat pencurian data kartu debit (skimming) di Ngadiluwih, Kediri, Jawa Timur kurang dari Rp 1 miliar.

"Kami sudah sampaikan ke nasabah agar berhati-hati tentang PIN," kata Direktur Hubungan Kelembagaan BRI Sis Apik Wijayanto ditemui dalam acara Spectaxcular di Jakarta, Minggu (18/3/2018).

Sis Apik menegaskan kasus pembobolan kartu debit nasabah BRI hanya terjadi di Ngadiluwih. Belum ada laporan kejadian serupa di daerah lain.

Alat Skimming Pelaku Pembobol ATM Dibeli dari Eropa Timur

Konfrontasi - Lima pelaku skimming yang ditangkap Polda Metro Jaya ternyata menggunakan alat khusus dari luar negeri.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta, alat yang digunakan pelaku memiliki teknologi yang tergolong bisa diakses siapa saja sehingga tidak menimbulkan kecurigaan.

“Kalau dilihat dari regulasinya alat-alat ini bukan alat yang dilarang. Regulasi penerbangan barang dilarang yaitu narkotika, bahan peledak dan mudah terbakar," ujar dia di Polda Metro Jaya, Sabtu (17/3/2018).

Pages