19 April 2019

Siswa SD

Siswa SD Bersembunyi di Kolong Meja saat Jokowi Berkunjung, Ini Fakta yang Terjadi

KONFRONTASI -  Foto siswa sekolah dasar (SD) bersembunyi di kolong meja saat kedatangan Joko Widodo dengan keterangan menyudutkan capres 01 beredar di media sosial.

Namun fakta yang sebenarnya tidak demikian.

Terlalu, Anak Kelas 5 SD Bacok Ibu Temannya

Konfrontasi - Seorang siswa Sekolah Dasar (SD) di Palembang berinisial MH (12) nekat membacok tetangga sendiri yang bernama Linda Wati (39). Diduga aksi nekat yang dilakukan bocah warga Lorong Musolah, Kelurahan 10 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I Palembang ini karena berniat membela ibunya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa ini terjadi pada Jumat, 7 Desember 2018, sekitar pukul 11.00 WIB di halaman rumah MH. Kejadian berawal saat korban mendatangi rumah terlapor hendak menemui orangtua terlapor.

Siswa SD ke Sri Mulyani: RI kan Kaya, Kok Bukan Kita yang Beri Utang?

KONFRONTASI - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hari ini dijadwalkan mengajar di sekolah dasar negeri (SD) Kenari 07, Salemba, Jakarta Pusat.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari acara Kemenkeu Mengajar yang sudah digelar selama tiga kali.

Mengenakan blazer putih bermotif bordir biru, Sri Mulyani mengajar anak-anak kelas VI A. Di sela kegiatan belajar Sri Mulyani mendapatkan pertanyaan dari seorang siswa SD bernama Tasya soal utang negara.

Baca juga: Saat Sri Mulyani Mengajar Anak SD soal Pajak dan APBN

Inilah 6 Fakta Miris Siswa SD Hamili Siswi SMP, Jawaban Ayahnya Bikin Geregetan

KONFRONTASI-  Kejadian miris hingga membuat para orang tua mengelus dada, sedang dialami dua bocah di Tulungagung, Jawa Timur (Jatim).
 
Seorang siswi SMP (Sekolah Menengah Pertama) di Tulungagung hamil 6 bulan setelah melakukan hubungan intim dengan pacarnya, seorang siswa SD (Sekolah Dasar).
 
Pihak keluarga akhirnya sepakat menikahkan mereka.
 
Namun, persoalannya menjadi rumit karena mereka belum cukup umur sehingga Kantor Urusan Agama (KUA) menolak menikahkan dua bocah itu.

Hanya Karena Cinta Monyet, Siswa SD Sudirman III dan SD Gaddong Tawuran di Makasar

KONFRONTASI -  Gara-gara persoalan cinta monyet, siswa dua sekolah di Makassar, Sulawesi Selatan, tawuran. Selisih paham siswa SD Sudirman III dengan SD Gaddong diselesaikan pihak sekolah.

"Tawuran siswa kami dengan tetangganya di SD Gaddong terjadi karena murid kami ditaksir salah satu murid sekolah sebelah. Namun (murid kami) menolak karena mempunyai lelaki idaman lainnya," ujar Kepsek SD Sudirman III, Muchtar, Sabtu (9/12/2017).

Habis Tonton Video Porno Sesama Jenis, Sopir Ambulan Cabuli Bocah SD

Konfrontasi - Petugas Satreskrim Polres Purwakarta meringkus AT, 36, sopir ambulance rumah sakit swasta di tempat kerjanya, kemarin. Pria ini diamankan polisi atas tuduhan mencabuli bocah 10 tahun yang masih duduk di bangku SD.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Aghta Bhuwana, Sabtu (21/10/2017) membenarkan adanya kasus tersebut. Menurutnya, kasus pencabulan itu lebih mengarah ke kasus pedofilia atau gay arena dilakukan terhadap sesama jenis.

Telan Pil Misterius Gambar Boneka, Bocah SD Langsung Pingsan

Konfrontasi - Seorang murid kelas dua Sekolah Dasar di Bakalan Krahan, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur, pingsan usai menelan pil misterius pemberian orang tak dikenal.

Murid SD berinisial RK itu, dilarikan keluarganya ke ruang perawatan apotek setempat karena tak sadarkan diri seperti orang yang sedang keracunan.

Menurut Kepala Polsek Sukun, Komisaris Polisi Toyib Subur, RK diberi pil misterius itu oleh pria yang baru dikenalnya dalam perjalanan pulang dari sekolah. 

Anaknya yang Mengejek Duluan, Bapaknya yang Polisi Hajar Siswa SD Seperti Maling

KONFRONTASI -  Bejat sekali kelakuan oknum polisi anggota Sabhara Polres Kotawaringin Barat, ASS ini. Karena hal sepele, anak kelas VI SD pun dihajarnya sampai berdarah-darah.

Anaknya Dipukul, Oknum Polisi Berseragam Dinas Balas Pukul Murid SD di Depan Guru Hingga Lebam dan Giginya Goyang

Konfrontasi - Seorang oknum polisi memukul wajah seorang bocah kelas VI SD di depan guru dan siswa lainnya setelah anaknya mengadu dipukul oleh temannya itu. Akibat tamparan itu, siswa tersebut mengalami lebam dan gigi goyang.

Insiden itu dialami oleh bocah berinisial MA, siswa kelas 6 SD Negeri Kumai Hilir 1, Kecamatan Kumai Kabupaten, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, sepulang sekolah, Jumat (14/7/2017).

Pelakunya adalah seorang brigadir polisi berinisial ASS, anggota Sabhara Polres Kotawaringin Barat.

Menurut S, staf penjaga SD Negeri 1 Kumai Hilir, yang menjadi salah satu saksi, insiden itu terjadi setelah siswi berinisial DA dipukul MA.

MA memukul bagian antara bahu dan dada temannya itu karena tak terima setelah DA (anak oknum polisi) mengejeknya karena baju yang dipakainya robek.

DA lalu menangis dan mengadu kepada ayahnya, ASS, yang sudah berada di luar gerbang sekolah. ASS yang berseragam dinas langsung masuk ke lingkungan sekolah dan memukul wajah MA di hadapan guru kelasnya, Parminah, yang sedang menyelesaikan cekcok kedua muridnya itu.

"Akhirnya yang bisa menghentikan ASS, DA juga." ungkap S, Sabtu (15/7/2017).

"Habis itu (ASS) marah-marah sama Ibu Parminah, sambil nunjuk-nunjuk," tutur S sambil menangis.

Oknum Polisi di Kalimantan Pukuli Siswa SD di Depan Guru, Sang Guru Menangis dan Trauma

Saat ditemui, Sabtu (15/7/2017) pagi, guru kelas, kepala sekolah, dan penjaga sekolah yang melihat insiden itu masih trauma. Mereka bahkan menangis saat menjelaskan peristiwa itu. Parminah pun tak tak bisa langsung lancar menjelaskan peristiwa ini.

"Enggak kuat saya. Saya terkejut melihat itu. Saya di depannya, baru habis menasihati anak (MA) itu," ujar guru yang sudah mengajar di SD itu dari tahun 1990 itu.

Motif Dibalik Pemerkosaan dan Pembunuhan Siswi SD oleh Remaja Belasan Tahun

Konfrontasi - Dendam membara yang menyelimuti pikiran remaja belasan tahun membuat gelap segalanya. Buah perbuatan dendam itu Sabtu (1/7/2017), ia dikerangkeng di Polres Kota Tasikmalaya karena diduga memperkosa dan membunuh bocah SD di Sungai Ciloseh, Tasikmalaya.

“Saya memperkosa dan membunuh korban karena sakit hati. Paman korban sering mengejek saya sebagai maling,“ kata tersangka di hadapan polisi yang memeriksanya. Ijang,40, paman korban Dewanda, akunya selalu mengejek dan menuduhnya sebagai maling.

Pages