19 August 2019

SEORANG HARIMAN

KEMARAHAN SEORANG HARIMAN (6

Juftazani

 

 

KEMARAHAN SEORANG HARIMAN (5

Juftazani

                                  

Dalam gelap gulita iman di dada

Di saat Hariman dengan penuh keyakinan

Menggoyang sendi-sendi rumah Indonesia

Geger politik menggoncang bumi

Letusan Krakatau meruntuhkan oligarki tiga kaki

Indonesia kini dpenuhi bandit-bandit politik

Yang membuat kekacauan sistem negara  

Dan epidemi kerusakan moral

Jauhi gudang-gudang kekayaan rakyat

Mengerat Freeport tanpa menyisakan apapun untuk rakyat

KEMARAHAN SEORANG HARIMAN (3

Juftazani

 

Mereka menyebut ‘Malapetaka Lima Belas Januari’

Tapi macan yang hidup di zaman  Orde Baru menyebutnya

Kongkalikong jenderal Soeharto dan bawahannya yang saling

“Menjilat Pengaruh dan Hegemoni sang penguasa besar”

Kini peristiwa itu kembali

Aku mengaum sekeras-kerasnya

Dan kuburkan ambisimu wahai singa-singa rakus

Dan naga-naga rapuh dari Milwaukee, Texas, Guangzhou atau Shenzen

Aku akan jerat kalian dengan perangkap

KEMARAHAN SEORANG HARIMAN (2

 

Juftazani

 

—tak ada yang menarik dari kekuasaan yang pongah,
tak ada yang mulia dari pemimpin yang pikun.
Para kerbau berlari dan berpidato,
tapi kami pasti tak hirau.
Sebab, kami manusia yang punya kuasa untuk berubah—

KEMARAHAN SEORANG HARIMAN

Juftazani