24 May 2019

SBY

Kalau saja Prabowo Tidak Berbaik Hati, Mungkin Demokrat Sudah Padam

Oleh: M. Nigara

KAMIS (9/8/18) malam, kediaman Prabowo Subianto, di Kertanegara 4, Kebayoran Baru, nyaris disesaki orang. Di dalam dan di luar begitu luar biasa. Ya, itulah saat-saat akhir Koalisi *Gerindra, PAN,* dan *PKS* akan mengumumkan pasangannya untuk Pilpres 2019.

Beredar tulisan Irene Viena ''SBY Bukan Peragu. Agendanya Memang Mengalahkan Prabowo''

Daftar Sebagian Dosa Besar SBY Pada Prabowo & Motifnya Selalu Gagalkan Prabowo Jadi Presiden

Wajar & manusiawi Jokowi sangat takut menghadapi kenyataan bhw rakyat menolaknya sbg presiden RI periode 2019-2024. Terlalu banyak kejahatan/pelanggaran hukum/UU. Terlalu banyak pengkhianatan pada negara. Terlalu banyak jejak kotor. Terlalu banyak korupsi. Melibatkan Jokowi.
(Irene Viena, 03-05-2019 Jam 21:43)

Melawan Lupa: Pilpres Era SBY Dan Bau Skandal Bank Century

Catatan: Arief Gunawan, Wartawan Senior.

WAKTU kampanye Pemilu '55 Masyumi dan PKI yang berkampanye di Lapangan Banteng, Jakarta, saling mengejek.

Kata PKI kalau Masyumi menang Lapangan Banteng bakal diubah namanya jadi Lapangan Onta.

Ejekan dibalas Masyumi dengan mengatakan kalau PKI menang Lapangan Banteng bakal diubah jadi Lapangan Kremlin.

Pemilu Curang Brutal. Kalau SBY Mau Damaikan Kubu Prabowo vs Jokowi Bakal Gagal. SBY harusnya bela Kebenaran?

KONFRONTASI- Pemilu sudah terbukti curang secara brutal. Sehingga sikap SBY yang konon mau damaikan Kubu Prabowo dan Jokowi  bakal gagal.  Maaf, SBY harusnya Bela Prabowo, Bukan malah pragmatis-oportunis mau jembatani dialog kompromis paslon 02-01?  Para analis berharap, SBY harusnya tidak membiarkan pemilu curang brutal dimana KPU-Bawaslu-DKPP dan semua institusi negara dan media mainstream membiarkan pemilu banyak kecurangan, tidak jurdil alias sangat curang yang hanya menguntungkan kubu 01 itu?.

Surat SBY soal 'politik identitas', kritik Prabowo atau demi elektabilitas Demokrat?

KONFRONTASI -   Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, menyebut dua calon presiden yang tengah bersaing, terutama Prabowo Subianto yang diusungnya, tak semestinya mengkampanyekan politik identitas yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Pernyataan SBY itu dinilai pengamat sebagai siasat meningkatkan elektabilitas Demokrat di tengah potensi sejumlah partai gagal melewati ambang batas parlemen.

Suko Sudarso: AHY (SBY) Harus Terjun Kampanye di Jatim dan Jateng untuk Perkuat Kemenangan Prabowo

KONFRONTASI- Kita menyaksikan bahwa Euforia kemenangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto semakin tidak terbendung lagi di Tanah Air. Keterlibatan Mantan Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyoo) yang diwakili Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam kampanye Prabowo Subianto di Jawa Barat (Bandung) telah memberikan pengaruh konstruktif bagi kemenangan Prabowo. Namun jauh lebih baik dan besar pengaruhnya kalau SBY yang diwakili Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terjun langsung dalam kampanye untuk memenangkan Prabowo di Jawa Timur  dan Jawa Tengah.

SBY-AHY- Demokrat: Rakyat Ingin Perubahan? Pilih Prabowo ya !

KONFRONTASI- Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menemui sejumlah pedagang di Pasar Cipulir, Jakarta Selatan. Dirinya langsung menyapa beberapa pedagang yang menyewa kios di sana.

"Ingin perubahan? Mari kita songsong perubahan. Kita dukung, pilpresnya siapa? Pak Prabowo ya. Kita dukung Pak Prabowo tapi jangan lupa dukung partai juga Partai Demokrat," katanya, Kamis (14/3/2019).

SBY: Pilpres 2019 Lebih Keras dari Sebelumnya

KONFRONTASI-Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai kontestasi Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 lebih keras dibandingkan Pilpres sebelumnya di era reformasi.

Pernyataan SBY itu disampaikannya kepada Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan untuk disampaikan kepada kader Demokrat dan masyarakat.

Rizal Ramli: Dana Desa Perintah UU sejak era SBY, Bukan Dari Joko Widodo

KONFRONTASI- Pengucuran dana desa yang dilakukan pemerintahan pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bukan keinginan dan kebijakan pemerintahan Jokowi-JK  yang berkuasa saat ini, tetapi merupakan amanat dari UU tentang Desa.

UU tentang Desa tersebut disahkan pada tahun ketiga periode kedua pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dan, tanpa adanya UU tentang Desa, tidak mungkin Jokowi bisa mengucurkan dana sebanyak itu untuk Desa.

Mantan Presiden ke 6 SBY Sebut, Ibu Ani Yudhoyono Mengidap Kanker Darah

KONFRONTASI -  Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengkonfirmasi tentang penyakit yang diderita istrinya,  Kristiani Herawati atau Ani Yudhoyono. Melalui video yang beredar, SBY menyebut istrinya mengidap penyakit kanker darah.

SBY mengatakan saat ini tengah mendampingi Ani Yudhoyono yang tengah menjalani perawatan di National Universtiy Hospital Singapura sejak 2 Februari lalu. Ibu dari Agus Hatimurti Yudhoyono (AHY) itu diterbangkan ke Singapura atas rekomendasi tim dokter kepresidenan Indonesia.

Pages