25 November 2017

sapi

NTT Kirim 59.000 Sapi ke Jawa-Kalimantan

Konfrontasi - Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak awal tahun hingga November telah mengirimkan 59.000 sapi ke wilayah Pulau Jawa dan Kalimantan menurut Kepala Dinas Peternakan Dani Suhadi.

"Pengiriman sapi kita sampai saat ini sudah mencapai 59.000 ekor yang tercatat per Kamis (9/11)," kata Dani Suhadi seperti dikutip Antara, Sabtu (11/11/2017) di Kupang.

Sapi Lahirkan Anak dengan Dua Kepala, Gemparkan Warga Gunungkidul

KONFRONTASI -  Sugiyat (40), warga Dusun Gumbeng RT6/4, Desa Giripurwo, Kecamatan Purwosari, Gunungkidul, kaget bukan kepalang saat mendapati sapi peliharaannya melahirkan.

Dia tak menyangka sapi miliknya melahirkan anak sapi yang berkepala dua dalam satu tubuh.

Sugiyat menceritakan, sapi yang memiliki dua moncong, dua hidung, dua mulut, dua telinga serta memiliki mata empat, namun dalam satu badan tersebut, lahir pada Jumat (20/10/2017) malam, sekitar pukul 19.00 WIB.

Peternak Sukabumi Kembangkan Sapi Super Berkualitas

KONFRONTASI-Pengusaha sapi di Kota Sukabumi, Jawa Barat mengembangkan sapi berkualitas super mulai dari penggemukan hingga pembibitan yang rata-rata bobot sapi tersebut mencapai 1 ton.

"Kebutuhan daging sapi di Sukabumi memang besar, sehingga perlu adanya peningkatan kualitas sapi-sapi lokal seperti dengan cara mengawinkan sapi impor dari Kanada maupun Australia," kata pengusaha sapi Sukabumi Ichwan Hamid, Senin.

Dirjen Peternakan Minta Papua Tingkatkan Populasi Sapi Potong

Konfrontasi - Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita yang kehadirannya diwakili oleh Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pernakan Fini Murfiani, meminta Provinsi Papua terus menggenjot peningkatan capaian pelaksanaan Upsus Siwab (Upaya Khusus Sapi-Kerbau Indukan Wajib Bunting), dengan melakukan kegiatan penyerentakan berahi (sinkronisasi berahi) untuk kemudian dilaksanakan Inseminasi Buatan (IB) pada sapi dan kerbau milik masyarakat.

Kegiatan Pencanangan Operasi Tekad Sukses ini untuk mensukseskan program UPSUS SIWAB di Kabupaten Merauke Provinsi Papua ini juga dihadiri Wakil Bupati Merauke, Kepala Balai Besar Veteriner Maros.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Provinsi Papua, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Kesehatan Kabupaten Merauke, Tim Supervisi dan Pendampingan Upsus Siwab Provinsi Papua, serta para peternak dan masyarakat.

Menurutnya, Provinsi Papua memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar berupa lahan dan sumber pakan yang cukup besar. Potensi ini sangat baik untuk dapat dimanfaatkan dalam pengembangan sub sektor peternakan, khususnya untuk pengembangan sapi potong dengan cara membuat kawasan pengembalaan ternak.

“Pengembangan usaha peternakan sapi potong memiliki peran strategis dalam pembangunan perekonomian masyarakat di Papua, termasuk juga untuk pemenuhan pangan asal ternak yang merupakan kebutuhan dasar utama manusia dan bagian dari hak asasi setiap rakyat Indonesia," ujar I Ketut Diarmita.

Lebih lanjut I Ketut Diarmita menjelaskan untuk mendukung keberhasilan program Upsus Siwab di Provinsi Papua Ditjen PKH Kementerian Pertanian akan segera membangun Balai Veteriner di Jayapura.

Kegiatan tersebut akan dimulai dengan pembelian tanah pada 2017 melalui dana APBNP 2017, selain itu juga Ditjen PKH sedang mengkaji dan mengupayakan untuk hadirnya UPT Perbibitan Ternak dan Hijauan Pakan Ternak di Kabupaten Merauke Provinsi Papua.

I Ketut Diarmita berharap Pemerintah Kabupaten Merauke bisa menyediakan lahan untuk rencana pembangunan UPT Perbibitan tersebut.

"Hal ini tentunya untuk saling memanfaatkan hasil limbah padi yang dapat digunakan untuk pakan ternak dan kotoran hewan dan untuk pupuk padi di sawah," ujar Wakil Bupati Merauke Sularso.

Selain itu, Kabupaten Merauke juga telah menyiapkan tanah seluas 260 ha di distrik Purik dengan status sertifat tanah pemda kabupaten untuk dikembangkan pembiakan sapi potong.

"Kondisi tanah tersebut saat ini sudah ada kandang dengan kapasitas 200 ekor untuk mendukung pengembangan sapi induk," imbuhnya.

Kementan Siapkan Rp 100 M untuk Pengembangbiakan Sapi Gatotkaca

Konfrontasi - Kementerian Pertanian (Kementan) berencana mengucurkan anggaran Rp 100 miliar pada tahun depan untuk membudidayakan sapi turunan Belgia di Indonesia. Menurut Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, program itu untuk menghasilkan bibit unggul sapi yang jenisnya akan dinamai Gatotkaca

Berkat Emak 'TOP' Para Artis Bisa Kurban 3 Ekor Sapi

Konfrontasi - Para bintang sinetron Tukang Ojek Pengkolan (TOP) berkurban tiga sapi tahun ini. Padahal, tahun-tahun sebelumnya mereka hanya berkurban hanya satu ekor sapi.

Bertambahnya sapi yang dikurbankan para kru TOP ini berkat inisiatif Ranty Purnamasari. Pemeran Emak dalam TOP ini yang mengajak rekan-rekannya urunan selama sepuluh bulan.

"Setiap gajian pasti saya tagih urunan kurbannya. Alhamdulillah tahun ini bisa kurban tiga sapi," ujar Ranty, Jumat (1/9/2017).

Mengamuk di Kantor Polisi, Anggota Mapolres Kediri Turun Tangan

Konfrontasi - Aparat Kepolisian Resor Kediri, Jawa Timur, berhasil menjinakkan seekor sapi yang mengamuk sebelum disembelih di Hari Raya Idul Adha 2017 di markas kepolisian resor setempat.

Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polres Kediri AKP Mukhlason mengatakan, sapi tersebut rencananya akan disembelih. Namun, sapi tiba-tiba lepas dari ikatan dan lari ke posko pembagian daging di Mapolres Kediri.

Sembelih Sapi Satu Ton Sumbangan Presiden Jokowi Butuh Waktu 1 Jam

Konfrontasi - Ratusan jamaah Masjid Al Fattah dan warga Kelurahan Solor, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (1/9/2017) siang berkumpul di halaman belakang masjid itu.

Mulai anak kecil hingga orang dewasa, ramai mengerumuni seekor sapi berwarna coklat berbobot satu ton sumbangan dari Presiden Joko Widodo.

Sapi berukuran tubuh jumbo itu rupanya akan segera disembelih, namun ternyata tak mudah bagi warga untuk menyembelih hewan tersebut lantaran terus berontak.

Diperlukan 18 orang pemuda untuk "melawan" sapi itu. Mereka kemudian membagi tugas yaitu mengikat mulut, badan, dan kaki sapi tersebut dengan menggunakan tali nilon.

Proses untuk mengikat tubuh sapi itu pun tidak gampang, karena selain terus berontak, bobot sapi seberat satu ton itu menjadi kendala tersendiri.

"Untuk mengikat sapi ini saja, membutuhkan waktu sekitar satu jam lebih. Setelah diikat mulut, badan dan empat kaki sapi ini, kemudian kita masukan papan panjang di celah kaki sapi, untuk mempermudah saat menyembelih,"kata Is, salah satu pengurus Masjid Al Fattah kepada Kompas.com.

Setelah sapi diikat, proses penyembelihan dimulai dengan belasan orang berdiri di atas papan yang berada di celah-celah kaki sapi dan sebagian lainnya berdiri di tubuh sapi itu.

Tiga pemuda memegang parang selanjutnya menyembelih sapi itu. Pada saat proses penyembelihan warga berteriak dan sebagian berlari karena sapi yang berontak membuat darah yang memercik cukup banyak.

Setelah sapi itu mati, para petugas sudah terbiasa memotong daging sapi kemudian bekerja membagi-bagi daging sapi untuk jamaah masjid dan warga sekitar.

Gelar Acara Kurban, Mobil Ayah Ayu Ting Ting Kena Tendang Sapi

Konfrontasi - Ayu Ting Ting dan keluarga menggelar acara kurban di kediamannya, kawasan Depok, Jawa Barat, Jumat pagi (1/9/2017). Usai salat Ied, rumah pelantun tembang Sambalado tersebut sudah dipenuhi oleh warga sekitar yang ingin melihat proses penyembelihan tiga ekor sapi.

Astagfirullah, Petugas Temukan Ada Cacing Hati di Sapi Kurban Pemberian Presiden Jokowi

Konfrontasi - Cacing hati atau Fasciola hepaticaditemukan dalam organ hati sapi kurban pemberian Presiden Joko Widodo, yang dipotong di Dusun Bodowaluh, Srihardono, Pundong, Jumat (1/9/2017).

Hati yang terinfeksi cacing hati ini langsung dikuburkan karena tidak layak untuk dikonsumsi.

drh Sri Rahayu dari Puskeswan Pundong yang mengawasi dan memeriksa kesehatan hewan kurban sapi pemberian Presiden Joko Widodo mengatakan hati sapi sudah parah terkena cacing hati.

Pages