17 October 2019

said didu

Kabinet Baru Jokowi, kata Said Didu: 'Kabinet Cuci Piring' Kotor

KONFRONTASI- Susunan kabinet yang bakal dirancang Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengawal periode 2019 hingga 2024 tengah menjadi bahan perbi

Soal Rencana Menko Luhut, Said Didu: Apapun Masalahnya Serahkan ke China

Konfrontasi - Pernyataan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengenai solusi menyelematkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menuai sorotan publik. Pasalnya, Luhut berencana menggandeng asing, dalam hal ini China.

Kritik keras pun dilayangkan Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu. Dia mempertanyakan sikap pemerintah yang selalu menjadikan China sebagai solusi semua masalah.

Said Didu Heran, Pak Mendagri Serahkan Data Pribadi Warga ke Swasta. Dasar Hukumnya Apa?

KONFRONTASI - Kementerian Dalam Negeri yang merestui kerja sama dengan perbankan swasta terkait data kependudukan menuai pro dan kontra. 

Melalui akun Twitter pribadinya, Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Muhammad Said Didu mempertanyakan sikap Mendagri, Tjahjo Kumolo soal kerja sama tersebut.

"Bapak Mendagri Pak @tjahjo_kumolo yang terhormat, setahu saya negara harus melindungi data pribadi warrants. Kok Kemendagri justru menyerahkan data pribadi warga ke pihak swasta?" kata Said Didu, Selasa (30/7).

Said Didu Ungkap Tafsir Sesat KPU Atas Status Pejabat BUMN Ma'ruf Amin

KONFRONTASI -  Sejumlah pihak menyebut jabatan Ma'ruf Amin sebagai DPS di Bank Syari'ah Mandiri dan BNI Syariah tidak

Keterangan foto tidak tersedia.

Fakta Miris, Berhadapan Penguasa, Menjadi Saksi di MK

Fakta Miris, Butuh Semangat Kepahlawanan Menjadi Saksi di MK
Oleh: M Said Didu

Sekelumit situasi dan tantangan sebagai saksi penggugat di Mahkamah Konstitusi.

1. Dibutuhkan orang bernyali kuat untuk menjadi saksi di  MK dengan posisi sebagai saksi yang berhadapan dengan penguasa. Dan alhamdulillah masih ada yang bersedia dengan resiko dan pengorbanan yang tinggi

Said Didu Sesalkan Pengkhianatan Politisi Muda Terhadap Prabowo-Sandi

KONFRONTASI - Anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Muhammad Said Didu mengaku tidak heran dengan manuver politisi pasca Pilpres 2019. 

Termasuk pada politisi muda yang awalnya diharapkan bisa bak hujan deras membasahi bumi di tengah musim kemarau.

Said Didu akan Mundur dari PNS, Ada Apa?

KONFRONTASI-Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, akan mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Rencananya, pengunduran diri itu akan dia sampaikan langsung pada Senin hari ini, 13 Mei 2019.

"Besok [Senin] saja ya. Besok saya jelaskan biar enggak dikaitin macam-macam," kata Said saat dikonfirmasi Minggu malam, 12 Mei 2019.

Mengenai alasan mengundurkan diri, Said masih hati-hati dan belum bisa menjelaskan. Ia akan menjawab secara resmi dalam keterangan pers kepada wartawan.

Rizal Ramli Curiga, Meneg BUMN Rini jadikan BUMN Sumber Dana Politik Joko Widodo

KONFRONTASI- BUMN dan Menteri BUMN Rini Soemarno dalam sorotan sinisme masyarakat. BUMN dicurigai  dijadikan sapi perah untuk kepentingan politik rezim Jokowi. Dalam hal ini, tokoh nasional Rizal Ramli (RR) mengingatkan bahwa Menteri BUMN Rini Soemarno  sudah ditolak DPR dua tahun lebih, namun malah dipertahankan Presiden Joko widodo. ‘’Di seluruh dunia, menteri semacam ini pasti dipecat karena diboikot DPR. Bahkan Mantan Presiden Megawati  Soekarnoputeri minta Rini dipecat,  tapi ditolak Pak Joko widodo,’’ kata RR, Menko Ekuin era Presiden Gus Dur.

Terkait Pernyataan Jokowi Soal MRT, Rizal Ramli: Indonesia Terlalu Besar Dipimpin Orang Kerdil-Cupet

KONFRONTASI- Terkait Pernyataan Presiden Jokowi soal MRT Jakarta, Rizal Ramli menyatakan," Maaf bangsa Indonesia terlalu besar untuk dipimpin oleh orang-orang kerdil dan cupet."

Sementara Said Didu Menyebut, "Lama-lama Candi Borobudur juga Diklaim".

 Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli mengomentari pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait proyek MR

Said Didu Saksi Hidup Kesabaran Prabowo

KONFRONTASI - Mantan Staf Khusus Kementerian Hukum dan HAM, Said Didu mengungkap kebohongan Jokowi dalam debat capres kedua yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2).

Data-data yang disampaikan Jokowi di Debat Capres tidak sesuai dengan fakta alias hoax. Diantaranya:

Pages