12 November 2019

rusia

Trump-Putin Bahas Sejumlah Isu di Paris

KONFRONTASI-Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump membahas sejumlah masalah, termasuk Traktat Pasukan Nuklir Tingkat Menengah (Perjanjian INF), perdagangan serta situasi di Suriah, Arab Saudi, Afghanistan, China dan Korea Utara (Korut) dengan para pemimpin asing, termasuk dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Sarah Sanders mengatakan, pertemuan itu berlangsung di sela-sela acara peringatan berakhirnya Perang Dunia I yang berlangsung di Paris, Prancis.

Kebakaran Jenggot, Trump Ancam Pecat Semua yang Menyelidikinya

Konfrontasi - Presiden Amerika Serikat Donald Trump berusaha terlihat santai menanggapi kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela. Namun, keputusannya memecat Jeff Session dari jabatan jaksa agung mengatakan sebaliknya. Dia tahu, Demokrat bakal mendukung penyelidikan skandal pemilu 2016.

Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Trump menegaskan bahwa dirinya terbuka untuk bekerja sama dengan Demokrat. Tapi, jika House of Representatives yang dikuasai Demokrat menyelidiki pemerintahannya, prospek kerja sama itu bisa terhalang.

Sulit Perbaiki Hubungan Bilateral Rusia-AS, Ini Alasannya

KONFRONTASI-Hubungan Rusia-Amerika Serikat terus dililit berbagai polemik. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov sendiri mengakui situasi domestik Amerika Serikat (AS) menjadi hambatan utama dalam perbaikan hubungan negaranya dengan Washington. Kendati demikian, ia menyadari Presiden AS Donald Trump memiliki keinginan untuk memulihkan hubungan bilateral Rusia-AS.

NATO Gelar Latihan Perang, Rusia Meradang

KONFRONATSI-NATO menggelar latihan militer terbesar sejak berakhirnya era Perang Dingin di Norwegia, Kamis (25/10). Latihan perang "Trident Juncture" melibatkan sekitar 50.000 personel, 10.000 kendaraan, 250 pesawat dan 65 kapal perang dari semua 29 anggota aliansi, ditambah Swedia dan Finlandia.

AS Mundur dari Perjanjian Nuklir dengan Rusia

KONFRONTASI- Presiden Donald Trump mengatakan pada Sabtu, Amerika Serikat akan keluar dari perjanjian nuklir masa Perang Dingin, langkah yang tampaknya akan membuat Rusia kesal.

Perjanjian itu, Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) Treaty, memerintahkan penghapusan suatu jenis senjata nuklir.

Mata-mata Rusia yang 'Gentayangan' di Swiss Makin Banyak

KONFRONTASI-Keberadaan mata-mata Rusia di Swiss mencolok dan meningkat, kata lembaga intelijen Swiss pada Jumat setelah dua kasus kalangan atas, yang diduga melibatkan agen Rusia, yang berusaha menyusup ke beberapa tempat di Swiss.

"Saya tidak dapat memberikan banyak rincian tentang kegiatan Rusia di Swiss tapi jelas memiliki lebih banyak kegiatan daripada sebelumnya," kata Direktur Dinas Intelijen NDB, Jean-Philippe Gaudin, kepada wartawan di sela jumpa pers.

Rusia Tak akan Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem

KONFRONTASI-Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva menegaskan negaranya tidak akan memindahkan kedutaan besar dari Tel Aviv ke Yerusalem, meskipun saat ini beberapa negara telah dan berencana mengikuti langkah Amerika Serikat itu.

"Kami tidak berencana memindahkan kedutaan kami, dan posisi kami jelas mendukung solusi dua negara," kata Vorobieva dalam keterangan kepada pers di Kedutaan Besar Rusia di Jakarta, Rabu (17/10).

Rusia Dituding Jalankan Operasi Peretasan Jaringan Internet

KONFRONTASI-Sejumlah negara Barat menuding Rusia mengerahkan sejumlah mata-mata untuk menjalankan operasi peretasan jaringan internet milik berbagai lembaga.

Namun tudingan tersebut langsung dibantah Rusia dan mereka menyebut hal tersebut sebagai ‘obsesi berlebihan negara-negara Barat terhadap mata-mata’.

Tuduhan terhadap Rusia tersebut dari sejumlah negara, diantaranya:

Belanda menuduh empat warga Rusia berupaya meretas Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) di Den Haag, yang tengah menyelidiki serangan kimia terhadap mantan mata-mata Rusia di Inggris.

Inggris menuding badan intelijen Rusia (GRU) berada di balik empat serangan siber yang target-targetnya mencakup perusahaan di Rusia dan Ukraina, Partai Demokrat AS, dan sebuah jaringan televisi di Inggris.

Departemen Kehakiman Amerika Serikat menyatakan sebanyak tujuh agen terlibat dalam peretasan badan antidoping (WADA), FIFA, dan perusahaan nuklir Westinghouse.

Kanada menyatakan punya “keyakinan tinggi” bahwa peretasan terhadap pusat etika olahraga dan WADA di Montreal dijalankan intelijen Rusia.

Tak hanya itu, pemerintah Belanda menyebut telah menemukan laptop milik empat warga Rusia yang digunakan di Brasil, Swiss, dan Malaysia.

Di Malaysia, menurut pemerintah Belanda, laptop itu digunakan untuk menyasar investigasi jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 pada 2014 di wilayah yang dikuasai kubu pemberontak sokongan Rusia di Ukraina timur. Seluruh 298 orang di dalam pesawat meninggal dunia.

Rusia Transfer Rudal S-300, Israel Pikir Dua Kali Serang Suriah

KONFRONTASI-Transfer sistem rudal pertahanan S-300 yang sedang disiapkan Rusia kepada Suriah akan membuat Israel berpikir dua kali sebelum menyerang wilayah Suriah. Komentar ini disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Suriah Faisal Mekdad.

Menurutnya, Damaskus hanya akan menggunakan sistem rudal canggih itu jika terjadi serangan di wilayahnya.

"Israel, yang telah terbiasa melakukan serangan dengan berbagai dalih, sekarang harus menimbang dan memikirkan kembali sebelum menyerang lagi," kata Mekdad kepada kantor berita Xinhua.

Rusia-Israel Memanas, Tel Aviv Menolak Disalahkan atas Tragedi Il-20

KONFRONTASI -   Perseteruan antara Israel dan Rusia memanas setelah Tel Aviv menolak disalahkan Moskow atas tragedi jatuhnya pesawat mata-mata Il-20 di Suriah yang menewaskan 15 tentara Moskow. Moskow tetap anggap Tel Aviv bersalah dengan menjadikan pesawat mata-mata itu sebagai tameng jet-jet tempur F-16 Israel dari tembakan sistem rudal S-200 Suriah di Latakia.

Pages